29 Juli 2026
Apa Itu Vaksin HPV? Kenali Manfaat, Usia Pemberian, hingga Cara Kerjanya!
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin HPV, Jadwal Vaksin
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Vaksin HPV adalah salah satu vaksin yang berperan penting dalam mencegah infeksi Human Papillomavirus (HPV), virus yang dapat menyebabkan berbagai jenis kanker serta kutil kelamin. Menurut WHO dan IARC, hampir seluruh kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV risiko tinggi, dan vaksinasi sebelum paparan pertama terbukti secara signifikan menurunkan risiko infeksi oleh tipe penyebab utama kanker tersebut.
Meski sudah digunakan di banyak negara selama lebih dari 15 tahun, masih banyak orang tua yang bertanya apa itu vaksin HPV, bagaimana cara kerjanya, siapa yang perlu mendapatkannya, dan apakah vaksin ini aman.
Apa Itu Vaksin HPV?
Vaksin HPV dirancang untuk melindungi tubuh dari infeksi Human Papillomavirus (HPV), sekelompok virus yang dapat menginfeksi kulit dan selaput lendir. Terdapat lebih dari 200 tipe HPV, tetapi tidak semuanya berbahaya.
Klasifikasi Tipe HPV
Vaksin HPV membantu sistem kekebalan tubuh mengenali virus sehingga tubuh dapat membentuk antibodi sebelum terjadi paparan. Vaksin ini bersifat preventif, mencegah infeksi baru, bukan mengobati infeksi yang sudah ada.
Apa Itu Human Papillomavirus (HPV)?
HPV merupakan salah satu infeksi menular seksual yang paling sering ditemukan di seluruh dunia. Sebagian besar infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya berkat sistem kekebalan tubuh. Namun pada sebagian orang, terutama bila infeksi menetap oleh tipe risiko tinggi, virus dapat menyebabkan perubahan sel yang berkembang menjadi kanker selama bertahun-tahun, termasuk kanker serviks, anus, penis, vulva, vagina, dan orofaring.
Bagaimana HPV Menular?
HPV terutama menular melalui kontak langsung kulit dengan kulit di area genital, termasuk melalui aktivitas seksual vaginal, anal, maupun oral. Virus ini dapat menular meskipun seseorang tidak memiliki gejala, hanya memiliki satu pasangan seksual, atau tidak menyadari dirinya telah terinfeksi.
Bagaimana Cara Kerja Vaksin HPV?
Vaksin HPV mengandung virus-like particles (VLP), partikel yang menyerupai virus HPV tetapi tidak mengandung materi genetik virus, sehingga vaksin tidak dapat menyebabkan infeksi HPV maupun kanker. Setelah vaksin diberikan, sistem imun akan membentuk antibodi yang siap melawan HPV bila suatu saat tubuh terpapar virus tersebut. Karena vaksin bekerja sebelum terjadi infeksi, WHO dan CDC merekomendasikan pemberian pada usia pra remaja, sebelum seseorang aktif secara seksual.
Manfaat Vaksin HPV
1. Mencegah Kanker Serviks
Hampir seluruh kasus kanker serviks berkaitan dengan infeksi HPV risiko tinggi, terutama tipe 16 dan 18. Vaksinasi dapat secara signifikan menurunkan risiko infeksi oleh tipe penyebab sebagian besar kanker serviks.
2. Mengurangi Risiko Kanker Lain Akibat HPV
Selain kanker serviks, vaksin HPV juga membantu melindungi dari kanker anus, penis, vulva, vagina, dan orofaring, bermanfaat bagi perempuan maupun laki-laki.
3. Mencegah Kutil Kelamin
Beberapa jenis vaksin HPV juga melindungi terhadap tipe HPV 6 dan 11, penyebab sebagian besar kasus kutil kelamin.
4. Membantu Menurunkan Penyebaran HPV (Herd Protection)
Semakin banyak individu yang mendapatkan vaksin HPV, semakin kecil peluang virus beredar di masyarakat, kondisi ini dikenal sebagai herd protection atau perlindungan tidak langsung.
Jadwal Vaksin HPV Berdasarkan Usia
*Jadwal dapat berbeda tergantung jenis vaksin, usia dosis pertama, dan program imunisasi nasional (termasuk program BIAS Kemenkes RI).
