
Pentingnya Imunisasi untuk Mencegah Wabah, Sakit Berat, Cacat, dan Kematian Bayi – Balita
6 Feb 2018

Author: Dhia Priyanka
23 Mar 2026
Topik: Batuk Pilek, Anak Sakit, BB Stuck, Berat Badan
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Banyak orang tua merasa khawatir ketika melihat berat badan anak tidak kunjung naik, terutama setelah anak sering mengalami batuk pilek. Kondisi ini cukup sering terjadi, khususnya pada bayi dan balita yang memang masih rentan terhadap infeksi saluran napas atas.
Pertanyaannya, apakah kondisi ini masih wajar, atau perlu diwaspadai?
Dalam banyak kasus, berat badan yang stagnan setelah anak sering sakit bisa terjadi dan masih tergolong wajar, terutama jika hanya berlangsung sementara. Namun, jika berlangsung lama atau disertai tanda lain, kondisi ini perlu dievaluasi lebih lanjut.
Mengapa Batuk Pilek Bisa Mempengaruhi Berat Badan?
Batuk pilek (infeksi saluran napas atas) umumnya disebabkan oleh virus dan dapat terjadi berulang pada anak, terutama di usia di bawah 5 tahun. Saat anak sakit, tubuh mengalami beberapa perubahan yang dapat memengaruhi pertumbuhan, khususnya berat badan.
1. Nafsu Makan Menurun
Saat batuk pilek, anak sering mengalami hidung tersumbat, tenggorokan tidak nyaman, atau demam. Kondisi ini dapat membuat anak malas makan atau minum, sehingga asupan energi dan nutrisi berkurang.
Jika hal ini terjadi selama beberapa hari atau berulang, berat badan anak bisa sulit naik.
2. Kebutuhan Energi Meningkat
Ketika tubuh melawan infeksi, sistem imun bekerja lebih aktif dan membutuhkan energi lebih banyak. Artinya, meskipun anak makan seperti biasa, energi tersebut lebih banyak digunakan untuk proses penyembuhan, bukan untuk pertumbuhan.
Akibatnya, berat badan bisa stagnan atau bahkan sedikit turun.
3. Gangguan Pola Makan
Anak yang sering sakit biasanya memiliki pola makan yang tidak teratur. Misalnya, saat sakit anak makan sangat sedikit, lalu setelah sembuh belum langsung kembali ke pola makan normal.
Ketidakseimbangan ini dapat memengaruhi kenaikan berat badan dalam jangka pendek.
4. Frekuensi Sakit yang Berulang
Anak yang sering mengalami batuk pilek berulang—misalnya hampir setiap bulan—memiliki waktu pemulihan yang terbatas. Tubuh belum sempat “mengejar” pertumbuhan sebelum kembali sakit.
Dalam kondisi seperti ini, pertumbuhan berat badan bisa tampak melambat.
Kapan Kondisi Ini Masih Wajar?
Berat badan yang tidak naik setelah anak sering batuk pilek masih dianggap wajar jika:
Pada kondisi ini, biasanya berat badan anak akan kembali meningkat setelah anak pulih dan asupan makan membaik.
Kapan Harus Diwaspadai?
Orang tua perlu lebih waspada jika ditemukan tanda-tanda berikut:
Kondisi ini dapat mengarah pada masalah gizi atau adanya penyakit lain yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Untuk membantu mengejar pertumbuhan setelah anak sering sakit, beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Pendekatan ini membantu memastikan anak mendapatkan cukup nutrisi untuk mengejar pertumbuhan yang sempat tertunda.
Berat badan anak yang tidak naik setelah sering batuk pilek merupakan kondisi yang cukup umum dan sering kali bersifat sementara. Hal ini terjadi karena penurunan nafsu makan, peningkatan kebutuhan energi saat sakit, serta pola makan yang terganggu.
Namun, MomDad tetap perlu memperhatikan durasi dan kondisi anak secara keseluruhan. Jika berat badan tidak kunjung naik atau disertai tanda lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya dilakukan evaluasi lebih lanjut.
Dengan perawatan yang tepat, nutrisi yang optimal, dan pencegahan infeksi, anak umumnya dapat kembali ke jalur pertumbuhan yang sehat.
Referensi:

6 Feb 2018

3 Agu 2021

12 Sep 2021

5 Apr 2022