
Menjelajah Sebelum Berjalan
6 Feb 2018
Author: Marisha A
2 Sep 2022
Topik: Donor ASI, ASI
Setiap bayi direkomendasikan agar diberikan ASI eksklusif oleh ibunya selama enam bulan. Namun, tidak semua ibu bisa memberikan ASI karena beberapa kondisi yang tidak memungkinkan. Karena itu, dibuat program donor ASI yang bertujuan untuk membantu anak-anak lain yang tidak bisa mendapatkan ASI langsung dari ibunya. Apa saja yang perlu diperhatikan untuk donor ASI?
Syarat donor ASI
Donor ASI dilakukan dengan memberikan ASI perah dari ibu yang memiliki ASI surplus ke bayi yang ibunya kekurangan ASI. Donor ASI di Indonesia masih bersifat kekeluargaan dengan cara ASI biasanya diberikan kepada yang masih dalam hubungan darah atau kerabat yang dikenal dekat.
Donor ASI di sini juga kebanyakan mengikuti ajaran agama Islam yang mengharuskan pemberian ASI hanya kepada bayi dengan jenis kelamin sama. Hal ini dilakukan karena jika diberikan ke bayi yang berbeda kelamin, dikhawatirkan mereka tidak akan bisa menikah karena menjadi saudara persusuan.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan dua tahap penapisan atau skrining bagi calon ibu pendonor ASI. Skrining tahap I terdiri dari:
Skrining tahap II terdiri dari:
Itu dia beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menerima atau mendonorkan ASI. Apakah Mom berniat melakukan donor ASI?
Ingin tahu tips dan informasi lainnya seputar ASI? Ayo, baca artikel di aplikasi PrimaKu atau kunjungi primaku.com. Selain itu, MomDad bisa juga menonton seluruh tayangan ulang webinar di aplikasi, lho. Tak ketinggalan, follow juga akun Instagram dan TikTok PrimaKu supaya enggak ketinggalan update informasi seputar kesehatan anak dan parenting lifestyle!
Sumber foto: Freepik
Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.
6 Feb 2018
29 Mar 2022
19 Apr 2022
1 Mei 2022