Kunci GTM, Berikan Anak Menu Ini & Biarkan Makan Sendiri!
Author: Tim PrimaKu
26 Mar 2026
Topik: GTM, Masalah MPASI, Tantangan MPASI, MPASI Anak
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Gerakan tutup mulut (GTM) merupakan salah satu masalah makan yang sangat umum terjadi pada anak usia dini, terutama di lima tahun pertama kehidupan. Padahal, berbagai penelitian menegaskan bahwa masa ini adalah periode krusial untuk membentuk kebiasaan makan sehat anak yang akan bertahan hingga dewasa. Anak dengan variasi makanan yang terbatas tidak hanya berisiko mengalami kesulitan makan berkepanjangan, tetapi juga dikaitkan dengan masalah emosi dan perhatian di kemudian hari. Karena itu, orang tua perlu strategi yang tepat dan praktis sejak dini, mulai dari pemilihan menu yang sesuai hingga memberi anak kesempatan makan sendiri, sebagai kunci penting mengatasi GTM dan membangun pola makan yang lebih sehat. [1]
Ajak Anak untuk Makan Sendiri
Belajar makan sendiri merupakan salah satu tahap penting dalam proses tumbuh kembang. Aktivitas ini bukan hanya soal memasukkan makanan ke mulut, tetapi juga bagian dari proses belajar yang mendukung banyak aspek perkembangan anak.
Makan sendiri (self-feeding) tidak hanya berperan dalam pemenuhan nutrisi, tetapi juga membantu anak untuk: [2]
- Menguatkan otot jari dan tangan serta melatih motorik halus, yang penting untuk memegang benda, menggunakan sendok dan garpu, hingga kegiatan seperti menggambar.
- Menguatkan otot mulut, lidah, dan rahang, yang berperan penting dalam proses makan, belajar minum, dan perkembangan kemampuan bicara.
- Mengenal dan memahami perilaku saat waktu makan.
- Mengenal berbagai rasa, aroma, suhu, dan tekstur makanan.
- Mengembangkan kemandirian anak sejak dini.
Semua kemampuan ini merupakan keterampilan dasar yang penting untuk kehidupan anak ke depannya.
Tips Eksplorasi Makan Sendiri
Saat si Kecil mulai dikenalkan dengan makanan padat, ia biasanya akan menunjukkan tanda ingin makan sendiri. Misalnya, anak mulai meraih sendok, mencoba mengambil makanan dari piring orang tua, atau ingin memegang makanan dengan tangannya sendiri. Ini merupakan tanda kesiapan yang baik dan seharusnya didukung oleh orang tua.
MomDad dapat mendorong eksplorasi makan sendiri dengan cara:
- Pastikan tekstur makanan cukup lembut agar mudah dikunyah.
- Usahakan potongan tidak terlalu besar atau panjang untuk mencegah tersedak.
- Pilih makanan yang aman dan sesuai usia anak.
- Biarkan anak mencoba makan sendiri, meskipun masih berantakan.
- Jangan takut kotor, karena itu bagian dari proses belajar.
Nah, salah satu pilihan menu yang bisa menemani momen eksplorasi makan sendiri adalah Promina Spaghetti Bolognese, yang dirancang khusus untuk kebutuhan anak.
Promina Spaghetti Bolognese hadir dengan ukuran potongan sekitar 3 cm yang membantu mengurangi risiko tersedak saat anak belajar makan sendiri. Dilengkapi topping daging asli sebagai sumber protein harian dan saus bolognese dari tomat asli yang lezat, menu ini dirancang agar disukai anak. Selain itu, Promina Spaghetti Bolognese siap disajikan hanya dalam 8 menit, praktis untuk orang tua, tanpa pengawet, pewarna, dan penguat rasa, serta diperkaya 11 vitamin, 5 mineral, omega 3 & 6, dan tinggi zat besi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Yuk, biarkan si Kecil eksplor makanannya dengan berikan Promina Spaghetti Bolognese, yang bisa didapatkan di e-commerce!
Referensi:
- Angela R Caldwell, Elizabeth R Skidmore, Lauren Terhorst, Ketki D Raina, Joan C Rogers, Cynthia A Danford, Roxanna M Bendix. Promoting Routines of Exploration and Play during Mealtime: Estimated Effects and Identified Barriers. Occup Ther Health Care. 2021 Aug 2;36(1):46–62.
- Babies and toddlers learning to feed themselves.




