primaku
Mitra resmi kami:
kemenkesidaibkkbn
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Mencegah Terlambat Bicara pada Anak

Author:

Topik: Pra-sekolah

Mencegah Terlambat Bicara pada Anak

Kecepatan seorang anak dalam belajar bicara berbeda satu sama lain. Pada usia dua tahun, anak diharapkan telah mampu mengucapkan kalimat yang terdiri atas dua kata. Namun, terdapat tanda – tanda perkembangan pada usia tertentu yang perlu dicapai sebelum ia mampu berbicara lancar. Ketika hal ini tidak terjadi, misalnya apabila pada ulang tahun pertama masih belum mengoceh babbling, ada baiknya berkonsultasi ke dokter anak agar dapat dilakukan penilaian.

Ada berbagai kemungkinan penyebab terlambat bicara pada anak, seperti kelainan bentuk organ penghasil suara, ganguan pendengaran, gangguan perilaku, gangguan perkembangan umum, specific language imparment, disabilitas intelektual, kurang stimulasi, masalah psikososial, maupun penyebab lainnya. Beberapa gangguan dapat terjadi bersamaan, misalnya anak dengan gangguan pendengaran juga memiliki gangguan perilaku.

Diagnosis penyebab terlambat bicara berbeda pada tiap anak, derajat bobotnya juga berbeda sehingga jenis penanganan dan lama terapi disesuaikan dengan masing – masing anak. Hasilnya pun berbeda. Sebagai contoh, penanganan anak yang terlambat bicara karena gangguan pendengaran. Pada kasus ini, disarankan agar anak memakai alat bantu dengar sejak dini, di samping terapi wicara dan terapi lain apabila dibutuhkan. Semakin dini dilakukan penanganan, diharapkan hasil yang dicapai akan maksimal.

Bagaimana pencegahan terlambat bicara ? Dalam banyak kasus, kuncinya ada pada stimulasi perkembangan yang baik dan ketepatan waktu dalam menemukan tanda awal penyimpangan perkembangan anak. Sayangnya, beberapa keadaan yang menyebabkan terlambat bicara terjadi sejak lahir bahkan sejak dikandungan, sehingga membutuhkan penanganan sedini mungkin. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Stimulasi perkembangan bicara dan bahasa dapat dilakukan sejak dini. Contoh kegiatannya adalah membaca dengan suara jelas, mangajak bayi dan anak bercakap – cakap, memberi respon terhadap ocehan bayi dengan kata – kata sederhana, menjawab pertanyaan, atau bernyanyi. Gawai dan televisi bukan metode stimulasi yang baik.

Pahami tahap perkembangan normal pada anak. Salah satu sumber acuan adalah buku kesehatan anak yang memuat data kelahiran , berat badan, dan rekam imunisasi yang diberikan segera setelah anak lahir. Rata – rata buku itu memuat panduan perkembangan normal dan stimulasi pada anak.

Lakukan pemeriksaan deteksi dini gangguan perkembangan secara berkala di fasilitas kesehatan. Deteksi ini dapat dilakukan pada hari ketiga setelah bayi lahir.

Kenali tanda bahaya gangguan perkembangan bicara dan bahasa pada anak. Yaitu tidak beruara sama sekali sampai usia 6 bulan, tidak mengoceh babbling sampai usia 12 bulan, tidak ada satu kata yang bukan mengoceh atau meniru ucapan orang lain pada usia 16 bulan, tidak mampu menunjuk untuk memperlihatkan ketertarikan terhadap benda pada usia 20 bulan, kurang mampu berbagi perhatian atau ketertarikan dengan orang lain pada usia 20 bulan, tidak mampu membuat frase yang bermakna setelah usia 24 bulan, orangtua masih tidak mengerti perkataan anak pada usia 30 bulan, sering mengulang ucapan orang pada usia 30 bulan, respon yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, hilangnya kemampuan bicara yang sebelumnya telah tercapai.

Penulis : Dr. Catharine M Sambo, Sp.A

Artikel iinin pernah dimuat di Apa Kata Dokter, Kompas, pada tanggal 16 Oktober 2016.

Ikatan Dokter Anak Indonesia

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Mencegah Anak Berperawakan Pendek
5 Feb 2018
cover
Pentingnya Imunisasi untuk Mencegah Wabah, Sakit Berat, Caca...
6 Feb 2018
cover
Mencegah Mabuk Perjalanan pada Anak
28 Feb 2018
cover
Tips Mencegah Sibling Rivalry
28 Feb 2018
cover
ASI dapat mencegah obesitas pada anak loh!
26 Nov 2021
cover
Cara Mencegah hingga Mengobati Tuberkulosis pada Anak
24 Des 2021
cover
MomDad, yuk Terapkan Pola Makan Ini pada Anak untuk Mencegah...
11 Mei 2022
cover
Hati-Hati Bisa Menular ke Ibu dan Bayi, Ketahui Cara Mencega...
16 Mei 2022
cover
ASI dapat Mencegah Obesitas pada Anak, Benar Enggak Ya?
18 Mei 2022
cover
Nutrisi Tepat Ibu Hamil untuk Mencegah si Kecil Stunting
2 Jun 2022
cover
Berisiko Obesitas, Ini Tips Mencegah Anak Minum Susu Berlebi...
8 Jul 2022
cover
Tips Mencegah Anak Berperawakan Pendek
30 Agu 2022
cover
Tips Mencegah Sibling Rivalry pada Anak berdasarkan Jarak Us...
18 Des 2022
cover
5 Kiat untuk Mencegah Stunting, Sudah Diterapkan Belum?
15 Feb 2023
cover
Tips Mencegah Anak Terlambat Bicara, Lakukan Hal Ini!
23 Mar 2023
cover
Kiat Mencegah & Menangani Penyebaran Demam Berdarah
6 Apr 2023
cover
Deretan Nutrisi yang dapat Mencegah Anak dari Stunting
3 Sep 2023
cover
Ini Peran Penting Imunisasi dalam Mencegah Stunting
13 Sep 2023
cover
Peran Zat Besi bagi Bayi dan Balita dalam Mencegah Anemia De...
16 Okt 2023
cover
Ini Peran Posyandu dalam Mencegah Stunting di 1000 Hari Pert...
20 Nov 2023
cover
Bahaya Resistensi Antibiotik dan Cara Mencegahnya
28 Mar 2024
cover
Vaksinasi Dengue: Salah Satu Cara Jitu Mencegah DBD pada Ora...
21 Jun 2024
cover
Pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Untuk Menc...
28 Agu 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
kemenkesidaibkkbn
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: