
Berapa Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan oleh Anak? Ini Panduannya
10 Mar 2022

Author: Tim PrimaKu
26 Nov 2025
Topik: Toilet Training
Salah satu tantangan terbesar dalam toilet training bagi banyak orang tua adalah kenyataan bahwa setiap keterampilan berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Seorang anak mungkin cepat belajar pipis di potty, tetapi membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum bisa BAB di sana. Ada pula anak yang lancar toilet training di siang hari, tetapi masih sering mengompol di malam hari hingga usia lima tahun.
Nah, karena urutan dan kecepatan perkembangan setiap keterampilan berbeda pada tiap anak, membandingkan satu anak dengan anak lainnya bukanlah cara yang tepat untuk menentukan apakah prosesnya “normal.” Dalam kebanyakan kasus, respons terbaik adalah tetap sabar, memberikan dukungan, dan memberi anak waktu untuk mencapai tahap berikutnya sesuai kesiapannya.
Mengapa Kontrol BAB sering Lebih Lambat?
Keterlambatan dalam mengontrol BAB bisa membuat orang tua khawatir, terutama ketika anak menunjukkan perilaku yang membingungkan seperti diam-diam BAB di lemari, bermain dengan feses, atau menangis ketika kotorannya dibuang ke toilet. Orang dewasa sering mengasosiasikan BAB dengan hal yang negatif, sehingga kita sulit mengingat bahwa anak kecil tidak memiliki pemahaman yang sama tentang kuman, kebersihan, atau norma sosial.
Sebaliknya, balita dan anak prasekolah justru sering merasa bangga terhadap “hasil” tubuhnya. Anak mengharapkan pujian, bukan ketidaknyamanan, dan bisa merasa ragu atau cemas saat harus membuangnya. Perasaan ini dapat semakin kuat pada masa ketika ia sedang sangat fokus pada penguasaan tubuh, privasi, atau ketika mereka takut dengan potty atau aspek lain dari toilet training yang belum bisa mereka jelaskan.
BAB Diam-Diam atau Bermain dengan Feses, Apakah Normal?
Dalam banyak kasus, perilaku seperti menyembunyikan feses, bermain dengan feses, atau menolak toilet training merupakan bagian perkembangan normal masa kanak-kanak yang akan berlalu jika orang tua tidak bereaksi berlebihan.
Beberapa anak menjadi lebih “siap” BAB di potty jika ia diberi kesempatan memindahkan fesesnya ke toilet dan menekannya untuk disiram sendiri. Pada beberapa situasi, orang tua mungkin perlu mengawasi penggunaan potty sampai fase bermain dengan feses ini berlalu.
Jika tidak ada masalah kesehatan atau situasi penting lainnya, terkadang solusi terbaik adalah menunggu hingga anak lebih matang. Banyak kasus menunjukkan bahwa perbedaan waktu antara keberhasilan toilet training untuk pipis dan BAB sebenarnya hanya sekitar tiga hingga empat minggu, meskipun awalnya terasa jauh lebih lama.
Bedwetting: Wajar Terjadi hingga Usia Sekolah Awal
Kontrol BAB saat malam biasanya berkembang lebih cepat dan alami. Namun, kontrol pipis pada malam hari muncul lebih lambat dan memerlukan usaha sadar. Banyak anak masih sulit mengontrol kandung kemih saat tidur, bahkan setelah toilet training siang hari berjalan lancar.
Ada beberapa fakta penting yang perlu MomDad ketahui:
Nah, karena konflik terkait masalah malam hari bisa berdampak ke perilaku toilet di siang hari, sebaiknya night training tidak terlalu ditekankan pada usia toddler hingga prasekolah. Jika si Kecil sudah bisa bangun dan ke toilet secara mandiri, biarkan ia melakukannya. Namun, apabila masih sering ngompol, gunakan training pants atau popok malam selama anak masih nyaman, dan tanggapi insiden dengan tenang.
Referensi: Stages of Toilet Training: Different Skills, Different Schedules - HealthyChildren.org

10 Mar 2022

8 Apr 2022

26 Sep 2022

7 Nov 2022