5 November 2026
Pilih Stevia atau Gula Pasir untuk MPASI?
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: stevia atau gula pasir, stevia untuk bayi, gula untuk MPASI, pemanis MPASI, cara membaca label stevia, gula tambahan anak
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp.A.
Stevia atau gula pasir sering dipertimbangkan orang tua untuk membuat MPASI lebih disukai bayi. Namun, Kementerian Kesehatan RI menyebut gula tambahan pada MPASI tidak diperlukan, sedangkan CDC juga tidak merekomendasikan gula tambahan maupun pemanis rendah atau tanpa kalori untuk bayi dan anak kecil. Untuk MPASI, utamakan makanan bergizi dengan rasa alami tanpa tambahan pemanis. Jangan hanya percaya klaim “stevia”, “alami”, atau “zero sugar”.
Stevia atau Gula Pasir untuk MPASI?
Secara umum, keduanya tidak perlu ditambahkan pada MPASI bayi. Gula pasir menambah kalori tanpa memperkaya zat gizi penting, sedangkan stevia mempertahankan rasa sangat manis dan manfaat jangka panjang pemanis non-gula pada anak masih belum pasti. Bayi sedang belajar mengenali rasa asli sayur, protein hewani, kacang-kacangan, serealia, dan buah; fase ini sebaiknya tidak didominasi rasa manis.
Kemenkes RI menyarankan asupan gula berasal dari sumber alami seperti buah segar, bukan jus atau produk dengan tambahan pemanis. CDC menyatakan makanan dan minuman dengan gula tambahan, pemanis rendah kalori, atau pemanis tanpa kalori tidak direkomendasikan bagi bayi dan anak kecil.
Kasus Produk “Stevia” yang Ramai: Apa yang Sudah Diketahui?
Pada akhir Oktober 2026, beredar hasil uji laboratorium mandiri terhadap satu produk pemanis berlabel stevia. Pemberitaan menyebut adanya dugaan ketidaksesuaian antara klaim pada label dengan hasil uji, termasuk dugaan kandungan kalori, karbohidrat, sukralosa, dan neotam yang tidak tercantum.
Hal terpenting: temuan tersebut belum boleh diperlakukan sebagai kesimpulan resmi. Dalam penjelasan publiknya, BPOM menyatakan sedang melakukan penelusuran, pemeriksaan, pengambilan sampel, pengujian laboratorium, dan evaluasi. BPOM akan menyampaikan hasil setelah proses pengawasan selesai. Karena itu, angka dari pengujian mandiri tidak seharusnya digunakan untuk mendiagnosis risiko kesehatan atau menuduh pelanggaran sebagai fakta final.
BPOM menjelaskan bahwa produk yang diberitakan merupakan pemanis meja yang menggunakan glikosida steviol. Glikosida steviol memang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana dan 200–300 kali lebih manis daripada sukrosa. Namun, nama “stevia” pada bagian depan kemasan tidak otomatis berarti produk hanya berisi ekstrak stevia, bebas bahan pembawa, bebas pemanis lain, atau cocok untuk MPASI.
Mengapa Label “Stevia” Belum Tentu Menjelaskan Seluruh Produk?
Meski berlabel “stevia”, bukan berarti produk tersebut hanya mengandung pemanis dari tanaman stevia. Beberapa produk juga mengandung bahan tambahan lain, sehingga penting bagi MomDad untuk memeriksa komposisinya sebelum membeli.
1. Nama depan kemasan bukan daftar komposisi
Nama pemasaran menonjolkan bahan tertentu, sedangkan daftar komposisi menunjukkan bahan yang digunakan. Periksa kemungkinan gula, maltodekstrin, dekstrosa, eritritol, sukralosa, neotam, atau bahan pembawa lain. Posisi bahan dalam daftar komposisi biasanya mencerminkan urutan jumlah, meski aturan khusus tetap mengikuti regulasi label.
2. “Tanpa gula” tidak selalu berarti tidak manis
Produk dapat tidak mengandung sukrosa tetapi tetap menggunakan pemanis intensitas tinggi. Sebaliknya, produk berlabel stevia dapat diformulasikan dengan bahan lain agar volumenya mudah ditakar. Karena itu, baca klaim, komposisi, dan Informasi Nilai Gizi sebagai satu kesatuan.
3. Takaran saji dapat terlihat kecil
Informasi energi, karbohidrat, atau gula sering ditampilkan per sajian, bukan per kemasan atau per 100 gram. Hitung berapa sajian yang benar-benar digunakan. Untuk MPASI, pertanyaan utamanya bukan hanya “berapa kalorinya”, melainkan “apakah rasa manis tambahan ini memang diperlukan?”
4. Izin edar bukan alasan untuk mengabaikan petunjuk pakai
BPOM menegaskan pemanis harus digunakan sesuai petunjuk label dan tidak berlebihan. Terapkan CEK KLIK: cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa. Bila ada ketidaksesuaian atau keluhan, laporkan melalui kanal resmi BPOM.
Apakah Stevia Aman untuk Bayi?
Glikosida steviol merupakan bahan tambahan pangan pemanis alami yang diizinkan dalam kategori dan batas tertentu. BPOM mencantumkan acceptable daily intake atau ADI glikosida steviol sebesar 0–4 mg/kg berat badan per hari sebagai steviol. ADI bukan target konsumsi dan bukan alasan untuk menambahkan stevia ke MPASI; angka tersebut adalah batas paparan harian yang dinilai dapat diterima sepanjang hidup.
