
Himbauan IDAI Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Kasus Difteri
20 Des 2017

Author: Tim PrimaKu
28 Jan 2026
Topik: Virus Nipah
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Belakangan ini, perhatian publik kembali tertuju pada virus Nipah setelah dilaporkan adanya kasus dan kewaspadaan di beberapa wilayah di India. Meski Indonesia belum melaporkan kasus serupa, kemunculan kembali virus ini di kawasan Asia mengingatkan kita bahwa penyakit zoonosis dengan angka kematian tinggi masih menjadi ancaman global. Di tengah mobilitas manusia yang tinggi dan kedekatan dengan lingkungan satwa, penting bagi masyarakat untuk memahami apa itu virus Nipah, bagaimana cara penularannya, serta langkah pencegahan yang perlu diketahui sejak dini.
Apa Itu Virus Nipah?
Virus Nipah adalah virus zoonosis (penyakit yang menular dari hewan ke manusia) yang termasuk dalam keluarga Paramyxoviridae. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1998–1999 dalam wabah di Malaysia dan Singapura. Reservoir alami virus Nipah adalah kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus.
Menurut World Health Organization, virus Nipah termasuk dalam daftar patogen prioritas karena berpotensi menyebabkan wabah dengan tingkat fatalitas yang tinggi.
Cara Penularan Virus Nipah
Penularan virus Nipah dapat terjadi melalui beberapa cara:
Penularan antar manusia inilah yang membuat virus Nipah berpotensi menimbulkan wabah di fasilitas kesehatan atau komunitas.
Gejala Infeksi Virus Nipah
Gejala virus Nipah dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat, dan biasanya muncul dalam 4–14 hari setelah paparan. Gejala awal meliputi:
Pada kondisi yang lebih berat, infeksi dapat berkembang menjadi:
Tingkat kematian akibat virus Nipah dilaporkan berkisar antara 40–75%, tergantung pada wabah dan kapasitas layanan kesehatan.
Hingga saat ini, belum tersedia obat antivirus spesifik maupun vaksin untuk virus Nipah. Penanganan bersifat suportif, dengan fokus pada perawatan intensif untuk menjaga fungsi pernapasan dan saraf.
Penelitian mengenai vaksin dan terapi antivirus masih terus dikembangkan secara global, termasuk uji klinis kandidat vaksin.
Upaya Pencegahan Virus Nipah
Nah, karena belum ada pengobatan spesifik, pencegahan menjadi langkah paling penting:
Hingga kini Indonesia belum melaporkan adanya kasus virus Nipah, namun perkembangan situasi di India menunjukkan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan. Otoritas kesehatan setempat tengah melakukan upaya intensif untuk menekan penyebaran Nipah virus dengan tingkat kematian tinggi yang belum memiliki vaksin maupun terapi khusus. Laporan menyebutkan sedikitnya lima kasus terkonfirmasi di wilayah Benggala Barat, sehingga langkah pengendalian, pemantauan kontak, dan pencegahan diperketat. Kondisi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan dan edukasi publik dalam menghadapi potensi ancaman penyakit menular lintas negara.
Referensi:

20 Des 2017

25 Nov 2022

14 Des 2023

15 Des 2023
