Meta Pixel

8 Oktober 2026

Kapan Pertumbuhan Anak Disebut Faltering Growth?

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Faltering Growth, Berat Badan Anak TIdak Naik, Kurva pertumbuhan, Gagal Tumbuh, Penyebab Faltering Growth, Tanda Pertumbuhan Anak Terganggu

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Faltering growth adalah kondisi ketika pertambahan berat badan anak lebih lambat daripada yang diharapkan atau lintasan beratnya menurun pada kurva pertumbuhan. Kurva yang mendatar, menurun, atau melintasi garis pertumbuhan perlu dievaluasi bersama akurasi pengukuran, panjang atau tinggi badan, pola makan, perkembangan, dan kondisi kesehatan anak. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan evaluasi pada bayi yang berat menurut usia atau panjang badan menurun, atau laju kenaikan beratnya melintasi dua garis persentil utama. Namun, satu hasil timbang saja belum cukup. 


Apa Itu Faltering Growth?

Faltering growth, sering disebut weight faltering atau gagal tumbuh, menggambarkan pertumbuhan yang tidak memadai atau ketidakmampuan mempertahankan lintasan pertumbuhan yang sebelumnya terbentuk. Istilah ini merupakan tanda klinis yang perlu dicari penyebabnya, bukan nama satu penyakit tertentu.

Pada banyak kasus, perubahan berat badan muncul lebih dahulu sebelum panjang atau tinggi badan ikut terpengaruh. Karena itu, pemantauan rutin pada kurva pertumbuhan penting agar perlambatan terdeteksi sebelum berkembang menjadi masalah gizi yang lebih berat.

Pedoman Kementerian Kesehatan RI menegaskan bahwa penilaian pertumbuhan bersifat dinamis. Arah kurva, kecepatan pertambahan berat, dan hasil pengukuran berulang lebih bermakna dibandingkan satu titik pengukuran.


Kapan Pertumbuhan Anak Disebut Faltering Growth?

Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua anak. Dokter mempertimbangkan usia, jenis kelamin, berat lahir, prematuritas, potensi genetik, kondisi klinis, dan pola pertumbuhan sebelumnya. Faltering growth perlu dicurigai ketika ditemukan satu atau beberapa pola berikut.

1. Berat badan tidak naik sesuai harapan

Berat anak mungkin tetap naik, tetapi kenaikannya terlalu sedikit untuk usia dan jenis kelamin. Pada grafik, garis pertumbuhan mulai menjauh dari lintasan yang sebelumnya diikuti.

2. Kurva berat badan mendatar atau menurun

Berat yang sama pada pengukuran berikutnya membuat kurva mendatar. Penurunan berat membuat kurva mengarah ke bawah. Keduanya perlu dinilai, terutama pada bayi dan balita yang seharusnya masih bertambah berat.

3. Melintasi dua garis persentil utama

AAP menyebut penurunan laju berat yang melintasi dua garis persentil utama sebagai salah satu alasan untuk melakukan asesmen. Pedoman terbaru juga mendorong penggunaan z-score karena lebih akurat, terutama pada anak yang berada di ujung atas atau bawah kurva.

Ambang ini merupakan tanda skrining, bukan diagnosis otomatis. Sebagian anak sehat dapat berpindah lintasan saat menyesuaikan dengan potensi genetiknya, khususnya pada dua tahun pertama kehidupan. Pola tersebut tetap perlu dibaca bersama kondisi klinis.

4. Berat berada sangat rendah untuk usia atau panjang badan

Berat menurut usia atau berat menurut panjang atau tinggi badan yang berada pada nilai sangat rendah perlu dievaluasi. Dokter menggunakan kurva dan standar antropometri yang sesuai, bukan membandingkan anak dengan saudara atau teman sebaya.

5. Berat lahir tidak kembali sesuai waktu yang diharapkan

Bayi baru lahir lazim kehilangan sebagian beratnya pada hari-hari awal. NICE menyarankan penilaian bila penurunan melebihi 10% berat lahir atau bayi belum kembali ke berat lahir pada usia tiga minggu. Kondisi ini memiliki konteks khusus dan perlu dinilai bersama proses menyusu serta tanda dehidrasi atau penyakit.


