Meta Pixel

28 Mei 2026

Kapan Vaksin Rabies Anak Diperlukan? Ini Jadwal & Pertolongan Pertamanya

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Jadwal Vaksin Rabies, Vaksin Rabies

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Vaksin rabies anak adalah respons darurat yang harus diberikan sesegera mungkin setelah anak digigit atau dicakar hewan yang berpotensi terinfeksi rabies. Menurut WHO, rabies membunuh sekitar 59.000 orang setiap tahun dan yang mengejutkan, hampir 40% korban adalah anak di bawah usia 15 tahun. Di Indonesia, Kemenkes RI mencatat bahwa rabies masih bersifat endemis di lebih dari 25 provinsi. Kabar baiknya: rabies hampir 100% bisa dicegah jika pertolongan pertama dan vaksinasi diberikan dengan cepat dan tepat sebelum gejala muncul. Artikel ini membahas kategori risiko gigitan, jadwal vaksin PEP, pertolongan pertama, dan kapan anak wajib segera dibawa ke fasilitas kesehatan. 

Kategori Paparan Rabies WHO: Tentukan Tindakan yang Tepat 

Langkah pertama setelah digigit hewan adalah menentukan kategori paparan. WHO membagi paparan rabies dalam 3 kategori yang menentukan tindakan medis:

KATEGORI 

JENIS PAPARAN 

CONTOH 

TINDAKAN YANG DIPERLUKAN

Kategori I 

(Risiko Nol)

Menyentuh atau memberi 

makan hewan; luka lama atau kulit utuh yang terkena air liur hewan

Membelai anjing; kucing duduk di pangkuan tanpa cakaran

Cuci tangan; TIDAK perlu vaksin rabies jika riwayat jelas

Kategori II 

(Risiko 

Sedang)

Luka gigitan superfisial atau cakaran pada kulit; jilatan pada kulit lecet

Gigitan ringan tidak 

berdarah; cakaran 

meninggalkan bekas 

merah tanpa darah

Cuci luka + VAKSIN RABIES segera (VAR). Serum rabies (SAR) mungkin diperlukan tergantung penilaian

Kategori III 

(Risiko 

Tinggi)

Gigitan atau cakaran dalam yang menembus kulit; luka pada kepala, leher, atau 

tangan; jilatan pada selaput lendir

Gigitan anjing yang 

berdarah; cakaran dalam pada tangan; luka dekat mata/mulut

Cuci luka + VAKSIN RABIES + SERUM RABIES (SAR/RIG) segera — 

DARURAT MEDIS

■■ Penting: Klasifikasi ini adalah panduan awal. Dokter tetap harus mengevaluasi setiap kasus secara individual mempertimbangkan jenis hewan, status vaksin hewan, kondisi hewan, dan endemisitas daerah.


Pertolongan Pertama Gigitan Hewan: Lakukan Segera Sebelum ke Dokter 

Mencuci luka adalah tindakan paling krusial yang bisa dilakukan orang tua sebelum tiba di fasilitas kesehatan. Penelitian menunjukkan cuci luka yang benar dapat mengurangi risiko transmisi virus rabies hingga 50%: 

LANGKAH 

TINDAKAN 

CATATAN PENTING

1. Cuci luka segera 

Alirkan air bersih mengalir ke luka selama MINIMAL 15 menit penuh sambil diremas-remas lembut

Ini adalah langkah TERPENTING. Jangan kurang dari 15 menit

2. Sabun / deterjen 

Selama proses mencuci, gunakan sabun atau deterjen cair, bukan hanya air saja

Sabun merusak selubung lemak virus rabies secara mekanis

3. Antiseptik 

Setelah dicuci, aplikasikan antiseptik (povidone iodine, alkohol 70%, atau setara)

Jika tidak ada, air sabun saja sudah jauh lebih baik daripada tidak mencuci

4. Jangan tutup 

rapat

Jangan menutup luka terlalu rapat dengan perban, biarkan sedikit terbuka untuk drainase

Luka yang tertutup rapat menciptakan kondisi anaerob yang tidak menguntungkan

5. Segera ke 

fasilitas kesehatan

Segera ke Puskesmas, IGD RS, atau klinik untuk evaluasi vaksin rabies, JANGAN TUNDA

Bawa informasi: jenis hewan, kondisi hewan, apakah hewan terprovokasi atau tidak

■ Jangan Lakukan Ini: 

• Jangan menutup luka dengan ramuan tradisional, kopi, atau abu 

• Jangan membakar luka atau mencuci dengan bensin/minyak tanah 

• Jangan menunggu untuk melihat apakah ada gejala — bisa terlambat 

• Jangan membiarkan hewan yang menggigit kabas tanpa pengamatan


Jadwal Vaksin Rabies Post-Exposure (PEP): Dosis & Waktu

Post-Exposure Prophylaxis (PEP) adalah serangkaian vaksin yang diberikan setelah paparan. WHO dan CDC merekomendasikan dua jadwal yang diakui: 

