Warna Urine Anak Keruh? Waspada Gejala ISK yang Sering Terlewat!
Author: Tim PrimaKu
21 Jan 2026
Topik: ISK, Infeksi Saluran Kemih, Warna Urine, Penyakit Anak
Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada anak bukanlah kondisi yang jarang, namun sering terlambat dikenali karena gejalanya tidak selalu khas, terutama pada bayi dan balita. Banyak orang tua mengira anak hanya rewel, demam biasa, atau sedang tumbuh gigi. Padahal, ISK yang tidak terdeteksi dan tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk kerusakan ginjal jangka panjang. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda ISK sejak dini.
Apa Itu Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada Anak?
ISK adalah infeksi yang terjadi pada saluran kemih, mulai dari uretra, kandung kemih, hingga ginjal. Pada anak, ISK paling sering disebabkan oleh bakteri Escherichia coli yang berasal dari saluran cerna. Risiko ISK lebih tinggi pada bayi, anak perempuan, serta anak dengan kebiasaan menahan BAK, kebersihan area genital yang kurang optimal, atau kelainan saluran kemih.
Gejala ISK yang Sering Terlewat oleh Orang Tua
1. Demam tanpa penyebab jelas
Pada bayi dan anak kecil, ISK sering hanya muncul sebagai demam tinggi tanpa batuk, pilek, atau diare. Kondisi ini kerap disangka infeksi virus biasa.
2. Anak tampak rewel dan tidak nyaman
Bayi dengan ISK bisa tampak lebih rewel, sulit ditenangkan, atau menangis saat buang air kecil, meski tidak bisa mengungkapkan rasa nyeri.
3. Nafsu makan menurun atau muntah
Penurunan asupan makan, muntah, atau tampak lemas dapat menjadi tanda infeksi sistemik, termasuk ISK, namun sering dianggap masalah pencernaan biasa.
4. Bau urine menyengat atau urine keruh
Perubahan bau dan warna urin sering tidak disadari, terutama jika anak masih memakai popok.
5. Sering BAK tapi sedikit-sedikit
Anak yang tampak sering ke toilet namun urin keluar sedikit, atau mengeluh tidak tuntas saat BAK, bisa menandakan iritasi pada kandung kemih.
6. Nyeri perut bawah atau pinggang
Pada anak yang lebih besar, ISK dapat menimbulkan nyeri perut bawah atau pinggang, yang kadang disangka masuk angin atau kelelahan.
7. Mengompol kembali setelah sudah well toilet trained
Mengompol mendadak pada anak yang sebelumnya sudah bisa menahan BAK patut dicurigai sebagai salah satu tanda ISK.
Mengapa ISK pada Anak Perlu Diwaspadai?
ISK yang tidak ditangani dapat menyebar ke ginjal (pielonefritis) dan meningkatkan risiko jaringan parut ginjal, hipertensi, hingga gangguan fungsi ginjal di kemudian hari. American Academy of Pediatrics menekankan pentingnya deteksi dan pengobatan dini ISK pada anak, terutama pada kasus demam tanpa sumber yang jelas.
Kapan Orang Tua Perlu Segera ke Dokter?
- Orang tua disarankan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan bila anak mengalami:
- Demam tinggi tanpa penyebab jelas
- Nyeri atau menangis saat BAK
- Urine berbau menyengat atau berdarah
- Muntah berulang dan tampak sangat lemas
Diagnosis ISK ditegakkan melalui pemeriksaan urin, dan terapi antibiotik perlu diberikan sesuai hasil evaluasi medis.
Gejala ISK pada anak sering kali tidak khas dan mudah terlewat, terutama pada bayi dan balita. Dengan mengenali tanda-tanda awal dan tidak mengabaikan perubahan kecil pada kondisi anak, orang tua dapat membantu mencegah komplikasi jangka panjang. Jika ragu, konsultasikan segera dengan tenaga kesehatan, karena pada ISK, deteksi dan penanganan dini sangat menentukan hasil jangka panjang.
Referensi:
- American Academy of Pediatrics. Urinary Tract Infections in Young Children and Infants. Pediatrics.
- National Institute for Health and Care Excellence (NICE). Urinary tract infection in under 16s: diagnosis and management.
- Shaikh N, et al. Prevalence of Urinary Tract Infection in Childhood. Pediatr Infect Dis J.
- UpToDate. Urinary tract infections in children: Epidemiology and risk factors.
- World Health Organization. Integrated Management of Childhood Illness (IMCI): fever without source.
Sumber foto: What to Expect Forum