Tanda Skrining Faltering Growth

Pola pada kurva

Makna awal

Langkah berikutnya

Naik tetapi tidak adekuat

Kenaikan kurang dari yang diharapkan

Konfirmasi pengukuran dan evaluasi asupan

Mendatar

Tidak ada kenaikan antar-pengukuran

Nilai makan, penyakit, dan perkembangan

Menurun

Berat turun dari pengukuran sebelumnya

Periksa lebih cepat, terutama bila ada gejala

Melintasi ≥2 garis utama

Perubahan lintasan yang perlu dinilai

Asesmen dokter; bukan diagnosis otomatis

Bayi turun >10% berat lahir

Melebihi penurunan awal yang diharapkan

Evaluasi menyusu, hidrasi, dan penyakit


Mengapa Satu Kali Timbang Belum Cukup?

Hasil timbang dapat dipengaruhi pakaian, popok, waktu makan, isi kandung kemih, timbangan yang berbeda, teknik pengukuran, atau kesalahan pencatatan usia. Perubahan kecil pada satu kunjungan belum tentu menggambarkan gangguan pertumbuhan.

Penilaian yang baik mencakup:

  • berat badan yang diukur dengan alat terkalibrasi;
  • panjang badan untuk anak di bawah dua tahun atau tinggi badan setelah dua tahun;
  • lingkar kepala pada usia yang sesuai;
  • pengukuran sebelumnya yang diplot pada kurva;
  • koreksi usia pada bayi prematur sesuai arahan dokter; serta
  • penilaian perkembangan, pola makan, dan kondisi klinis.

Kemenkes menggunakan standar antropometri anak berbasis kurva WHO. Dokter dapat menilai indeks berat menurut umur, panjang atau tinggi menurut umur, berat menurut panjang atau tinggi, dan indeks massa tubuh menurut umur sesuai kebutuhan.


Perbedaan Faltering Growth, Underweight, Wasting, dan Stunting

Faltering growth menggambarkan perubahan atau perlambatan lintasan pertumbuhan. Underweight, wasting, dan stunting adalah klasifikasi antropometri berdasarkan indeks tertentu. Seorang anak dapat mengalami faltering growth sebelum memenuhi batas underweight atau wasting.

Underweight

Underweight berarti berat badan menurut umur rendah. Indeks ini tidak membedakan apakah masalah terutama berasal dari berat yang rendah, tinggi yang pendek, atau keduanya.

Wasting

Wasting berarti berat badan menurut panjang atau tinggi badan rendah. Kondisi ini mencerminkan anak terlalu kurus untuk panjang atau tingginya dan dapat berkaitan dengan kekurangan gizi akut atau penyakit.

Stunting

Stunting berarti panjang atau tinggi badan menurut umur rendah dan biasanya mencerminkan gangguan pertumbuhan linier yang berlangsung kronis. Anak dengan stunting belum tentu tampak kurus.

Karena ketiganya menjawab pertanyaan yang berbeda, status anak harus ditentukan dengan pengukuran lengkap dan kurva yang tepat.


Apa Penyebab Faltering Growth?

Penyebab faltering growth seringkali melibatkan lebih dari satu faktor. Secara umum, dokter menilai tiga kelompok utama.

Asupan energi atau zat gizi tidak mencukupi

Hal ini dapat terjadi karena pelekatan menyusu kurang efektif, produksi atau transfer ASI tidak optimal, takaran susu tidak tepat, jadwal makan tidak teratur, tekstur MPASI tidak sesuai usia, porsi kurang, perilaku sulit makan, atau akses pangan terbatas.

Kebutuhan energi meningkat

Anak dengan penyakit jantung bawaan, penyakit paru kronis, infeksi berulang, hipertiroid, atau kondisi lain dapat membutuhkan energi lebih banyak daripada anak seusianya.

Penyerapan atau pemanfaatan zat gizi terganggu

Diare kronis, penyakit celiac, alergi protein susu sapi tertentu, gangguan pankreas, atau penyakit saluran cerna lain dapat mengganggu penyerapan. Muntah berulang dan refluks berat juga dapat mengurangi asupan yang bertahan di tubuh.

Faktor perkembangan, interaksi, dan lingkungan

Kesulitan mengunyah atau menelan, masalah sensorik, stres keluarga, pola pemberian makan yang penuh tekanan, depresi pengasuh, atau keterbatasan ekonomi dapat ikut berperan. Penilaian perlu dilakukan tanpa menyalahkan anak maupun orang tua.


