Hindari Memberikan Anak Paracetamol dalam Kondisi Ini
Author: Tim PrimaKu
6 Jan 2026
Topik: Paracetamol, Obat Sirup, Obat, Efek Samping Obat
Paracetamol sering menjadi “andalan” MomDad ketika si Kecil demam atau rewel. Tapi tahukah MomDad, ada kondisi tertentu di mana pemberian paracetamol justru bisa berisiko atau tidak dianjurkan? Mengetahui kapan dan bagaimana memberi obat ini penting agar anak tetap aman, sehat, dan nyaman.
Kapan Tidak Memberikan Paracetamol pada Anak?
Jika anak berusia kurang dari 2 bulan atau sangat kecil (berat badan kurang dari 4kg), jangan memberikan paracetamol kecuali atas resep dokter. Untuk bayi yang berusia 2 hingga 3 bulan, berikan dosis yang diresepkan dan konsultasikan dengan dokter jika si Kecil lahir prematur atau lebih kecil dari ukuran normal.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlalu Banyak Memberikan Paracetamol?
Paracetamol bisa berbahaya jika anak mengonsumsi terlalu banyak. Jika MomDad secara tidak sengaja memberikan dosis ekstra, tunggu setidaknya 24 jam sebelum memberikan dosis lainnya. Segera cari pertolongan medis jika si Kecil mengalami salah satu dari gejala berikut setelah mengonsumsi paracetamol berlebihan:
- Muntah
- Sakit perut
- Ikterus (kulit atau mata berwarna kuning)
Jika MomDad merasa si Kecil telah overdosis, segera hubungi nomor darurat atau bawa ke unit gawat darurat terdekat. Pastikan MomDad membawa kemasan paracetamol atau leaflet beserta sisa obatnya.
Memberikan paracetamol memang bisa membantu menurunkan demam atau mengurangi rasa tidak nyaman, tapi MomDad harus selalu waspada pada kondisi tertentu. Kunci utama adalah memahami tanda-tanda yang membahayakan, memeriksa dosis sesuai usia dan berat badan, serta selalu berkonsultasi dengan tenaga medis bila ragu. Dengan pendekatan yang tepat, MomDad bisa menjaga anak tetap sehat dan aman, tanpa risiko yang tidak perlu.
Referensi:
- How and when to give your child paracetamol
- Paracetamol for children: medicine for pain and high temperature - NHS




