
Kapan Anak Dikatakan Mengalami Pubertas?
22 Jul 2017

Author: Dhia Priyanka
28 Mar 2026
Topik: Toilet Training, Tumbuh Kembang, Rutinitas Anak
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Toilet training sering menjadi salah satu fase yang cukup menantang bagi orang tua. Tidak sedikit yang bertanya, kapan waktu yang tepat untuk mulai mengajarkan anak buang air di toilet? Terlalu cepat bisa membuat anak belum siap, sementara terlalu lama juga bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri.
Sebenarnya, tidak ada satu usia pasti yang berlaku untuk semua anak. Kesiapan anak jauh lebih penting dibandingkan angka usia semata. Namun, ada rentang usia dan tanda-tanda tertentu yang dapat menjadi panduan bagi orang tua.
Usia Ideal Toilet Training
Sebagian besar anak mulai siap untuk toilet training pada usia sekitar 18–24 bulan, meskipun banyak juga yang baru benar-benar siap di usia 2–3 tahun.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), toilet training sebaiknya dimulai ketika anak menunjukkan tanda kesiapan fisik, kognitif, dan emosional, bukan berdasarkan tekanan usia atau lingkungan.
Anak yang dipaksa terlalu dini justru berisiko mengalami stres, penolakan, bahkan gangguan seperti konstipasi karena menahan buang air.
Tanda Anak Sudah Siap Toilet Training
Sebelum memulai, penting untuk mengenali tanda-tanda kesiapan anak. Beberapa indikator yang umum antara lain:
1. Kontrol Fisik Mulai Berkembang
Anak sudah bisa:
2. Kesadaran terhadap Buang Air
Anak mulai:
3. Kemampuan Motorik dan Kognitif
Anak mampu:
4. Kesiapan Emosional
Anak menunjukkan minat untuk:
Jika sebagian besar tanda ini sudah muncul, biasanya anak siap untuk mulai toilet training.
Cara Memulai Toilet Training dengan Tepat
1. Gunakan Pendekatan Bertahap
Mulailah dengan mengenalkan potty atau toilet tanpa tekanan. Biarkan anak terbiasa duduk di potty, meskipun belum langsung berhasil buang air.
2. Buat Rutinitas
Ajak anak ke toilet pada waktu-waktu tertentu, misalnya setelah bangun tidur atau setelah makan. Rutinitas membantu anak mengenali pola tubuhnya.
3. Gunakan Bahasa yang Sederhana
Ajarkan istilah seperti “pipis” atau “BAB” agar anak dapat mengkomunikasikan kebutuhannya.
4. Berikan Apresiasi, Bukan Hukuman
Berikan pujian saat anak berhasil. Jika belum berhasil, hindari memarahi atau menghukum karena dapat membuat anak takut dan menolak.
5. Hindari Tekanan
Setiap anak memiliki ritme yang berbeda. Jika anak menunjukkan penolakan kuat, tidak apa untuk berhenti sejenak dan mencoba kembali di lain waktu.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Beberapa hal yang sebaiknya dihindari:
Memulai terlalu dini tanpa kesiapan anak
Membandingkan anak dengan anak lain
Memberikan tekanan atau hukuman
Mengharapkan hasil instan
Toilet training adalah proses belajar, bukan kompetisi.
Toilet training idealnya dimulai ketika anak menunjukkan tanda kesiapan, yang umumnya terjadi pada usia 18 bulan hingga 3 tahun. Fokus utama bukan pada usia, tetapi pada kemampuan dan kesiapan anak secara menyeluruh.
Dengan pendekatan yang sabar, konsisten, dan tanpa tekanan, anak dapat belajar mengontrol buang air secara mandiri. Proses ini bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga bagian penting dari perkembangan kemandirian anak.
Referensi: