
Kapan Anak Dikatakan Mengalami Pubertas?
22 Jul 2017

Author: Tim PrimaKu
17 Mar 2026
Topik: Tumbuh Kembang, Growth Spurt, Tinggi Badan, Tinggi Badan Ideal, Kurva pertumbuhan
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Banyak orang tua mengira pertumbuhan tinggi badan anak paling pesat terjadi saat anak sudah besar atau memasuki masa SMP. Padahal, fase pertumbuhan tercepat justru terjadi jauh lebih awal, yaitu pada 2 tahun pertama kehidupan. Setelah itu, pertumbuhan memang tetap berjalan, tetapi kecepatannya melambat hingga akhirnya meningkat lagi saat pubertas. Memahami kapan lonjakan tinggi badan terjadi penting agar orang tua tidak salah menilai apakah anak “masih normal”, “kurang tinggi”, atau justru perlu diperiksa lebih lanjut.
Pertumbuhan Tinggi Badan Paling Pesat
Fase pertumbuhan tinggi badan anak paling pesat terjadi sejak lahir sampai usia 2 tahun, terutama pada tahun pertama kehidupan. Bayi cukup bulan rata-rata bertambah panjang sekitar 25 cm pada tahun pertama. WHO juga menyediakan standar length velocity khusus usia 0–24 bulan, yang menunjukkan bahwa kecepatan pertumbuhan linear memang paling menonjol pada periode ini. Oleh karena itu, jika orang tua bertanya kapan tinggi badan anak bertambah paling cepat, jawabannya adalah saat bayi dan batita awal.
Pada periode ini, tubuh anak sedang membangun fondasi pertumbuhan jangka panjang. Bahkan, tinggi badan anak saat usia 5 tahun kira-kira sudah mencapai dua kali panjang lahir. Sementara, growth spurt paling awal, dari masa bayi ke toddler, menyumbang sekitar setengah tinggi badan dewasa. Ini menunjukkan bahwa awal kehidupan adalah masa yang sangat menentukan untuk pertumbuhan linear anak.
Itulah sebabnya pemantauan tinggi badan tidak boleh hanya fokus saat anak sudah besar. Bila pada 2 tahun pertama pertumbuhan anak tidak optimal, dampaknya bisa terbawa ke tahun-tahun berikutnya. Grafik pertumbuhan menjadi alat penting untuk melihat apakah tinggi badan anak bertambah sesuai pola yang diharapkan, bukan hanya melihat angka sekali ukur. CDC menekankan bahwa growth chart membantu tenaga kesehatan dan orang tua menilai pola pertumbuhan dari waktu ke waktu, bukan dijadikan satu-satunya alat diagnosis.
Apa yang Terjadi setelah 2 Tahun Pertama?
Setelah melewati fase bayi, pertumbuhan tinggi badan anak biasanya menjadi lebih stabil. Sepanjang masa kanak-kanak, rata-rata tinggi badan bertambah sekitar 6 cm per tahun. Sementara pada middle childhood, anak bertambah tinggi sedikit lebih dari 2 inci per tahun, atau sekitar 5–6 cm. Jadi, meskipun tidak sepesat masa bayi, pertumbuhan di usia prasekolah dan sekolah tetap berlangsung konsisten.
Pada fase ini, yang paling penting bukan mencari lonjakan cepat, tetapi melihat apakah anak tumbuh stabil di jalurnya. Anak yang sehat tidak harus selalu berada di persentil tertinggi. Yang lebih penting adalah tinggi badannya terus bertambah dan pola pertumbuhannya tidak turun tajam dari kurva sebelumnya. Bila anak tampak “pendek” tetapi pertumbuhannya konsisten, belum tentu itu masalah. Sebaliknya, anak yang sebelumnya tumbuh baik lalu tingginya melambat, justru perlu diperhatikan.
Growth Spurt Kedua Terjadi saat Pubertas
Lonjakan pertumbuhan tinggi badan berikutnya terjadi saat pubertas. Ini adalah fase pertumbuhan tercepat kedua setelah 2 tahun pertama kehidupan. WHO menyebut pertumbuhan tinggi pada masa remaja sebagai fase yang sangat menonjol, dengan kecepatan pertumbuhan yang berada di urutan kedua setelah dua tahun pertama kehidupan. Jadi, pubertas memang penting, tetapi bukan fase tercepat sepanjang hidup anak
Pada anak perempuan, growth spurt biasanya terjadi lebih awal. Puncak pertumbuhan tinggi pada anak perempuan umumnya terjadi sejak mulai muncul breast buds sampai sekitar 6 bulan sebelum menstruasi pertama. Growth spurt pada anak perempuan biasanya terjadi sekitar usia 9,5–13,5 tahun, dengan puncak di kisaran 11–12,5 tahun, dan kenaikan tinggi bisa mencapai sekitar 9 cm dalam setahun pada fase puncaknya. Setelah menstruasi pertama, pertumbuhan biasanya mulai melambat, dan sebagian besar anak perempuan hanya bertambah sekitar 1–2 inci lagi.
Pada anak laki-laki, growth spurt umumnya datang lebih lambat tetapi bisa lebih besar. Lonjakan pertumbuhan biasanya terjadi sekitar usia 12–16 tahun, dengan puncak pada usia 13–14 tahun, dan kenaikan tinggi saat puncaknya bisa lebih dari 10 cm dalam setahun. Karena pubertas anak laki-laki umumnya mulai lebih lambat dibanding perempuan, orang tua sering merasa anak laki-laki “terlambat tinggi”, padahal masih dalam rentang normal. Pubertas pada laki-laki normalnya bisa mulai antara usia 9–14 tahun.
Pertumbuhan tinggi badan anak paling pesat terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan, terutama tahun pertama. Setelah itu pertumbuhan melambat menjadi lebih stabil pada masa kanak-kanak, lalu meningkat lagi saat pubertas sebagai growth spurt kedua. Oleh karena itu, MomDad sebaiknya tidak hanya fokus pada “berapa tinggi anak sekarang”, tetapi juga pada “apakah tinggi badannya terus bertambah sesuai kurva”.
Referensi: