
Kangaroo Mother Care (KMC): Metode Sederhana dan Efektif untuk Bayi Prematur dan Berat Badan Lahir Rendah

dr. Afiah Salsabila
24 Okt 2024

Ditulis oleh

dr. Afiah Salsabila
20 Nov 2025
Topik: Kangaroo Mother Care, Guideline, WHO
Latar Belakang
Kangaroo Mother Care (KMC) merupakan pendekatan perawatan bayi prematur atau bayi berat badan lahir rendah yang melibatkan kontak kulit-ke-kulit dalam waktu 8-24 jam antara ibu dan bayi, yang dilakukan bersamaan dengan pemberian ASI eksklusif. Intervensi ini pertama kali diperkenalkan pada akhir 1970-an di Bogotá, Kolombia. Pada masa itu, keterbatasan inkubator dan tingginya angka infeksi nosokomial mendorong inovasi berupa perawatan kontak kulit-ke-kulit untuk menjaga stabilitas suhu dan mendukung menyusu dini. Hasil penelitian awal menunjukkan perbaikan signifikan pada mortalitas dan morbiditas, dan sejak itu KMC diadopsi secara luas di seluruh dunia. Dengan perkembangan bukti ilmiah yang semakin kuat, KMC kini tidak hanya dipandang sebagai alternatif saat fasilitas terbatas, tetapi sebagai gold standard perawatan bayi prematur dan BBLR.
Sejalan dengan momentum World Prematurity Day 2025, WHO merilis pembaruan terhadap pedoman Kangaroo Mother Care untuk menegaskan kembali peran KMC sebagai standar emas perawatan bayi prematur dan bayi berat lahir rendah. Pembaruan ini hadir sebagai respons atas bukti ilmiah terbaru yang menunjukkan manfaat signifikan KMC bila diinisiasi lebih dini, diterapkan secara konsisten di fasilitas kesehatan hingga ke rumah, serta diintegrasikan dalam sistem layanan neonatal. Panduan terbaru ini tidak hanya menyempurnakan rekomendasi KMC yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2003, tetapi juga menambahkan penekanan penting mengenai waktu inisiasi, durasi kontak kulit ke kulit, keterlibatan keluarga, serta kesiapan fasilitas kesehatan dalam memastikan praktik KMC berlangsung aman, efektif, dan berkesinambungan. Berikut adalah rekomendasi kunci dan perubahan utama dibandingkan panduan WHO tahun 2003.
Manfaat KMC
KMC memberikan berbagai manfaat langsung maupun jangka panjang. Secara fisiologis, praktik ini menurunkan risiko hipotermia hingga 68%, menurunkan mortalitas neonatal sebesar 32%, mengurangi risiko infeksi berat, mendukung stabilitas pernapasan, serta menurunkan hipoglikemia dan durasi rawat inap
Pemberian ASI eksklusif meningkat secara signifikan karena stimulasi hormonal dan peningkatan kedekatan ibu-bayi.
Dalam jangka panjang, KMC terbukti mendukung perkembangan neurokognitif yang lebih baik, peningkatan fungsi eksekutif, kesehatan perilaku, serta capaian akademik yang lebih tinggi. Pada sisi orang tua, KMC memperbaiki bonding, menurunkan kecemasan dan depresi postpartum, serta meningkatkan kepercayaan diri caregiver.
Dari perspektif sistem kesehatan, KMC menurunkan biaya perawatan karena mengurangi kebutuhan alat bantu termoregulasi dan panjang rawat inap, dengan rasio cost-utility yang lebih baik dibandingkan perawatan konvensional. Bukti ini memperkuat posisi KMC sebagai intervensi yang sangat efektif, efisien, dan berpusat pada keluarga.
Rekomendasi Berdasarkan WHO Clinical Practice Guide 2025
Panduan WHO 2025 memberikan rekomendasi komprehensif terkait praktik KMC. Beberapa poin utama beserta dasar buktinya adalah sebagai berikut:
1. Inisiasi KMC segera setelah lahir
WHO merekomendasikan inisiasi KMC sedini mungkin pada semua bayi prematur atau BBLR, kecuali tidak stabil secara hemodinamik atau tidak bisa napas spontan. Studi implementasi Immediate KMC menunjukkan penurunan mortalitas sebesar 25% ketika KMC dimulai dalam dua jam pertama kehidupan
2. Durasi minimal 8–24 jam per hari
Komponen pertama dari KMC adalah melakukan kontak kulit-ke-kulit dalam durasi waktu selama mungkin. Menurut studi, manfaat baru dirasakan setelah minimal dilakukan 8 jam, namun KMC dianjurkan untuk dilakukan selama mungkin dengan target ideal 24 jam per hari untuk menghasilkan keluaran optimal. Semakin lama durasi KMC, semakin besar dampak terhadap stabilitas fisiologis dan pertumbuhan bayi.
3. ASI eksklusif sebagai komponen integral
Komponen kedua KMC adalah pemberian ASI eksklusif. Sebagai bagian integral dari KMC, ASI memberikan proteksi imunologis dan nutrisi optimal, dan penelitian menunjukkan bahwa kombinasi skin-to-skin dan ASI eksklusif meningkatkan toleransi menyusu serta kenaikan berat badan lebih baik dibandingkan perawatan konvensional.
4. KMC dapat dilakukan oleh ibu, dibantu oleh pengasuh tambahan
Meskipun ibu adalah pemberi KMC utama, ayah atau anggota keluarga dapat mengambil peran untuk memastikan keberlanjutan durasi skin-to-skin. Bukti WHO menunjukkan bahwa keterlibatan pengauh tambahan tidak mengurangi manfaat fisiologis dan justru meningkatkan keberlangsungan praktik KMC di rumah setelah pulang dari fasilitas kesehatan.
5. KMC dapat dilakukan di fasilitas primer hingga tersier
WHO menekankan bahwa KMC bukan hanya untuk fasilitas dengan keterbatasan sumber daya. Pada unit intensif neonatal, KMC dilakukan secara paralel dengan terapi oksigen, CPAP, infus, dan pemantauan ketat. Implementasi model mother–newborn care unit terbukti meningkatkan durasi skin-to-skin dan menurunkan infeksi nosokomial
6. KMC harus dilanjutkan di rumah hingga bayi mencapai usia aterm
KMC tetap diteruskan setelah pulang hingga bayi dapat mempertahankan suhu sendiri, biasanya pada 38–40 minggu usia gestasi koreksi atau berat sekitar 2500 g.
Kesimpulan dan Penutup
Intervensi KMC adalah metode sederhana namun sangat efektif dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan kualitas perkembangan bayi prematur atau BBLR. Dengan bukti kuat yang terus berkembang, WHO 2025 menegaskan bahwa KMC harus menjadi standar perawatan universal di semua tingkat fasilitas, termasuk pada bayi yang membutuhkan perawatan intensif. Implementasi yang optimal memerlukan dukungan sistem kesehatan, pelatihan tenaga medis, serta keterlibatan penuh keluarga. Dengan memperkuat praktik KMC, kita dapat memberikan awal kehidupan terbaik bagi bayi yang paling rentan dan berkontribusi pada pencapaian target kesehatan neonatal global.
Daftar Pustaka
Kangaroo mother care: a clinical practice guide. Geneva: World Health Organization; 2025. Licence: CC BY-NC-SA 3.0 IGO. Available form: https://cdn.who.int/media/docs/default-source/newborn-health/kangaroo_mother_care_a_clinical_practice_guide.pdf?sfvrsn=4211ba4c_3&download=true