Deskripsi
Vaksin untuk imunisasi aktif terhadap difteri dan tetanus pada anak, terutama bila terdapat kontraindikasi terhadap komponen pertusis pada vaksin DTP
Jadwal vaksinasi
Imunisasi primer terdiri dari 3 dosis masing-masing 0,5 mL yang diberikan secara intramuskular:
- Dosis 1 dan 2 dengan interval 4–6 minggu
- Dosis 3 diberikan 6 bulan setelah dosis kedua
Vaksin ini juga dapat digunakan sebagai booster pada usia prasekolah dan usia sekolah
Efek samping
nyeri dan kemerahan pada lokasi suntikan yang biasanya bersifat sementara. Pada kasus yang jarang dapat terjadi demam dan sangat jarang Guillain-Barré syndrome
Perhatian khusus
- Vaksin harus dikocok sebelum digunakan dan diberikan secara intramuskular menggunakan syringe steril.
- Penggunaan harus hati-hati pada individu dengan riwayat alergi atau kejang (convulsion).
- Larutan adrenalin 1:1000 harus tersedia untuk penanganan kemungkinan reaksi anafilaksis.
- Untuk individu usia ≥8 tahun, dianjurkan menggunakan vaksin Td (difteri-tetanus dosis dewasa).
Jadwal vaksinasi
Imunisasi primer terdiri dari 3 dosis masing-masing 0,5 mL yang diberikan secara intramuskular:
- Dosis 1 dan 2 dengan interval 4–6 minggu
- Dosis 3 diberikan 6 bulan setelah dosis kedua
Vaksin ini juga dapat digunakan sebagai booster pada usia prasekolah dan usia sekolah
Efek samping
nyeri dan kemerahan pada lokasi suntikan yang biasanya bersifat sementara. Pada kasus yang jarang dapat terjadi demam dan sangat jarang Guillain-Barré syndrome
Perhatian khusus
- Vaksin harus dikocok sebelum digunakan dan diberikan secara intramuskular menggunakan syringe steril.
- Penggunaan harus hati-hati pada individu dengan riwayat alergi atau kejang (convulsion).
- Larutan adrenalin 1:1000 harus tersedia untuk penanganan kemungkinan reaksi anafilaksis.
- Untuk individu usia ≥8 tahun, dianjurkan menggunakan vaksin Td (difteri-tetanus dosis dewasa).