primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Waspadai Penyebab ISK pada Balita!

Author: Dhia Priyanka

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A

Topik: ISK, Pencernaan, Balita

Setiap orang tua pasti ingin anaknya tumbuh sehat. Namun, saat ini MomDad perlu waspada terhadap berbagai penyakit yang bisa menyerang si Kecil tiba-tiba, termasuk penyakit gagal ginjal akut yang belakangan ini ramai diperbincangkan. Salah satu penyakit yang dapat diderita si Kecil adalah infeksi saluran kemih yang bila tidak mendapatkan tatalaksana yang baik bisa berisiko menyebabkan gagal ginjal. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai penyakit ini, pastikan MomDad scroll artikel ini sampai akhir ya!

Apa itu ISK?

istockphoto-1298316328-612x612.jpg

Infeksi saluran kemih atau yang dikenal dengan singkatan ISK merupakan salah satu penyakit infeksi yang sering terjadi pada anak. Penyakit infeksi ini merupakan salah satu penyebab gagal ginjal pada anak, terutama bila tidak atau terlambat terdiagnosis. ISK disebabkan oleh tumbuh dan berkembang biaknya kuman dalam saluran kemih dalam jumlah yang cukup untuk menimbulkan radang. Tumbuhnya kuman ini dapat dideteksi melalui pemeriksaan biakan urine yang merupakan baku emas dalam penegakkan diagnosis ISK.

Gejala ISK

istockphoto-841321834-612x612.jpg

Gejala yang ditimbulkan oleh ISK sangat bervariasi. Pada bayi, ISK dapat hanya memberikan gejala demam tanpa gejala lainnya. Gejala lain yang dapat ditunjukkan adalah penurunan berat badan, gagal tumbuh, muntah dan diare. Pada anak yang lebih besar, mulai tampak gejala khas dari saluran kemih seperti nyeri saat berkemih, mengompol, rasa anyang-anyangan, dan peningkatan frekuensi berkemih. Gejala yang tidak jelas tersebut, terutama pada bayi dan anak yang lebih kecil, membuat penegakkan diagnosis ISK ini terkadang sulit sehingga beberapa sumber menyarankan untuk selalu memeriksakan urine pada anak dengan gejala demam maupun gagal tumbuh.

Untuk membantu menegakkan diagnosis ISK, diperlukan pemeriksaan biakan urine, yaitu pengumpulan contoh urine untuk ditanam pada suatu media. Urin seharusnya steril, tidak mengandung bakteri apapun, sehingga adanya pertumbuhan bakteri dalam jumlah yang bermakna membuktikan adanya ISK. Pemeriksaan lainnya seperti urine rutin dan darah tidak selalu membantu karena dapat memberikan hasil yang bervariasi.

Penyebab ISK

istockphoto-488990016-612x612.jpg

Selain pemeriksaan biakan, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mencari faktor risiko terjadinya ISK pada seorang anak, seperti adanya fimosis (kulup atau kulit kepala penis melekat erat pada kepala penis), kelainan letak lubang saluran kemih (uretra), hingga masalah kelainan saraf pada kandung kemih. Anak berusia di bawah 2 tahun mungkin memerlukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk mencari faktor risiko terjadinya ISK. Hal ini terutama penting apabila ISK terjadi berulang kali.

Tips mencegah ISK

istockphoto-956949984-612x612.jpg

Untuk membantu pencegahan ISK, orang tua dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Ingatkan anak untuk berkemih setiap 1,5 hingga 2 jam dan ajari untuk tidak menahan BAK. Dengan asupan cairan yang cukup, anak mungkin akan berkemih setiap 2-4 jam, tergantung usia dan asupan cairannya.
  • Pastikan higiene area kelamin terjaga dengan baik. Anak perempuan harus diajari untuk membasuh kelamin dari arah depan ke belakang dan tidak sebaliknya. Bila anak belum dapat membasuh alat kelaminnya sendiri, orang tua atau pengasuh anak harus melakukannya dengan cara yang benar.
  • Hindari konstipasi pada anak dengan mengkonsumsi cukup makanan yang mengandung serat, seperti buah-buahan dan sayuran serta cukup minum.
  • Gunakan pakaian dalam berbahan katun dan hindari penggunaan celana yang ketat. Bayi yang menggunakan popok sekali pakai harus diganti popoknya maksimal setiap 4 jam.
  • Hindari sabun berpewangi dan zat-zat kimia yang dapat mengiritasi area kelamin.

Yuk, cegah ISK pada si Kecil dengan terapkan cara-cara di atas!

Apabila punya pertanyaan seputar kondisi si Kecil, MomDad bisa konsultasikan pada dokter di Forum Tanya Dokter melalui aplikasi PrimaKu. Pertanyaan MomDad akan dijawab langsung oleh ahli.

Daftar bacaan:

1. UKK Nefrologi IDAI. Konsensus infeksi saluran kemih pada anak. Badan Penerbit IDAI. 2011.

2. Leung AKC, Wong AHC, Leung AAM, Hon KL. Urinary tract infection in children. Recent Pat Inflamm Allergy Drug Discov. 2019;13:2-18.

3. Johns Hopkins Medicine. Urinary tract infections (UTI) in children. Tersedia di: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/urinary-tract-infections/urinary-tract-infections-uti-in-children

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Waspadai Keluhan Mendengkur pada Anak
28 Feb 2018
cover
Waspadai Diabetes Mellitus pada Anak
28 Feb 2018
cover
Waspadai Demam Zika di Indonesia
5 Mar 2018
cover
Awas, waspadai tanda terlambat bicara!
24 Nov 2021
cover
Kelebihan Gizi pada Anak yang Perlu MomDad Waspadai!
17 Mei 2022
cover
Waspadai 5 Jenis Penyakit yang Biasa Terjadi di Musim Libura...
14 Jul 2022
cover
Anak Sering Makan Manis & Berlemak? Waspadai Sindrom Metabol...
17 Nov 2022
cover
Yuk, Waspadai Gangguan Ginjal pada Anak dengan Mengenal Tand...
25 Nov 2022
cover
Selain Speech Delay, Ini Jenis Gangguan Bicara yang Perlu Di...
28 Des 2022
cover
Gangguan Pendengaran Bayi yang Perlu Diwaspadai
2 Jan 2023
cover
Mengenal Pertumbuhan Janin Terhambat yang Perlu Diwaspadai!
7 Jan 2023
cover
Waspadai Bahaya Asap Rokok bagi Kesehatan si Kecil
2 Feb 2023
cover
Waspadai Anak Terlambat Bicara, Ketahui Perkembangannya!
10 Jul 2023
cover
Red Flag Perkembangan Motor Kasar Bayi Usia 0-6 Bulan yang P...
24 Nov 2023
cover
Inilah Hal-Hal yang Perlu Diwaspadai pada Gigitan Binatang
8 Jan 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: