
Pemberian Makan pada Bayi: Kapan, Apa, dan Bagaimana?
6 Feb 2018
Author: dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A
12 Sep 2021
Topik: Berat Badan, 6-12 Bulan, 0-6 Bulan, 1-3 Tahun
Kenaikan berat badan merupakan parameter pertumbuhan yang cukup sensitif untuk melihat kecukupan nutrisi si kecil. Masa 1000 hari pertama kehidupan merupakan waktu-waktu krusial karena 80% volume otak dewasa terbentuk pada fase ini. Kecepatan pertumbuhan paling tinggi terjadi di dalam kandungan, kemudian menurun secara bertahap di tahun pertama kehidupan, sampai mencapai kecepatan konstan di masa kanak-kanak, yang kemudian dilanjutkan dengan lonjakan di masa pubertas.
Penting bagi orangtua untuk mengetahui kenaikan berat badan normal seorang anak. Di tahun pertama, kenaikan berat badan di 3 bulan pertama adalah sekitar 750-1000 gram/bulan, kemudian di bulan ke-3 sampai 6 bulan kenaikan berat badan 600 gram/bulan, bulan ke-6 sampai 9 bulan kenaikan berat badan sekitar 450 gram/bulan, dan di bulan ke-9 sampai usia 12 bulan kenaikannya adalah sekitar 225 gram/bulan. Setelah mencapai masa kanak-kanak, maka laju pertumbuhan melambat dan kenaikan berat badan 150-250 gram/bulan.
Namun, angka-angka tersebut hanyalah patokan kasar, penilaian kenaikan berat badan yang paling tepat adalah dengan menggunakan kurva pertumbuhan. Dengan kurva pertumbuhan, kita dapat menilai apakah anak kita tumbuh terlalu cepat atau terlalu lambat. Pertumbuhan yang terlalu lambat, mungkin akan merugikan, seperti yang akan kita jelaskan di bawah. Namun, pertumbuhan yang terlalu cepat juga akan sangat merugikan di kemudian hari.
Kondisi berat badan yang naik lambat, atau kenaikan yang berada di bawah persentil 5 tabel kenaikan berat badan WHO dua kali berturut-turut disebut sebagai weight faltering. Weight faltering dikaitkan dengan penurunan IQ sebesar 3-4 poin. Tata laksana segera dan adekuat diperlukan agar kondisi weight faltering ini tidak sampai jatuh ke gizi kurang atau gizi buruk, atau bahkan sampai ke stunting karena akan menurunkan IQ lebih jauh 15 poin. Namun tidak hanya diperlukan pemantauan kurva BB/U, tetapi evaluasi yang dilakukan seharusnya meliputi, paling tidak, empat indikator pertumbuhan (BB/U, PB/U, BB/PB atau IMT/U dan LK/U).*
Evaluasi weight faltering pada seorang anak meliputi asuhan nutrisi pediatrik, dan evaluasi penyakit penyerta/ mendasar yang dapat menyebabkan sulitnya berat badan naik, misalnya tuberkulosis, anemia, infeksi saluran kemih, penyakit refluks gastroesofageal, alergi susu sapi, dan lain sebagainya. Tata laksana harus disesuaikan dengan penyebab dan memenuhi kebutuhan energi agar anak dapat tumbuh kembang secara optimal.
* Note:
Penulis: dr. Lucyana, SpA
Editor: Prof. dr. Madarina Julia, SpA (K), MPH, PhD