Belajar Pantau Pertumbuhan Anak lewat SuperClass by PrimaKu

Tumbuh-kembang.png

Mengetahui berat badan si Kecil saja belum cukup untuk menilai apakah pertumbuhannya sudah sesuai. MomDad juga perlu memahami cara mengukur panjang atau tinggi badan, membaca kurva pertumbuhan, serta mengenali perubahan yang perlu mendapat perhatian lebih dini.

Melalui SuperClass PrimaKu, MomDad bisa mempelajari cara memantau pertumbuhan anak dengan lebih tepat. Materinya mencakup berat badan, panjang badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, growth faltering, stunting, hingga gigi pertama anak. Dengan pemahaman ini, MomDad diharapkan lebih mudah mengikuti perkembangan pertumbuhan si Kecil dari waktu ke waktu dan mengetahui kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Kelas dapat diakses selama 1 tahun, sehingga materinya bisa ditonton kembali kapan pun dan di mana pun. 

Yuk, pelajari cara memantau pertumbuhan si Kecil melalui SuperClass by PrimaKu agar MomDad tidak hanya mengandalkan perkiraan, tetapi memahami hasil pertumbuhannya dengan lebih baik.


FAQ tentang Faltering Growth

Q: Apakah anak kecil dan kurus pasti mengalami faltering growth?

A: Tidak. Anak dapat bertubuh kecil karena faktor genetik tetapi tetap tumbuh konsisten pada lintasannya. Faltering growth lebih berkaitan dengan perubahan pola atau kecepatan pertumbuhan daripada ukuran tubuh semata.

Q: Apakah berat badan tidak naik satu bulan berarti gagal tumbuh?

A: Belum tentu, tetapi perlu ditinjau. Kemenkes menganjurkan konfirmasi di fasilitas kesehatan bila balita satu kali tidak naik berat badan, terutama jika kurva mendatar, turun, atau terdapat penyakit penyerta.

Q: Apakah faltering growth sama dengan stunting?

A: Tidak. Faltering growth menggambarkan berat yang tidak bertambah sesuai harapan atau lintasan yang menurun. Stunting adalah panjang atau tinggi menurut umur yang rendah dan mencerminkan gangguan pertumbuhan linier kronis.

Q: Apakah anak dengan faltering growth harus menjalani tes laboratorium?

A: Tidak selalu. Pemeriksaan ditentukan oleh riwayat, pemeriksaan fisik, dan dugaan penyebab. Banyak kasus lebih dahulu memerlukan evaluasi pola makan, observasi pemberian makan, dan pemantauan pertumbuhan.

Q: Bisakah faltering growth diperbaiki?

A: Sering kali bisa, terutama bila terdeteksi dan penyebabnya ditangani sejak dini. Rencana dapat meliputi perbaikan teknik menyusu, kepadatan energi dan protein makanan, jadwal makan, terapi penyakit penyerta, atau dukungan multidisiplin.


Faltering growth perlu dicurigai ketika berat badan anak bertambah terlalu lambat, kurva mendatar atau menurun, atau lintasan pertumbuhan melintasi garis utama. Namun, diagnosis tidak boleh dibuat hanya dari satu angka. Pengukuran berulang, kurva yang sesuai, panjang atau tinggi badan, riwayat makan, perkembangan, dan kondisi kesehatan harus dinilai bersama.

Pemantauan rutin membantu masalah ditemukan lebih awal. Bila berat badan tidak naik atau MomDad meragukan pola pertumbuhan si Kecil, bawa catatan pengukuran dan konsultasikan kepada dokter agar penyebabnya dapat dicari serta intervensi diberikan sesuai kebutuhan.


Referensi:

1. American Academy of Pediatrics. Clinical Practice Guideline for Diagnosis and Management of Faltering Weight. Pediatrics; 2026.

2. American Academy of Pediatrics. Growth Faltering in Newborns and Infants. AAP; 2022.

3. World Health Organization. WHO Child Growth Standards. WHO; 2006–2009.

4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Kemenkes RI; 2020.

5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Kemenkes RI; 2022.

6. National Institute for Health and Care Excellence. Faltering Growth: Recognition and Management of Faltering Growth in Children. NICE; 2017.

7. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Pelayanan Medis Ikatan Dokter Anak Indonesia. IDAI; 2009.