
Anak saya pendek, apakah stunting?
12 Sep 2021

Author: Tim PrimaKu
14 Jan 2026
Topik: Stunting, Berat Badan, Berat Badan Kurang, Underweight, Tumbuh Kembang
Tidak sedikit orang tua yang mengira anak bertubuh kecil atau kurus pasti mengalami stunting. Padahal, stunting dan berat badan kurang adalah dua kondisi yang berbeda, meskipun sama-sama berkaitan dengan masalah gizi dan pertumbuhan anak.
Kesalahpahaman ini cukup sering terjadi dan dapat berdampak pada penanganan yang kurang tepat. Memahami perbedaan antara stunting dan berat badan kurang sangat penting agar orang tua bisa melakukan langkah pencegahan dan intervensi yang sesuai sejak dini.
Apa Itu Stunting?
Stunting adalah kondisi gangguan pertumbuhan akibat malnutrisi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak seusianya. Penilaian stunting dilakukan berdasarkan tinggi badan menurut usia pada kurva pertumbuhan standar.
Stunting tidak terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini merupakan hasil dari kekurangan gizi yang berlangsung lama, sering kali dimulai sejak masa kehamilan hingga dua tahun pertama kehidupan anak. Selain gizi, infeksi berulang, sanitasi yang buruk, serta kurangnya stimulasi juga berperan dalam terjadinya stunting.
Yang perlu dipahami, anak stunting tidak selalu tampak kurus. Sebagian anak dengan stunting justru memiliki berat badan yang tampak normal, tetapi tinggi badannya tidak sesuai dengan usianya.
Apa Itu Berat Badan Kurang?
Berat badan kurang (underweight) adalah kondisi ketika berat badan anak berada di bawah standar untuk usianya. Penilaian ini menggunakan indikator berat badan menurut usia.
Berat badan kurang seringkali berkaitan dengan asupan makanan yang tidak cukup, penyakit akut, atau infeksi yang terjadi dalam jangka pendek. Kondisi ini bisa bersifat sementara dan lebih cepat diperbaiki bila penyebabnya segera ditangani.
Anak dengan berat badan kurang belum tentu mengalami stunting, terutama jika tinggi badannya masih sesuai dengan usianya.
Perbedaan Utama Stunting dan Berat Badan Kurang
Perbedaan utama antara kedua kondisi ini terletak pada sifat dan dampaknya. Stunting bersifat kronis dan mencerminkan masalah gizi jangka panjang, sementara berat badan kurang lebih sering mencerminkan masalah gizi atau kesehatan jangka pendek.
Dari sisi dampak, stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan, tetapi juga berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, dan risiko penyakit kronis di masa dewasa. Berat badan kurang lebih banyak berdampak pada daya tahan tubuh dan risiko sakit dalam jangka pendek, meskipun bila berulang juga dapat berkontribusi pada stunting.
Mengapa Keduanya Perlu Dipantau Bersama?
Pemantauan pertumbuhan anak tidak bisa hanya melihat satu indikator saja. Anak bisa saja tidak kurus tetapi mengalami stunting, atau sebaliknya. Oleh karena itu, pengukuran berat badan dan tinggi badan secara rutin serta pencatatan pada grafik pertumbuhan sangat penting.
Dengan pemantauan yang tepat, masalah pertumbuhan bisa dikenali lebih dini dan ditangani sesuai penyebabnya, baik melalui perbaikan gizi, pengobatan infeksi, maupun intervensi lingkungan dan pola asuh.
Stunting dan berat badan kurang bukanlah kondisi yang sama, meskipun sering disalahartikan. Stunting mencerminkan masalah pertumbuhan jangka panjang, sedangkan berat badan kurang lebih sering berkaitan dengan kondisi jangka pendek.
Dengan memahami perbedaannya, orang tua dapat lebih waspada dan tidak menunggu hingga anak tampak “sangat kecil” untuk mencari bantuan. Pemantauan rutin dan intervensi dini adalah kunci agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sesuai potensi terbaiknya.
Referensi:

12 Sep 2021

9 Mei 2022

10 Mei 2022

11 Mei 2022
