Deskripsi
Vaksin pencegahan Influenza
Jadwal vaksinasi
- Usia 6 - 35 bulan: 2x dosis 0,25 ml dengan interval minimal satu bulan
- 3 - 8 tahun: 2x dosis 0,5 ml dengan interval minimal satu bulan
- ≥ 9 tahun: 1x dosis 0,5 ml
Anak yang pertama kali mendapat vaksin influenza usia < 9 tahun, vaksin diberikan 2 dosis selang waktu minimal satu bulan kemudian imunisasi diulang setiap tahun
Diberikan secara intramuskular pada paha bagian anteolateral untuk bayi usia 6 - 11 bulan, pada paha bagian anteolateral (atau lengan bagian atas jika massa otot cukup) untuk usia 12 - 35 bulan, dan pada lengan bagian atas untuk usia ≥ 36 bulan.
Efek samping
Keluhan ringan yang akan hilang setelah 1 - 2 hari tanpa pengobatan:
- Reaksi lokal: nyeri dan kemerahan pada lokasi suntik
- Reaksi sistemik: demam, nyeri otot, kelelahan
Keluhan berat dan jarang terjadi:
- Reaksi syok anafilaktik
- Meskipun sangat jarang, risiko terjadinya sindrom Guillan-Barre dapat sedikit meningkat pada penerima imunisasi influenza dibandingkan dengan orang yang tidak diimunisasi, meskipun mekanismenya belum diketahui
Perhatian khusus
Respon imunologi bisa tidak timbul pada pasien dalam pengobatan imunosupresan. Untuk menghindari kemungkinan interaksi dengan beberapa produk obat, penggunaan obat lain hendaknya dikonsultasikan kepada dokter
Jadwal vaksinasi
- Usia 6 - 35 bulan: 2x dosis 0,25 ml dengan interval minimal satu bulan
- 3 - 8 tahun: 2x dosis 0,5 ml dengan interval minimal satu bulan
- ≥ 9 tahun: 1x dosis 0,5 ml
Anak yang pertama kali mendapat vaksin influenza usia < 9 tahun, vaksin diberikan 2 dosis selang waktu minimal satu bulan kemudian imunisasi diulang setiap tahun
Diberikan secara intramuskular pada paha bagian anteolateral untuk bayi usia 6 - 11 bulan, pada paha bagian anteolateral (atau lengan bagian atas jika massa otot cukup) untuk usia 12 - 35 bulan, dan pada lengan bagian atas untuk usia ≥ 36 bulan.
Efek samping
Keluhan ringan yang akan hilang setelah 1 - 2 hari tanpa pengobatan:
- Reaksi lokal: nyeri dan kemerahan pada lokasi suntik
- Reaksi sistemik: demam, nyeri otot, kelelahan
Keluhan berat dan jarang terjadi:
- Reaksi syok anafilaktik
- Meskipun sangat jarang, risiko terjadinya sindrom Guillan-Barre dapat sedikit meningkat pada penerima imunisasi influenza dibandingkan dengan orang yang tidak diimunisasi, meskipun mekanismenya belum diketahui
Perhatian khusus
Respon imunologi bisa tidak timbul pada pasien dalam pengobatan imunosupresan. Untuk menghindari kemungkinan interaksi dengan beberapa produk obat, penggunaan obat lain hendaknya dikonsultasikan kepada dokter