Deskripsi
Imunisasi pasif/profilaksis pasca pajanan terhadap tetanus untuk semua usia
Jadwal vaksinasi
Dipakai sebagai profilaksis pasca-pajanan pada mereka yang mengalami luka yang rentan menagakibatkan infeksi tetanus dan belum pernah diimunisasi tetanus, status imunisasi tetanus tidak pasti, imunisasi tetanus terakhir >10 tahun yang lalu, atau memiliki gangguan kekebalan tubuh.
Efek samping
Sangat jarang terjadi (≥ 1/10.000 dan < 1/1.000), namun meliputi:
- Gangguan sistem imun: Reaksi alergi termasuk penurunan tekanan darah, dispnea, reaksi kulit (termasuk eritema, gatal, pruritus), pada kasus terisolasi dapat berkembang hingga syok anafilaktik, bahkan ketika pasien sebelumnya tidak menunjukkan hipersensitivitas terhadap pemberian imunoglobulin.
- Reaksi lokal pada tempat suntikan: Nyeri lokal, rasa nyeri tekan, pembengkakan, eritema, indurasi, rasa hangat, pruritus, ruam, atau gatal.
- Reaksi umum: Menggigil, demam, sakit kepala, malaise, mual, muntah, artralgia, dan nyeri punggung sedang.
- Gangguan jantung dan vaskular: Reaksi kardiovaskular seperti takikardia, terutama jika produk secara tidak sengaja disuntikkan secara intravaskular.
Perhatian khusus
Hindari penggunaan pada individu dengan alergi imunoglobulin manusia atau komponen produk.
Pantau pasien dengan defisiensi imunoglobulin A, faktor risiko kejadian trombotik (misalnya riwayat penyakit vaskular atau kejadian trombotik, trombofilia didapat atau bawaan, periode imobilisasi yang berkepanjangan, penyakit yang meningkatkan viskositas darah, hipovolemia berat, hipertensi, dan diabetes melitus). Anak-anak. Kehamilan dan laktasi.
Jadwal vaksinasi
Dipakai sebagai profilaksis pasca-pajanan pada mereka yang mengalami luka yang rentan menagakibatkan infeksi tetanus dan belum pernah diimunisasi tetanus, status imunisasi tetanus tidak pasti, imunisasi tetanus terakhir >10 tahun yang lalu, atau memiliki gangguan kekebalan tubuh.
Efek samping
Sangat jarang terjadi (≥ 1/10.000 dan < 1/1.000), namun meliputi:
- Gangguan sistem imun: Reaksi alergi termasuk penurunan tekanan darah, dispnea, reaksi kulit (termasuk eritema, gatal, pruritus), pada kasus terisolasi dapat berkembang hingga syok anafilaktik, bahkan ketika pasien sebelumnya tidak menunjukkan hipersensitivitas terhadap pemberian imunoglobulin.
- Reaksi lokal pada tempat suntikan: Nyeri lokal, rasa nyeri tekan, pembengkakan, eritema, indurasi, rasa hangat, pruritus, ruam, atau gatal.
- Reaksi umum: Menggigil, demam, sakit kepala, malaise, mual, muntah, artralgia, dan nyeri punggung sedang.
- Gangguan jantung dan vaskular: Reaksi kardiovaskular seperti takikardia, terutama jika produk secara tidak sengaja disuntikkan secara intravaskular.
Perhatian khusus
Hindari penggunaan pada individu dengan alergi imunoglobulin manusia atau komponen produk.
Pantau pasien dengan defisiensi imunoglobulin A, faktor risiko kejadian trombotik (misalnya riwayat penyakit vaskular atau kejadian trombotik, trombofilia didapat atau bawaan, periode imobilisasi yang berkepanjangan, penyakit yang meningkatkan viskositas darah, hipovolemia berat, hipertensi, dan diabetes melitus). Anak-anak. Kehamilan dan laktasi.