
Tanya Jawab 1 Vaksin Tidak Berkhasiat
29 Jan 2018

Author: Tim PrimaKu
9 Feb 2026
Topik: Vaksin Dasar, Vaksinasi, Polio, KLB Polio
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Kesehatan anak adalah prioritas utama setiap orang tua. Dalam upaya melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya, vaksinasi memainkan peran yang sangat penting. Beberapa vaksin wajib telah terbukti efektif dalam mencegah penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan kecacatan. Salah satunya adalah vaksin polio, yang tidak hanya melindungi anak dari wabah polio, tetapi juga mencegah potensi kelumpuhan dan cacat permanen akibat penyakit ini.
Kenapa Vaksin Polio Sangat Penting?
Polio, atau poliomielitis, adalah penyakit yang disebabkan oleh virus polio. Virus ini menyerang sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan kelumpuhan pada salah satu atau kedua kaki. Pada kasus yang lebih parah, virus ini dapat menyerang otot pernapasan dan menyebabkan kematian. Untungnya, vaksin polio yang telah terbukti efektif menurunkan angka kejadian polio di dunia, dengan vaksin polio oral (OPV) dan vaksin polio inaktif (IPV) yang memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit ini.
Menurut World Health Organization (WHO), vaksinasi polio global telah berhasil mengurangi jumlah kasus polio sebanyak lebih dari 99%, yang membuat dunia semakin dekat dengan eliminasi polio. Namun, meskipun polio hampir punah, virus ini masih ada di beberapa negara, dan vaksinasi polio tetap penting untuk memastikan bahwa virus ini tidak menyebar lagi, terutama ke negara-negara yang sudah bebas polio.
Bagaimana Vaksin Polio Bekerja untuk Anak?
Vaksin polio bekerja dengan memberikan perlindungan terhadap virus polio tanpa menyebabkan penyakit itu sendiri. Ada dua jenis vaksin polio:
Vaksinasi polio biasanya diberikan pada anak-anak pada usia yang telah ditentukan dalam jadwal imunisasi, yaitu dari usia 2 bulan, dengan dosis lanjutan pada usia 4 bulan, 6 bulan, dan dosis booster pada usia 4-6 tahun. Dengan jadwal vaksinasi yang tepat, anak akan terlindungi dari risiko polio dan kecacatan yang ditimbulkan oleh penyakit ini.
Dampak Kecacatan yang Ditimbulkan oleh Polio
Meskipun polio dapat dicegah dengan vaksin, penyakit ini tetap menjadi ancaman serius jika anak tidak divaksinasi. Polio dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, yang dapat mempengaruhi satu atau kedua kaki, dan dalam kasus yang lebih parah, dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Dampak polio yang paling serius adalah kecacatan jangka panjang yang mengganggu kualitas hidup anak, seperti kesulitan berjalan, menggunakan tangan, dan beraktivitas sehari-hari.
Selain itu, polio dapat menyebabkan gangguan pernapasan, yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit. Dalam kasus terburuk, kematian akibat kelumpuhan otot pernapasan bisa terjadi.
Mengapa Vaksin Polio Tetap Diperlukan Meski Polio Sudah Langka?
Meskipun polio sudah jarang ditemui di banyak negara berkat program vaksinasi yang luas, virus polio masih bisa mengancam di beberapa daerah yang belum sepenuhnya bebas polio. Di samping itu, mobilitas internasional yang semakin tinggi meningkatkan risiko penyebaran virus polio dari satu negara ke negara lain. Oleh karena itu, vaksinasi polio tetap diperlukan untuk mencegah penyakit ini kembali muncul dan menyebar, meskipun kita sudah berada di ambang penghapusan polio global.
Di Indonesia, meskipun kasus polio hampir tidak ada, program vaksinasi tetap menjadi prioritas untuk memastikan anak-anak terlindungi dari penyakit ini. Melalui imunisasi polio, kita dapat menciptakan keamanan kelompok yang melindungi mereka yang tidak bisa mendapatkan vaksin, seperti bayi yang baru lahir atau anak dengan kondisi medis tertentu.
Untuk memastikan si Kecil terlindungi dari polio, pastikan vaksinasi dilakukan tepat waktu. Agar tidak lupa dengan jadwal vaksin polio si Kecil, MomDad bisa cek jadwalnya langsung di aplikasi PrimaKu dan bahkan langsung Booking Vaksin dengan mudah. Pastikan si Kecil mendapatkan perlindungan yang optimal sejak dini!
Referensi:
