
Pola tidur pada anak
25 Jan 2018

Author: Tim PrimaKu
15 Feb 2026
Topik: Tipe Parenting, Parenting, Parenting Lifestyle
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Namun, dalam praktik sehari-hari, ada beberapa pola asuh yang tanpa disadari dapat berdampak negatif pada perkembangan emosi, perilaku, dan kepercayaan diri anak. Pola asuh bukan hanya tentang kasih sayang, tetapi juga tentang batasan, konsistensi, dan cara berkomunikasi. Nah, beberapa tipe pola asuh ini sebaiknya MomDad hindari ya, karena bisa berdampak negatif pada anak.
1. Pola Asuh Terlalu Otoriter (Authoritarian Parenting)
Pola asuh otoriter sangat menekankan aturan dan kepatuhan. Orang tua cenderung tegas, minim diskusi, dan sering menggunakan hukuman. Anak dituntut patuh tanpa banyak penjelasan. Dampaknya, anak bisa menjadi penurut tetapi kurang percaya diri atau sulit mengekspresikan emosi.
Pola asuh ini ditandai dengan:
Anak yang tumbuh dalam lingkungan otoriter cenderung:
Menurut American Psychological Association (APA), pendekatan yang terlalu keras dapat memengaruhi regulasi emosi dan harga diri anak.
2. Pola Asuh Terlalu Membebaskan (Permissive Parenting)
Pola asuh ini penuh kehangatan tetapi minim batasan. Orang tua jarang menetapkan aturan atau konsekuensi dan cenderung mengikuti keinginan anak. Anak bisa merasa dicintai, namun berisiko kesulitan mengontrol diri dan kurang disiplin.
Permissive parenting sangat hangat namun minim batasan. Anak diberi kebebasan luas tanpa struktur yang jelas.
Dampaknya dapat berupa:
Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya struktur dapat menghambat perkembangan kontrol diri, yang merupakan keterampilan penting dalam kehidupan sosial.
3. Pola Asuh Lalai (Neglectful Parenting)
Pola asuh neglectful dengan keterlibatan orang tua yang rendah, baik secara emosional maupun fisik. Kebutuhan dasar anak mungkin terpenuhi, tetapi perhatian dan dukungan emosional minim. Anak berisiko merasa tidak diperhatikan dan mengalami kesulitan dalam perkembangan sosial maupun emosional.
Dalam pola ini, keterlibatan orang tua sangat minim, baik secara emosional maupun fisik.
Dampak yang mungkin muncul:
American Academy of Pediatrics (AAP) menekankan pentingnya keterlibatan aktif orang tua dalam membentuk rasa aman dan keterikatan (attachment).
4. Pola Asuh yang Tidak Konsisten
Aturan yang berubah-ubah, konsekuensi yang tidak jelas, dan respons emosional yang tidak stabil juga dapat membingungkan anak.
Anak bisa:
Konsistensi adalah salah satu kunci pembentukan perilaku yang sehat.
Mengapa Pola Asuh Sangat Berpengaruh?
Perkembangan otak anak, terutama pada lima tahun pertama kehidupan, sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan orang tua. Hubungan yang hangat dan responsif, disertai batasan yang jelas, membantu anak mengembangkan:
Bagaimana Menemukan Pola Asuh yang Seimbang?
Pendekatan yang paling banyak direkomendasikan adalah pola asuh authoritative, yaitu kombinasi antara:
Dengan begini, anak tetap merasa dicintai, tetapi juga memahami batasan.
Pola asuh bukan tentang menjadi orang tua yang sempurna, tetapi tentang terus belajar dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan anak. Dengan memahami gaya pengasuhan yang berisiko berdampak negatif, orang tua dapat melakukan refleksi dan membangun pendekatan yang lebih seimbang. Kasih sayang yang disertai batasan dan konsistensi akan membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara emosional dan sosial.
Referensi:

25 Jan 2018

28 Apr 2022

2 Mei 2022

11 Mei 2022
