25 Juli 2026
Dongeng: Kisah Lutung Kasarung dan Purbasari
Ditulis oleh

Tim PrimaKu
Topik: Dongeng Anak, Buku Dongeng, Cerita Dongeng, Dongeng
Pada zaman dahulu, berdirilah sebuah kerajaan di tanah Pasundan yang dipimpin oleh seorang raja bijaksana bernama Prabu Tapa Agung.
Sang Prabu memiliki beberapa orang putri. Di antara mereka, ada dua putri bernama Purbararang dan Purbasari.
Purbararang adalah putri sulung, sedangkan Purbasari merupakan putri bungsu yang dikenal berhati lembut, ramah, dan menyayangi rakyat.
Ketika usianya semakin tua, Prabu Tapa Agung memutuskan untuk turun dari takhta.
Setelah mempertimbangkan dengan matang, sang Prabu memilih Purbasari untuk meneruskan kepemimpinannya.
Keputusan itu membuat Purbararang sangat kecewa.
"Seharusnya aku yang menjadi ratu. Aku adalah kakaknya!" pikir Purbararang.
Rasa kecewa itu perlahan berubah menjadi iri hati.
Purbasari Diasingkan ke Hutan
Purbararang tidak ingin Purbasari menjadi pemimpin kerajaan. Ia kemudian menyusun rencana untuk menyingkirkan adiknya.
Dengan bantuan ilmu sihir, kulit Purbasari dibuat dipenuhi bercak hitam.
Purbararang lalu menggunakan keadaan tersebut sebagai alasan untuk mengatakan bahwa Purbasari tidak pantas menjadi ratu.
Akhirnya, Purbasari dibawa jauh dari istana dan diasingkan ke sebuah hutan.
Purbasari tentu merasa sedih. Dalam waktu singkat, ia harus meninggalkan keluarga, istana, dan kehidupan yang selama ini dikenalnya.
Namun, Purbasari tidak membiarkan kesedihan mengubah kebaikan hatinya.
Ia mulai menjalani kehidupan sederhana di tengah hutan.
Burung-burung berkicau menemaninya setiap pagi. Rusa dan berbagai hewan hutan mulai terbiasa dengan kehadirannya.
Hingga suatu hari, datanglah seekor lutung berbulu hitam.
Namanya Lutung Kasarung.
Pertemuan dengan Lutung Kasarung
Tidak seperti lutung lainnya, Lutung Kasarung tampak sangat cerdas.
Ia sering datang membantu Purbasari mencari buah dan makanan. Ketika Purbasari merasa kesepian, Lutung Kasarung juga selalu berada di dekatnya.
Purbasari tidak pernah mengusir atau memperlakukannya dengan buruk.
"Terima kasih sudah menjadi temanku," kata Purbasari.
Yang tidak diketahui Purbasari, Lutung Kasarung sebenarnya bukanlah lutung biasa.
Menurut legenda, ia adalah Guru Minda, seorang penghuni kahyangan yang turun ke bumi dalam wujud seekor lutung.
Telaga Ajaib di Tengah Hutan
Melihat kebaikan hati Purbasari, Lutung Kasarung ingin membantunya.
Ia memohon pertolongan kepada kekuatan kahyangan.
Tak lama kemudian, terbentuklah sebuah telaga dengan air yang sangat jernih di tengah hutan.
Lutung Kasarung mengajak Purbasari mendekati telaga tersebut.
Purbasari kemudian membasuh tubuhnya dengan air telaga.
Sesuatu yang menakjubkan pun terjadi.
Perlahan, bercak-bercak hitam pada kulitnya menghilang. Kulit Purbasari kembali seperti semula.
Purbasari sangat bersyukur.
Namun, kebahagiaannya tidak membuatnya melupakan sahabat yang selalu menemaninya.
Ia tetap menyayangi Lutung Kasarung seperti sebelumnya.
Purbararang Memberikan Tantangan
Kabar mengenai Purbasari akhirnya sampai ke istana.
Purbararang terkejut mengetahui adiknya telah kembali sehat. Ia pun mendatangi Purbasari dan memberikan berbagai tantangan untuk menentukan siapa yang lebih pantas menjadi ratu.
Salah satunya adalah membandingkan panjang rambut mereka.
Ketika rambut keduanya diurai, ternyata rambut Purbasari lebih panjang dan indah.
Purbararang belum mau mengalah.
Ia kemudian menunjukkan tunangannya, Indrajaya, dan menantang Purbasari menunjukkan siapa calon pendampingnya.
Purbasari terdiam.
Ia memang tidak memiliki seorang pangeran yang menemaninya.
Namun kemudian, Purbasari melihat Lutung Kasarung yang selama ini selalu berada di sisinya.
Dengan penuh keyakinan, ia berkata bahwa Lutung Kasarung adalah pendampingnya.
Purbararang tertawa.
"Bagaimana mungkin seekor lutung dapat dibandingkan dengan seorang pangeran?"
Purbasari tidak merasa malu.
Baginya, Lutung Kasarung telah menunjukkan kebaikan dan kesetiaan ketika dirinya sedang mengalami masa paling sulit.
Rahasia Lutung Kasarung Terungkap
Mendengar perkataan Purbasari, Lutung Kasarung kemudian memohon kepada kahyangan agar wujud aslinya dikembalikan.
Tiba-tiba, cahaya terang menyelimuti tubuhnya.
Bulu hitamnya perlahan menghilang.
Di hadapan semua orang, Lutung Kasarung berubah menjadi seorang pemuda tampan dan gagah.
Ia adalah Guru Minda.
Semua orang terkejut, termasuk Purbararang.
Kini, Purbararang tidak lagi memiliki alasan untuk merendahkan Purbasari.
Purbasari pun akhirnya kembali ke kerajaan dan menerima haknya untuk memimpin.
Sementara itu, Purbararang menyadari kesalahannya.
Dalam beberapa versi legenda, Purbasari memilih untuk memaafkan kakaknya dan tidak membalas perlakuan buruk yang pernah diterimanya.
Purbasari kemudian hidup bahagia bersama Guru Minda dan memimpin kerajaan dengan hati yang baik.
Pesan Moral dari Dongeng Lutung Kasarung
Kisah Lutung Kasarung mengajarkan bahwa kebaikan seseorang tidak dapat dinilai hanya dari penampilan luarnya, Purbasari tetap menghargai Lutung Kasarung ketika semua orang melihatnya hanya sebagai seekor lutung.
Dongeng ini juga mengajarkan tentang pentingnya tidak iri terhadap keberhasilan orang lain, tetap berbuat baik meskipun sedang menghadapi kesulitan, serta memiliki hati yang mau memaafkan.
Kebaikan, kesetiaan, dan ketulusan pada akhirnya jauh lebih berharga daripada penampilan maupun kedudukan.
Dongeng Lutung Kasarung menjadi salah satu kekayaan cerita rakyat Nusantara yang dapat dikenalkan kepada si Kecil sejak dini. Melalui perjalanan Purbasari dan Lutung Kasarung, anak dapat mengenal nilai kebaikan hati, kesetiaan, keberanian, dan sikap tidak mudah menilai seseorang berdasarkan penampilannya.
MomDad juga dapat menjadikan cerita ini sebagai kesempatan untuk mengenalkan si Kecil pada legenda dan budaya Sunda yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.





