primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Mari mengenal kolik pada bayi!

Author: Dr. Dini Mirasanti, Sp.A, Prof. Dr. Madarina Julia, Sp.A (K), MPH., Ph.D (editor)

Topik: Neonatus 0-1 Bulan, 0-6 Bulan, 6-12 Bulan, Kolik, Penyakit

Bayi yang menangis terus menerus dan tidak bisa ditenangkan dianggap mengalami 'kolik'. Bayi dianggap mengalami kolik apabila dia sering rewel atau menangis berkepanjangan tanpa sebab dan sulit ditenangkan. Wessel mendefinisikan kolik pada bayi sebagai menangis lebih dari 3 jam per hari, lebih dari 3 hari per minggu pada bayi yang sehat. Oleh sebab itu, sebelum menganggap bayi sebagai hanya mengalami 'kolik', kemungkinan bayi memang benar-benar sakit harus disingkirkan terlebih dahulu. 


Beberapa masalah penting yang juga dapat menyebabkan bayi menangis terus menerus seperti alergi protein susu sapi, intoleransi laktosa, dan adanya infeksi seperti infeksi saluran kemih dan infeksi telinga harus dapat diidentifikasi dan diobati sebelum kita mengatakan bahwa bayi hanya mengalami 'kolik'. Pada infeksi saluran kemih atau telinga tengah mungkin ditemukan gejala demam, sedangkan pada alergi protein susu sapi mungkin ada diare berdarah, sedangkan pada intoleransi laktosa mungkin ada BAB ber-gas serta area anus kemerahan, dan seterusnya.


Tidak ada terapi obat yang terbukti bermanfaat sepenuhnya untuk mengatasi kolik. Bayi yang menangis terus tentu menyebabkan stress tersendiri bagi orangtua sehingga orangtua perlu yakin dan mengerti bahwa bayinya sehat dan kolik akan hilang sendiri tanpa menimbulkan masalah jangka panjang. 


Pada bayi yang menangis terus menerus tanpa sebab yang jelas, dapat dipikirkan 2 kemungkinan penyebab, stimulasi berlebih dan kolik. Jika diduga stimulasi berlebih yang menyebabkan bayi menangis terus, orangtua dapat melakukan beberapa hal berikut : 

  1. Berespon terhadap tangisan bayi. Menangis adalah satu-satunya cara bayi berkomunikasi sehingga respon segera dari orangtua terhadap tangisan bayi memberikan kenyamanan dan kepercayaan bayi bahwa kebutuhannya terpenuhi segera.
  2. Kurangi stimulasi dari orang yang berkunjung ataupun keadaan yang menstimulasi bayi di sore menjelang malam hari. 
  3. Buat suasana tenang untuk membuat bayi merasa tenang. Kurangi cahaya terang, bicara dengan volume suara pelan, dan hindari sumber suara lain sebisa mungkin.


Jika sumber tangisan bayi diduga adalah kolik, berikut adalah hal yang dapat dilakukan oleh orangtua:

  1. Berikan tekanan ringan pada area perut bayi. Bayi yang mengalami kolik merasa lebih nyaman ketika ada tekanan ringan pada perutnya. Bayi dapat ditengkurapkan di pangkuan ibu dengan perut menekan paha ibu atau digendong tegak di bahu ibu sambil ibu mengusap lembut punggungnya. 
  2. Coba sendawakan bayi. Jika bayi menangis terus akibat banyaknya gas di dalam perutnya, sendawa akan membantu membuat bayi merasa nyaman. 

Apabila bayi diduga mengalami masalah lain selain kedua hal di atas, segera konsultasikan pada dokter Anda untuk mendiskusikan pilihan tatalaksana selanjutnya.


Daftar bacaan: 

  1. Sung V. Infantile colic. Aust Prescr. 2018;41:105-10.
  2. Johnson JD, Cocker K, Chang E. Infantile colic: recognition and treatment. Am Fam Physician. 2015;92:577-82.
familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Mari Mengenal Malaria
29 Jan 2018
cover
Mari cegah si kecil terpapar COVID-19!
3 Agu 2021
cover
Stimulasi Anak Usia 2-3 Tahun: Mari Menjemur Baju!
24 Jun 2022
cover
Stimulasi Anak Usia 3-4 Tahun: Mari Melukis dengan Balon
19 Jul 2022
cover
Mengupas Konten MPASI Resti Suntoso di TikTok yang Digemari ...
22 Jul 2022
cover
Stimulasi Bayi Usia 0-3 Bulan: Menggenggam Jemari
4 Feb 2023
cover
Pudding Marie
19 Apr 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: