Awas, Kalangan Ini Berisiko Alami Pneumonia Berat!
Author: Tim PrimaKu
20 Feb 2026
Topik: Pneumonia, risiko tinggi, Kesehatan Paru
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Pneumonia sering dianggap sebagai penyakit yang hanya berisiko bagi orang tua atau mereka yang sudah sakit. Namun, ada kelompok yang berisiko lebih tinggi untuk mengalaminya dalam bentuk yang lebih berat. Ketika pneumonia berkembang menjadi lebih serius, bisa terjadi komplikasi yang mengancam jiwa, terutama pada kelompok tertentu seperti anak kecil, lansia, dan individu dengan kondisi medis tertentu.
Pneumonia sering dianggap sebagai penyakit yang hanya berisiko bagi orang tua atau mereka yang sudah sakit. Padahal, anak kecil, lansia, ibu hamil, hingga individu dengan penyakit kronis juga termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami pneumonia dalam bentuk yang lebih berat.
Untuk membantu mengurangi risiko tersebut, MomDad bisa mempertimbangkan langkah preventif melalui Vaccine Combo PCV20 + Influenza di PrimaKu . Dengan Rp1.350.000 (sudah termasuk jasa suntik), satu paket ini bisa digunakan untuk dua orang, fleksibel untuk anak dan ibu, anak dan bapak, atau dua anak sekaligus. Lebih hemat hingga 500 ribuan dan pastinya lebih praktis. Promo hanya sampai 14 Maret dan kuota terbatas.
Mengetahui siapa yang berisiko mengalami pneumonia berat dapat membantu kita lebih waspada dan lebih cepat mengambil langkah preventif.
Siapa Saja yang Berisiko Mengalami Pneumonia Berat?
Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami pneumonia dengan komplikasi yang lebih parah. Berikut adalah kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih:
- Anak di Bawah 5 Tahun
Anak-anak yang masih dalam fase pertumbuhan rentan terhadap infeksi pernapasan. Sistem kekebalan tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang, membuat mereka lebih mudah terinfeksi virus atau bakteri yang menyebabkan pneumonia. Pneumonia pada anak juga lebih mudah berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia bakterial.
Berdasarkan data World Health Organization (WHO), pneumonia merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak di bawah lima tahun di seluruh dunia.
2. Lansia (Di atas 65 Tahun)
Seiring bertambahnya usia, fungsi sistem imun semakin menurun. Lansia lebih rentan terhadap infeksi pernapasan dan lebih mungkin mengalami pneumonia berat yang dapat mempengaruhi fungsi paru-paru mereka. Pneumonia pada lansia juga cenderung lebih sulit diobati karena adanya kondisi medis yang mendasari, seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), lansia yang mengidap penyakit kronis berisiko lebih besar terkena komplikasi pneumonia yang memerlukan perawatan intensif.
3. Individu dengan Penyakit Kronis
Penderita penyakit jantung, diabetes, asma, atau penyakit paru lainnya sangat rentan mengalami pneumonia berat. Penyakit-penyakit ini melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi. Komplikasi pneumonia pada individu dengan penyakit kronis sering kali lebih parah dan memerlukan penanganan medis lebih intensif.
Pneumonia dapat memperburuk kondisi jantung dan paru-paru pada individu dengan riwayat penyakit ini.
4. Wanita Hamil
Wanita hamil memiliki sistem imun yang sedikit tertekan untuk melindungi janin. Ini menjadikan wanita hamil lebih rentan terhadap infeksi, termasuk pneumonia. Pneumonia pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi serius, baik bagi ibu maupun bayi yang sedang berkembang.
Berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil yang menderita pneumonia lebih berisiko mengalami kelahiran prematur atau bahkan kematian.
5. Individu dengan Sistem Imun Lemah
Orang dengan HIV/AIDS, pasien kanker yang menjalani kemoterapi, atau mereka yang menerima transplantasi organ memiliki sistem imun yang lemah dan lebih rentan terhadap infeksi berat, termasuk pneumonia. Sistem imun yang tidak berfungsi optimal membuat tubuh lebih kesulitan untuk melawan bakteri atau virus yang menyebabkan pneumonia.
Gejala Pneumonia yang Perlu Diwaspadai
Gejala pneumonia bisa bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala yang umum ditemukan pada pneumonia adalah:
- Batuk yang tidak kunjung sembuh
- Demam tinggi disertai menggigil
- Sesak napas atau napas cepat
- Nyeri dada saat bernapas atau batuk
- Kelelahan yang luar biasa
- Kesulitan makan atau minum pada anak-anak
Jika gejala-gejala ini muncul pada kelompok berisiko, segera lakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Pencegahan Pneumonia yang Bisa Dilakukan
Untuk mengurangi risiko terkena pneumonia, langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
- Vaksinasi
Vaksinasi influenza dan vaksin pneumokokus dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi yang dapat berkembang menjadi pneumonia.
- Menjaga Kebersihan
Mencuci tangan secara teratur dapat mengurangi risiko penyebaran kuman dan bakteri penyebab pneumonia.
- Menghindari Paparan Asap Rokok
Paparan asap rokok meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan dan pneumonia.
- Menjaga Kesehatan Paru-Paru
Menghindari polusi udara dan menjaga berat badan sehat sangat penting untuk menjaga kesehatan paru-paru.
Pneumonia memang bisa menyerang siapa saja, tetapi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat. Karena itu, langkah preventif menjadi semakin penting.
Melengkapi perlindungan dengan vaksin influenza dan vaksin pneumokokus dapat membantu menurunkan risiko infeksi yang berpotensi berkembang menjadi pneumonia. Dengan perencanaan yang tepat, MomDad bisa memberikan proteksi ekstra bagi keluarga sebelum risiko meningkat.
Referensi:
- Influenza (seasonal) | WHO.
- Pneumococcal Disease Symptoms and Complications.
- HOPWOOD, HERBERT G. Jr., LT. CDR. (MC), USN. Pneumonia in Pregnancy. Obstetrics & Gynecology 25(6):p 875-879, June 1965.
- McCullers JA. The Co-Pathogenesis of Influenza Viruses with Bacteria in the Lung. Nature Reviews Microbiology.