WHO pada 2023 merekomendasikan agar pemanis non-gula, termasuk stevia, tidak digunakan sebagai strategi jangka panjang untuk mengontrol berat badan atau menurunkan risiko penyakit tidak menular. Rekomendasi tersebut berlaku bagi anak dan dewasa, tetapi bukan penilaian toksikologi setiap bahan dan tidak menggantikan batas aman JECFA atau regulator.
American Academy of Pediatrics juga menyoroti keterbatasan bukti mengenai dampak jangka panjang pemanis nonnutritif pada anak serta kesulitan mengetahui jumlah pemanis dalam produk. Untuk bayi yang baru belajar makan, pendekatan paling sederhana adalah tidak membentuk kebiasaan bergantung pada rasa sangat manis.
Bagaimana dengan Gula Pasir?
Gula pasir mudah dikenali dan kandungannya lebih transparan, tetapi bukan berarti diperlukan untuk MPASI. Gula tambahan dapat mengambil ruang kalori yang seharusnya diisi protein, zat besi, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Paparan rasa manis berulang juga dapat membentuk preferensi terhadap makanan manis.
Kemenkes RI menyebut MPASI yang baik tidak menggunakan gula dan garam tambahan. Dalam pedoman pemberian makan bayi dan anak, gula tambahan perlu dibatasi; sumber rasa manis yang disarankan adalah buah segar, bukan jus, sirup, atau produk dengan tambahan pemanis.
Cara Membuat MPASI Lebih Enak Tanpa Gula atau Stevia
Gunakan bahan dengan rasa alami seperti labu, ubi, jagung, wortel, pisang, pir, atau apel matang sebagai bagian dari menu seimbang, bukan untuk membuat semua menu terasa manis. Tambahkan aroma dari bawang, jahe, kunyit, daun salam, atau rempah lembut sesuai toleransi. Padukan sumber karbohidrat dengan protein hewani, sayur, dan lemak agar makanan padat energi serta zat gizi.
Bila anak menolak makanan, jangan langsung menambahkan pemanis. Coba ulang paparan pada hari berbeda, sesuaikan tekstur, porsi, suhu, dan waktu makan, serta terapkan responsive feeding. Penolakan awal tidak selalu berarti anak tidak menyukai makanan tersebut selamanya.
FAQ seputar Stevia, Gula, dan MPASI
Q: Bolehkah bayi berusia 6 bulan diberi stevia?
A: Tidak perlu. MPASI usia 6 bulan sebaiknya mengenalkan rasa alami dan memenuhi kebutuhan zat gizi. Pemanis rendah atau tanpa kalori tidak direkomendasikan untuk bayi dan anak kecil kecuali ada alasan medis serta arahan tenaga kesehatan.
Q: Apakah gula pasir lebih aman daripada stevia untuk MPASI?
A: Gula pasir lebih mudah dikenali komposisinya, tetapi tetap tidak diperlukan sebagai tambahan MPASI. Pertanyaan terbaik bukan mana yang lebih aman untuk rutin digunakan, melainkan apakah bayi membutuhkannya. Pada umumnya, jawabannya tidak.
Q: Apakah buah boleh digunakan untuk memberi rasa manis?
A: Boleh. Buah utuh yang sesuai usia memberikan rasa manis alami sekaligus serat dan zat gizi. Tetap berikan variasi makanan dan jangan menjadikan buah sebagai pemanis untuk setiap menu agar anak mengenal beragam rasa.
Q: Bagaimana cara memastikan produk benar-benar mengandung stevia?
A: Baca daftar komposisi, bukan hanya nama produk. Cari istilah glikosida steviol atau steviol glycosides, lalu periksa bahan lain, takaran saji, Informasi Nilai Gizi, izin edar, dan pengumuman resmi BPOM.
Q: Apakah klaim “zero sugar” berarti aman untuk bayi?
A: Tidak otomatis. Klaim tersebut tidak menunjukkan keseluruhan kandungan, tingkat kemanisan, atau kesesuaian untuk usia bayi. Produk mungkin memakai pemanis lain dan tetap tidak dibutuhkan dalam MPASI.
MomDad dapat membaca artikel seputar MPASI, nutrisi, keamanan pangan, dan tumbuh kembang di PrimaKu yang sudah divalidasi langsung oleh dokter anak. Konten kesehatan PrimaKu membantu keluarga memahami informasi dengan bahasa praktis; untuk kebutuhan individual, konsultasikan kondisi si Kecil dengan dokter anak. Klik di sini untuk download aplikasi PrimaKu.
Referensi:
1. Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Penjelasan Publik tentang Produk Bahan Tambahan Pangan Pemanis Alami Stevia. BPOM RI; 2026.
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Batasi Gula dan Garam untuk MPASI. Kemenkes RI; 2024.
3. World Health Organization. Use of Non-Sugar Sweeteners: WHO Guideline. WHO; 2023.
4. Centers for Disease Control and Prevention. Foods and Drinks to Avoid or Limit: Infant and Toddler Nutrition. CDC; 2026.
5. Baker-Smith CM, de Ferranti SD, Cochran WJ, et al. The Use of Nonnutritive Sweeteners in Children. American Academy of Pediatrics; 2019.
6. World Health Organization. Healthy Diet: Keys to Eating Well. WHO; 2020, diperbarui 2026.
7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pentingnya dan Tahap Pemberian MPASI pada Bayi. Kemenkes RI; 2022.