Kapan Sebaiknya Berkonsultasi dengan Dokter?
- Anak memasuki usia vaksinasi (9–14 tahun)
- Ingin mengetahui jadwal vaksin sesuai usia
- Memiliki riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin
- Memiliki kondisi medis yang memengaruhi sistem imun
- Belum pernah divaksin dan ingin tahu apakah masih dapat menerima vaksin
FAQ seputar Vaksin HPV
Q: Apakah vaksin HPV menyebabkan infertilitas?
A; Tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan vaksin HPV menyebabkan gangguan kesuburan.
Q: Apakah vaksin HPV hanya untuk perempuan?
A: Tidak. Laki-laki juga dapat memperoleh manfaat karena HPV dapat menyebabkan penyakit pada kedua jenis kelamin.
Q: Setelah vaksin HPV, apakah masih perlu skrining kanker serviks?
A: Ya. Perempuan tetap perlu mengikuti program skrining (Pap smear/tes HPV) sesuai usia dan rekomendasi dokter, karena vaksin tidak melindungi terhadap seluruh tipe HPV penyebab kanker.
Q: Apakah vaksin HPV bisa menyebabkan infeksi HPV?
A: Tidak. Vaksin HPV tidak mengandung virus hidup sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi HPV.
Q: Apakah vaksin HPV masih bermanfaat setelah menikah atau aktif secara seksual?
A: Masih bisa bermanfaat, karena seseorang belum tentu terpapar seluruh tipe HPV yang dilindungi vaksin. Namun efektivitas tertinggi tetap saat diberikan sebelum paparan pertama.
Q: Apakah vaksin HPV menggantikan Pap smear?
A; Tidak. Keduanya saling melengkapi, vaksin mencegah infeksi, sementara skrining mendeteksi perubahan sel sejak dini.
Q: Apakah Anak Laki-Laki Juga Perlu Vaksin HPV?
A: Ya. Meskipun kanker serviks hanya terjadi pada perempuan, laki-laki juga dapat mengalami penyakit akibat HPV seperti kutil kelamin, kanker penis, kanker anus, dan kanker orofaring. Vaksinasi pada laki-laki turut menurunkan penyebaran HPV di masyarakat.
Q: Apakah Vaksin HPV Aman?
A: Ya. Vaksin HPV telah digunakan di berbagai negara selama lebih dari 15 tahun dan dipantau secara ketat oleh lembaga kesehatan dunia. Efek samping yang paling sering dilaporkan umumnya ringan dan sementara.
Efek samping umum: nyeri di lokasi suntikan, kemerahan atau bengkak, demam ringan, sakit kepala, lelah, nyeri otot. Reaksi alergi berat sangat jarang terjadi.
Vaksin HPV membantu melindungi tubuh dari infeksi Human Papillomavirus, virus yang dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, kanker vulva, kanker vagina, kanker orofaring, serta kutil kelamin. Sebab, vaksin bekerja mencegah infeksi, pemberiannya paling efektif dilakukan sebelum seseorang terpapar HPV, yaitu pada usia pra remaja. Baik perempuan maupun laki-laki dapat memperoleh manfaat dari vaksin ini. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui jadwal vaksinasi yang paling sesuai.
Referensi:
1. World Health Organization. Human Papillomavirus Vaccines: WHO Position Paper. Weekly Epidemiological Record; 2022;97(50):645–672. 2. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Imunisasi HPV pada Anak dan Remaja; 2023.
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) – Imunisasi HPV Nasional; 2023. 4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). HPV Vaccination Recommendations; 2024.
5. American Academy of Pediatrics. Red Book: 2024–2027 Report of the Committee on Infectious Diseases. 33rd ed.
6. Garland SM, Kjaer SK, Muñoz N, et al. Impact and Effectiveness of the Quadrivalent Human Papillomavirus Vaccine. Clinical Infectious Diseases; 2016;63(4):519–527.
7. Drolet M, Bénard É, Pérez N, et al. Population-Level Impact and Herd Effects Following HPV Vaccination Programmes. The Lancet; 2019;394(10197):497–509.
8. International Agency for Research on Cancer (IARC). Human Papillomavirus (HPV) and Cancer.