Jadwal Standar (4 Dosis) untuk orang yang BELUM pernah divaksin rabies: 

HARI KE- 

TINDAKAN 

CATATAN

Hari 0 

(Segera)

Vaksin Rabies dosis 1 (VAR) + Serum Rabies (SAR/RIG) jika Kategori III

SAR disuntikkan di sekitar luka SEBELUM atau bersamaan dengan dosis pertama VAR

Hari 3 

Vaksin Rabies dosis 2 (VAR) 

Tidak boleh lebih dari 3 hari setelah dosis 1

Hari 7 

Vaksin Rabies dosis 3 (VAR) 

Sesuai jadwal, jangan dilewatkan

Hari 14 

Vaksin Rabies dosis 4 (VAR) — SELESAI 

Jadwal 4 dosis (hari 0,3,7,14) sesuai WHO Essen schedule yang disederhanakan

Hari 28 

(Opsional)

Dosis ke-5 untuk imunokompromi atau atas rekomendasi dokter

Tidak semua pasien memerlukan dosis ke-5


Jadwal PEP untuk yang SUDAH pernah divaksin rabies sebelumnya: 

HARI KE- 

TINDAKAN 

CATATAN

Hari 0 

Vaksin Rabies 1 dosis (VAR) 

TIDAK perlu Serum Rabies (SAR/RIG)

Hari 3 

Vaksin Rabies 1 dosis (VAR), SELESAI (total 2 dosis)

Respons imun lebih cepat karena sudah ada memori imun


Perbedaan Vaksin Rabies (VAR) vs Serum Rabies (SAR): Kapan Keduanya Diperlukan? 

ASPEK 

VAR (Vaksin Anti Rabies) 

SAR / RIG (Serum Anti Rabies)

Cara kerja 

Merangsang tubuh memproduksi antibodi rabies (butuh 7–10 hari)

Langsung memberikan antibodi siap pakai (immediate passive immunity)

Kapan diberikan 

Semua kasus Kategori II dan III 

Hanya Kategori III; diberikan bersamaan dosis VAR pertama

Cara pemberian 

Suntikan intramuskular (IM) di lengan atas 

Disuntikkan di dalam dan sekitar luka gigitan

Tujuan 

Perlindungan jangka menengah dan 

pembentukan memori imun

Perlindungan segera sambil menunggu VAR bekerja membangun antibodi

Tersedia di 

Puskesmas, IGD RS, klinik kesehatan 

Umumnya hanya di RS, konsultasikan ke dokter


Wilayah Endemis Rabies di Indonesia: Mana yang Masih Berisiko? 

Memahami status rabies daerah tempat tinggal atau tujuan wisata penting untuk kewaspadaan. Kemenkes RI mencatat peta rabies di Indonesia:

STATUS 

PROVINSI / WILAYAH 

CATATAN

■ Masih Endemis Rabies

Sumatera (kecuali Kepri & Babel), Kalimantan (kecuali beberapa daerah), Sulawesi, NTT, Papua, Maluku

Kewaspadaan tinggi; gigitan hewan perlu evaluasi rabies segera

■ Bebas Rabies 

Jawa, Bali, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat

Risiko rabies lokal sangat rendah — tapi tetap cuci luka dan evaluasi dokter

■■ Perlu 

Konfirmasi Terkini

Status dapat berubah; selalu cek update Kemenkes RI terbaru

Status endemisitas bisa berubah, cek info terkini sebelum bepergian

■ Catatan: Bahkan di daerah bebas rabies, gigitan hewan tetap perlu evaluasi medis karena hewan bisa saja didatangkan dari daerah endemis. Selain rabies, luka gigitan hewan juga berisiko infeksi bakteri dan tetanus.


Vaksin Rabies Pre-Exposure (Sebelum Paparan): Siapa yang Perlu? 

Selain vaksin pasca gigitan, ada juga vaksinasi rabies pre-exposure l diberikan sebelum paparan terjadi sebagai perlindungan preventif: 

■ Dokter hewan, petugas karantina hewan, pekerja laboratorium rabies: Risiko profesional yang sangat tinggi 

■ Anak yang tinggal atau berwisata ke daerah endemis tinggi: Terutama jika akses ke fasilitas kesehatan terbatas 

■ Penjelajah alam, pecinta hewan liar, speleoogi (penelusur goa): Risiko kontak kelelawar dan hewan liar

■ Personel militer yang bertugas di daerah endemis: Risiko paparan selama operasi di lapangan 

Jadwal Pre-Exposure: 

3 dosis: Hari 0, Hari 7, dan Hari 21–28. Setelah seri lengkap, booster dianjurkan setiap 2–5 tahun tergantung tingkat risiko. Jika kemudian terkena gigitan, cukup 2 dosis VAR (hari 0 dan 3) tanpa perlu SAR. 

