primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Mungkinkah Mom Alami Baby Blues setelah Melahirkan Anak Kedua?

Author: Radhita Rara

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti Sp.A

Topik: Baby Blues, Melahirkan

Mengandung dan melahirkan anak seharusnya jadi momen yang membahagiakan, ya. Namun, ada kondisi tertentu lho yang membuat Mom jadi sedih atau biasa disebut baby blues.

Kondisi ini sebenarnya banyak dialami seorang ibu, karena suasana hati yang tidak menentu pasca melahirkan. Biasanya mood ibu belum stabil diakibatkan banyak hal. Nah, untuk mengetahui mengenai baby blues dan kemungkinan hal ini terjadi saat melahirkan anak kedua, simak saja langsung di artikel berikut ini!

Pengertian baby blues

young-mother-30-40-years-old-is-experiencing-postnatal-depression_106434-40.jpg

Baby blues syndrome adalah perasaan sedih yang dialami ibu setelah melahirkan. Kondisi ini biasa muncul mulai hari ke-2 atau ke-3 pasca persalinan dan akan menghilang sekitar setelah minggu kedua kelahiran bayi.

Baby blues biasanya ditandai dengan perubahan emosi yang cukup signifikan. Mom yang mengalami baby blues sering menangis dan takut tidak bisa mengurus bayinya dengan baik.

Mungkinkah Mom alami baby blues setelah melahirkan anak kedua?

close-up-tired-mom-taking-care-newborn-baby_23-2149125020.jpg

Baby blues dialami oleh 4 dari 5 ibu yang baru saja melahirkan. Kondisi ini dapat dialami walaupun ibu sudah melahirkan beberapa kali, pada usia berapa pun, dan dari status sosial mana pun.

Mom yang sudah pernah mengalami baby blues usai melahirkan anak pertama juga bisa mengalami risiko kondisi yang sama untuk persalinan kedua dan seterusnya. Terlebih jika kondisi saat melahirkan anak pertama kurang persiapan atau tidak mendapatkan dukungan keluarga.

Penyebab baby blues

sub 3 (1).jpg

  • Baby blues bisa dipicu oleh beberapa hal, misalnya saja perubahan hormon yang cukup signifikan, kurang tidur, ketidaksiapan Mom memiliki anak lagi, hingga riwayat gangguan mental.
  • Perubahan kadar hormon dialami Mom pasca melahirkan. Kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh umumnya mengalami penurunan, sehingga Mom akan mengalami mood swing dan mudah tertekan atau kelelahan. 
  • Baby blues juga bisa dialami Mom yang merasa cemas tidak mampu merawat si Kecil dan mengkhawatirkan kesehatan anaknya. Biasanya hal ini terjadi karena trauma dengan anak pertama yang mengalami hal yang sama. 
  • Kurang tidur dan kelelahan setelah melahirkan juga bisa jadi penyebabnya. Waktu tidur yang berkurang karena harus banyak terjaga di malam hari membuat Mom lebih sensitif saat menghadapi berbagai hal sehingga berpengaruh pada saat merawat anak.

Umumnya baby blues terjadi hanya dalam kurun waktu dua minggu saja. Namun, jika gejala ini tidak berkurang, sebaiknya periksakan pada dokter, ya, Mom. Pasalnya jika tidak ditangani bisa berdampak besar pada kesehatan mental Mom secara keseluruhan. 

Ingin tahu tips dan informasi lainnya seputar kesehatan si Kecil, serta Mom? Ayo, baca artikel di aplikasi PrimaKu atau kunjungi primaku.com. Selain itu, MomDad bisa juga menonton seluruh tayangan ulang webinar di aplikasi, lho. Tak ketinggalan, follow juga akun Instagram dan TikTok PrimaKu supaya enggak ketinggalan update informasi seputar kesehatan anak dan parenting lifestyle!

Sumber foto: Freepik

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Sinusitis pada Anak, mungkinkah ?
28 Feb 2018
cover
Batuk yang Tidak Kunjung Sembuh, Mungkinkah Gejala Awal Asma...
8 Jul 2022
cover
Anak nggak Mau Makan, Mungkinkah Alami Trauma Makan?
10 Agu 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: