
Ingin Donor ASI? Ini Prosedur Tepat yang Perlu Mom Ketahui
4 Apr 2022
Author: dr. Dini Mirasanti, Sp.A
12 Sep 2021
Topik: Donor ASI, ASI , Breastfeeding, Nutrisi, 0-6 Bulan, 6-12 Bulan, 1-3 Tahun
Air susu ibu (ASI) yang diberikan secara eksklusif pada enam bulan pertama kehidupan adalah makanan yang paling sempurna untuk bayi. Setiap ibu pasti ingin memberikan ASI untuk anaknya namun ada beberapa kondisi yang membuat seorang anak tidak mendapatkan ASI dari ibunya. Pada kondisi demikian, ASI yang diperoleh dari seorang ibu donor merupakan opsi terbaik bagi seorang bayi terutama bagi bayi baru lahir. Pada bayi baru lahir, terutama bayi sakit, bayi prematur, dan bayi dengan berat lahir di bawah 1.500 gram, ASI donor merupakan pilihan utama setelah ASI ibu sendiri sebagai pilihan nutrisi.
Tidak setiap ibu yang memiliki bayi dapat mendonorkan ASInya untuk bayi lain. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan dua tahap penapisan atau skrining bagi calon ibu pendonor ASI. Penapisan tahap I terdiri dari:
Penapisan tahap II terdiri dari:
ASI merupakan produk biologis sehingga berisiko mengalami kontaminasi oleh virus maupun bakteri. Pasteurisasi atau pemanasan merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kontaminasi tersebut. Virus hepatitis dan HIV diketahui tidak lagi aktif dengan kedua metode tersebut. Pada proses pendonoran ASI informal, risiko kontaminasi ASI oleh virus dan bakteri lebih tinggi apalagi jika tidak dilakukan penapisan terhadap pendonor dan pasteurisasi.