Masa Inkubasi & Gejala Rabies yang Harus Diketahui Orang Tua 

Memahami perkembangan penyakit sangat penting agar orang tua tidak terlena karena awalnya tidak ada gejala: 

FASE 

WAKTU 

GEJALA 

STATUS

Masa Inkubasi 

1–3 bulan (bisa 1 

minggu–1 tahun)

TIDAK ADA GEJALA — anak tampak sehat sepenuhnya

■ Masih bisa dicegah 

dengan vaksin

Prodromal (awal) 

2–10 hari sebelum fase akut

Demam, sakit kepala, mual, 

kesemutan/nyeri di area bekas gigitan

■■ Masih ada peluang 

sangat kecil

Neurologis (akut) 

2–7 hari 

Gelisah ekstrem, hydrophobia (takut air), aerophobia (takut angin), kejang

■ Hampir tidak bisa 

diselamatkan

Koma/Kematian 

2–14 hari setelah fase neurologis

Kelumpuhan, koma, gagal napas, kematian

■ Fatal hampir 100%

■ Pesan Terpenting: Inkubasi yang panjang (rata-rata 1–3 bulan) membuat orang tua sering lupa atau meremehkan gigitan yang sudah lama terjadi. Tidak ada batas waktu untuk memulai PEP, bahkan beberapa bulan setelah gigitan, vaksin tetap harus diberikan jika belum dilakukan.


FAQ: Pertanyaan Orang Tua Seputar Vaksin Rabies Anak 

Q: Berapa kali suntik vaksin rabies setelah anak digigit? 

A: Untuk orang yang belum pernah divaksin rabies sebelumnya, jadwal standar WHO adalah 4 dosis: hari ke-0 (segera), hari ke-3, hari ke-7, dan hari ke-14. Jika termasuk kategori risiko tinggi (Kategori III), ditambah serum rabies (SAR) di hari ke-0. Untuk yang sudah pernah divaksin, cukup 2 dosis (hari 0 dan 3). 

Q: Apakah gigitan atau cakaran kucing bisa menyebabkan rabies?

A: Ya. Kucing adalah hewan reservoir rabies nomor dua setelah anjing di banyak daerah. Cakaran kucing yang terkontaminasi air liur hewan terinfeksi juga bisa menularkan rabies, meski lebih jarang dibanding gigitan. Evaluasi dokter tetap diperlukan untuk setiap gigitan atau cakaran kucing yang cukup dalam. 

Q: Apakah vaksin rabies tersedia gratis di puskesmas? 

A: Vaksin Anti Rabies (VAR) tersedia di Puskesmas dan rumah sakit pemerintah, namun ketersediaan bisa bervariasi per daerah dan stok terbatas. Di daerah endemis, umumnya lebih mudah tersedia. Serum Anti Rabies (SAR) lebih sering hanya ada di rumah sakit rujukan. Selalu konfirmasi ketersediaan sebelum datang. 

Q: Berapa lama masa inkubasi rabies dan apa artinya untuk vaksinasi? 

A: Masa inkubasi rata-rata 1–3 bulan (bisa berkisar 1 minggu hingga 1 tahun). Yang penting: tidak ada batas waktu kedaluwarsa untuk memulai vaksin PEP. Bahkan jika anak digigit beberapa bulan lalu dan belum divaksin, segera mulai vaksinasi, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. 

Q: Apa yang harus dilakukan jika hewan yang menggigit sudah tidak ada atau tidak bisa diamati?

A: Jika hewan penggigit tidak bisa diobservasi, asumsikan rabies dan mulai PEP. WHO merekomendasikan: jika status rabies hewan tidak bisa dikonfirmasi dalam 10 hari observasi, lanjutkan seri vaksin penuh. Lebih aman mengambil risiko efek samping ringan vaksin daripada mengabaikan potensi infeksi yang fatal. 

Jika anak tergigit, tercakar, atau terkena paparan dari hewan yang dicurigai rabies, segera cari pertolongan medis. Untuk informasi lebih lanjut terkait penanganan dan layanan rabies, MomDad dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567, SMS 081281562620, faksimili (021) 5223002 / 52921669, atau email kontak@kemkes.go.id.


Referensi: 

1. World Health Organization (WHO). Rabies Fact Sheet. WHO; 2023. 

2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Rabies and Children. CDC; 2023. 

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Rabies di Indonesia. Kemenkes RI; 2020. 

4. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2022: Data Kasus Rabies Nasional. Kemenkes RI; 2023.

5. American Academy of Pediatrics (AAP). Rabies. In: Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases. 32nd ed. AAP; 2021. 

6. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Panduan Klinis: Penanganan Gigitan Hewan dan Pencegahan Rabies pada Anak. IDAI; 2022. 

7. Rupprecht CE, Briggs D, Brown CM, et al. Use of a reduced (4-dose) vaccine schedule for postexposure prophylaxis to prevent human rabies. MMWR Recommendations and Reports. 2010;59(RR-2):1–9.

8. World Health Organization (WHO). WHO Expert Consultation on Rabies: Third Report. WHO Technical Report Series No. 1012. WHO; 2018.