26 Januari 2026
Perhatikan, Ini 7 Tanda Anak Terlalu Banyak Konsumsi Gula!
Ditinjau oleh

Tim PrimaKu
Topik: Gula, Takaran Gula, Gigi Berlubang
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Gula sering hadir dalam keseharian anak, mulai dari biskuit, minuman kemasan, hingga camilan “anak-anak” yang rasanya manis. Tanpa disadari, asupan gula harian anak bisa melebihi batas aman. Padahal, konsumsi gula berlebih pada anak tidak hanya berdampak pada gigi berlubang, tetapi juga memengaruhi perilaku, pola makan, hingga kesehatan jangka panjang. Nah, penting bagi MomDad untuk mengenali tanda-tanda awal agar bisa melakukan penyesuaian sejak dini.
Berapa Batas Aman Konsumsi Gula pada Anak?
- Menurut World Health Organization, asupan gula bebas (free sugars) sebaiknya:
- <10% dari total energi harian
- Idealnya ditekan hingga <5% untuk manfaat kesehatan tambahan
Sementara American Academy of Pediatrics menyarankan:
- Anak <2 tahun: tidak dianjurkan konsumsi gula tambahan
- Anak ≥2 tahun: maksimal 25 gram (≈6 sendok teh) per hari
Masalahnya, gula tersembunyi banyak terdapat pada produk yang tampak “aman”, seperti yogurt rasa, sereal, saus, dan minuman kemasan.
Tanda Anak Terlalu Banyak Konsumsi Gula
Sering kali, konsumsi gula berlebih pada anak tidak disadari karena berasal dari berbagai sumber sehari-hari, seperti camilan, minuman kemasan, hingga makanan yang tampak “aman”. Padahal, tubuh anak bisa memberi sinyal tertentu ketika asupan gula sudah berlebihan. Nah, berikut tanda anak terlalu banyak konsumsi gula yang bisa MomDad kenali:
1. Mudah lapar dan sering minta camilan
Gula cepat meningkatkan gula darah lalu turun drastis karena indeks glikemik tinggi, membuat anak cepat lapar dan terus ingin ngemil.
2. Pilih-pilih makan (picky eater)
Anak terbiasa rasa manis cenderung menolak makanan alami seperti sayur dan lauk tanpa rasa kuat.
3. Perubahan perilaku (mudah rewel atau hiperaktif)
Lonjakan gula darah dapat memicu perubahan energi dan emosi, membuat anak tampak lebih gelisah atau mudah tantrum.
4. Gigi mudah berlubang
Karies gigi merupakan salah satu dampak paling sering dari konsumsi gula berlebih, terutama bila kebersihan gigi kurang optimal.
5. Sulit mengontrol porsi makan
Makanan tinggi gula bersifat “rewarding” sehingga anak sulit berhenti dan cenderung minta porsi lebih.
6. Berat badan naik tidak seimbang
Asupan gula berlebih meningkatkan risiko kelebihan berat badan karena tinggi kalori namun rendah zat gizi.
7. Lebih sering haus, tapi pilih minuman manis
Anak terbiasa minuman manis cenderung menolak air putih dan memilih minuman berpemanis.
Mengapa Konsumsi Gula Berlebih Perlu Dibatasi?
Konsumsi gula berlebih pada anak dikaitkan dengan:
- Risiko obesitas anak
- Karies gigi
- Preferensi rasa manis jangka panjang
- Risiko penyakit metabolik di kemudian hari
Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan makan terbentuk sejak dini, sehingga pola konsumsi gula pada masa anak berpengaruh hingga dewasa.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Dengan mengenali tanda-tandanya sejak dini, MomDad dapat mengambil langkah sederhana namun bermakna untuk membantu membentuk kebiasaan makan yang lebih sehat, seperti:
- Biasakan membaca label gula pada kemasan
- Tawarkan camilan alami seperti buah utuh (bukan jus)
- Batasi minuman manis, utamakan air putih
- Jadilah role model dalam memilih makanan
- Jangan menjadikan makanan manis sebagai hadiah rutin
Gula bukanlah musuh, tetapi jumlah dan frekuensinya perlu dikendalikan. Mengenali tanda anak terlalu banyak konsumsi gula membantu orang tua melakukan perubahan kecil namun konsisten dalam pola makan keluarga. Dengan pembiasaan sejak dini, anak dapat tumbuh dengan pola makan yang lebih seimbang dan sehat hingga dewasa.
Referensi:
- World Health Organization. Guideline: Sugars intake for adults and children. WHO; 2015.
- American Academy of Pediatrics. Added Sugars and Cardiovascular Disease Risk in Children. Pediatrics. 2017.
- Vos MB et al. Added sugars and cardiovascular disease risk in children. Circulation. 2017.
- Moynihan PJ, Kelly SA. Effect on caries of restricting sugars intake. J Dent Res. 2014.
- Te Morenga L, et al. Dietary sugars and body weight. BMJ. 2013.





