Kapan Usia Ideal Bayi Bisa Tengkurap?
Author: Dhia Priyanka
6 Apr 2026
Topik: SuperClass, Tengkurap, Lambat Tengkurap, Tumbuh Kembang
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Melihat bayi mulai bisa tengkurap adalah salah satu momen yang sering dinantikan orang
tua. Tengkurap bukan hanya sekadar milestone, tetapi merupakan tahap penting dalam perkembangan motorik bayi, yang menjadi dasar untuk kemampuan selanjutnya seperti duduk, merangkak, hingga berjalan.
Namun, tidak sedikit orang tua yang mulai khawatir ketika bayi belum juga bisa tengkurap di usia tertentu. Pertanyaannya, kapan sebenarnya bayi idealnya mulai tengkurap, dan kapan perlu waspada?
Usia Ideal Bayi Mulai Tengkurap
Sebagian besar bayi mulai bisa tengkurap pada usia sekitar 3–4 bulan. Pada tahap ini, bayi mulai memiliki kekuatan otot leher, bahu, dan lengan yang cukup untuk mengangkat kepala dan membalikkan tubuhnya.
Perkembangan biasanya terjadi bertahap:
- 0–2 bulan: bayi mulai belajar mengangkat kepala saat tengkurap
- 3–4 bulan: mulai bisa tengkurap sendiri (dari telentang ke tengkurap atau sebaliknya)
- 4–6 bulan: semakin kuat dan bisa bolak-balik (tengkurap ↔ telentang)
Perlu diingat, setiap bayi berkembang dengan ritme yang berbeda, sehingga ada variasi usia yang masih dianggap normal.
Kenapa Tengkurap Penting?
Tengkurap membantu memperkuat berbagai kelompok otot yang penting untuk perkembangan motorik bayi, seperti:
- Otot leher
- Otot bahu
- Otot punggung
Selain itu, posisi tengkurap juga membantu bayi:
- Mengembangkan koordinasi gerakan
- Melatih kontrol kepala
- Mempersiapkan kemampuan berguling, duduk, dan merangkak
Aktivitas ini juga mendukung perkembangan sensorik dan eksplorasi lingkungan.
Bagaimana Cara Melatih Bayi Tengkurap?
Salah satu cara utama untuk melatih bayi adalah dengan tummy time, yaitu membiasakan bayi berada dalam posisi tengkurap saat terjaga dan diawasi.
Beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Mulai sejak bayi baru lahir, dengan durasi singkat (1–2 menit)
- Lakukan beberapa kali sehari, lalu tingkatkan durasi secara bertahap
- Ajak bayi bermain saat tummy time agar lebih menyenangkan
- Gunakan mainan atau wajah orang tua untuk menarik perhatian bayi
Tummy time yang rutin terbukti membantu mempercepat perkembangan motorik bayi.
Kapan Orang Tua Perlu Waspada?
MomDad perlu mulai memperhatikan jika:
- Bayi belum mampu mengangkat kepala dengan baik di usia 3 bulan
- Belum menunjukkan usaha tengkurap di usia 5–6 bulan
- Otot tampak sangat lemah atau terlalu kaku
Kondisi ini tidak selalu berarti masalah serius, tetapi sebaiknya dilakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan perkembangan bayi sesuai.
Sebaiknya, hindari hal-hal berikut:
- Membiarkan bayi terlalu lama di stroller, car seat, atau bouncer
- Jarang memberikan tummy time
- Terlalu sering menggendong tanpa memberi kesempatan eksplorasi
Kurangnya kesempatan bergerak dapat menghambat perkembangan motorik bayi.
Sebagian besar bayi mulai bisa tengkurap pada usia 3–4 bulan, namun setiap anak memiliki waktu perkembangan yang berbeda. Tengkurap merupakan tahap penting yang mendukung kekuatan otot dan kesiapan bayi untuk milestone berikutnya.
MomDad dapat membantu dengan memberikan tummy time secara rutin dan menciptakan lingkungan yang aman untuk eksplorasi. Dengan stimulasi yang tepat dan pemantauan yang baik, bayi dapat berkembang sesuai dengan tahapannya.
Referensi:
- American Academy of Pediatrics. Back to Sleep, Tummy to Play. AAP; 2020.
- World Health Organization. Guidelines on Physical Activity, Sedentary Behaviour and Sleep for Children Under 5 Years of Age. WHO; 2019.
- Adolph KE, Hoch JE. Motor development: Embodied, embedded, enculturated, and enabling. Annual Review of Psychology. 2019;70:141–164.
- Zachry AH, Kitzmann KM. Caregiver awareness of prone play recommendations. American Journal of Occupational Therapy. 2011;65(1):101–105.




