2 Mei 2026
Cegah Kasus Daycare Jogja Terulang, Kenali Gejala Kekerasan pada Anak
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Daycare, Kekerasan, Kekerasan Fisik, Viral
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Belakangan ini, banyak orang tua dibuat cemas dengan kasus kekerasan di daycare yang terjadi di Jogja dan Aceh. Tempat yang seharusnya menjadi ruang aman untuk anak, justru menjadi sumber trauma yang tak terlihat.
Hal ini jadi pengingat penting bahwa kekerasan pada anak bisa terjadi di mana saja, bahkan di lingkungan yang kita percaya.
Oleh karena itu, penting bagi MomDad untuk memahami apa saja bentuk kekerasan pada anak, tanda-tandanya, dan bagaimana cara melindungi si Kecil.
Bentuk Kekerasan pada Anak
Kekerasan pada anak adalah segala bentuk perlakuan yang menyakiti, membahayakan, atau mengabaikan kebutuhan anak, baik secara fisik, emosional, maupun psikologis.
Yang sering tidak disadari, kekerasan tidak selalu terlihat jelas. Bahkan, bisa terjadi dalam berbagai bentuk sekaligus.
Beberapa bentuk kekerasan pada anak antara lain:
1. Kekerasan Fisik
Terjadi ketika anak sengaja disakiti secara fisik, seperti dipukul, ditendang, atau tindakan lain yang menyebabkan cedera.
2. Kekerasan Seksual
Segala bentuk aktivitas seksual yang melibatkan anak, baik dengan kontak langsung maupun tidak langsung (misalnya paparan konten seksual).
3. Kekerasan Emosional
Bentuk yang sering dianggap “sepele”, seperti:
- Membentak terus-menerus
- Merendahkan atau mempermalukan anak
- Mengabaikan kebutuhan emosional anak
Padahal, dampaknya bisa sangat dalam terhadap kepercayaan diri anak.
4. Penelantaran (Neglect)
Ketika kebutuhan dasar anak tidak terpenuhi, seperti:
- Makanan & tempat tinggal
- Perawatan kesehatan
- Pengawasan yang memadai
5. Kekerasan Medis
Terjadi saat seseorang memberikan informasi palsu tentang kondisi anak sehingga anak mendapatkan tindakan medis yang tidak perlu.
Tanda Anak Mengalami Kekerasan
Anak yang mengalami kekerasan sering merasa bersalah, malu, atau bingung, sehingga takut untuk bercerita, terutama jika pelaku adalah orang terdekat.
Oleh karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya berdasarkan bentuk kekerasannya:
1. Kekerasan Fisik
- Luka yang tidak bisa dijelaskan (memar, patah tulang, luka bakar)
- Penjelasan yang tidak sesuai dengan kondisi luka
- Cedera yang tidak sesuai dengan kemampuan usia anak
2. Kekerasan Seksual
- Perilaku atau pengetahuan seksual yang tidak sesuai usia
- Kehamilan atau infeksi menular seksual
- Nyeri, perdarahan, atau luka di area genital
- Anak bercerita mengalami pelecehan
- Perilaku seksual yang tidak wajar dengan anak lain
3. Kekerasan Emosional
- Perkembangan emosional yang terlambat atau tidak sesuai
- Kehilangan rasa percaya diri
- Menarik diri dari lingkungan sosial
- Depresi
- Menghindari situasi tertentu (misalnya menolak ke sekolah)
- Terlihat sangat membutuhkan perhatian
- Penurunan prestasi atau minat belajar
- Kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki
4. Penelantaran
- Pertumbuhan yang tidak optimal
- Kebersihan diri yang buruk
- Kekurangan pakaian atau kebutuhan dasar
- Menyimpan atau mencuri makanan
- Kehadiran sekolah yang buruk
- Tidak mendapatkan perawatan medis atau psikologis yang diperlukan
Dampak Kekerasan pada Anak
Kekerasan pada anak bukan hanya soal luka saat ini.
Dampaknya bisa bertahan hingga dewasa.
Mulai dari:
- Gangguan kesehatan fisik
- Masalah perilaku dan sosial
- Rendahnya rasa percaya diri
- Kesulitan membangun hubungan
- Risiko gangguan mental seperti depresi, kecemasan, hingga PTSD
Bahkan, dalam beberapa kasus, kekerasan bisa berujung pada kematian atau disabilitas jangka panjang.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Di tengah kekhawatiran ini, ada beberapa langkah yang bisa MomDad lakukan:
- Bangun komunikasi terbuka dengan anak
- Ajarkan anak mengenali situasi yang tidak nyaman
- Kenali siapa saja yang mengasuh anak
- Perhatikan perubahan perilaku sekecil apapun
- Pastikan anak tahu bahwa mereka boleh berkata “tidak”
Yang paling penting, jadilah tempat paling aman bagi anak untuk bercerita.
Di tengah rasa khawatir yang mungkin MomDad rasakan, satu hal yang paling penting untuk diingat bahwa anak selalu butuh satu tempat yang benar-benar aman, yaitu rumah, dan orang tuanya.
Yuk, mulai dari hal sederhana yaitu dengan hadir, mendengarkan, dan percaya pada cerita anak. Sebab, dari situlah rasa aman anak dibangun
Referensi: Child abuse - Symptoms & causes - Mayo Clinic




