
Tanya Jawab 1 Vaksin Tidak Berkhasiat
29 Jan 2018

Author: Tim PrimaKu
21 Jan 2026
Topik: Vaksinasi, Polio, Imunisasi Polio, Kelumpuhan, KIPI
Isu bahwa vaksin polio bisa menyebabkan kelumpuhan masih sering membuat orang tua ragu untuk memberikan imunisasi pada anak. Kekhawatiran ini tidak jarang muncul setelah membaca potongan informasi di media sosial tanpa konteks yang utuh. Padahal, polio justru merupakan penyakit yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen dan kematian bila tidak dicegah dengan vaksinasi. Lalu, dari mana asal isu ini dan bagaimana fakta medis sebenarnya?
Apa Itu Penyakit Polio dan Mengapa Berbahaya?
Polio adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh poliovirus, virus yang menyerang sistem saraf pusat. Sebagian besar infeksi polio memang tidak menimbulkan gejala berat, namun pada sebagian kecil kasus, virus dapat menyebabkan kelumpuhan layuh permanen, terutama pada tungkai, dan bahkan gangguan pernapasan.
Hingga kini, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan polio. Pencegahan melalui vaksinasi tetap menjadi strategi paling efektif untuk melindungi anak dan memutus penularan di masyarakat.
Jenis Vaksin Polio yang Digunakan
Secara global, terdapat dua jenis vaksin polio:
Berisi virus polio hidup yang dilemahkan, diberikan melalui tetes mulut.
Mengandung virus polio yang telah dimatikan, diberikan melalui suntikan.
Di Indonesia, program imunisasi menggunakan kombinasi OPV dan IPV sesuai rekomendasi nasional dan global untuk memberikan perlindungan optimal sekaligus mencegah penularan virus di komunitas. Biasanya, vaksin polio diberikan saat bayi baru lahir secara bertahap hingga usia 18 bulan. Berdasarkan ketentuan jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin polio dosis berikutnya diberikan saat anak berusia 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan. Jika membutuhkan perlindungan lebih, anak bisa diberikan vaksin polio booster satu kali di usia 5 tahun.
Benarkah Vaksin Polio Bisa Menyebabkan Kelumpuhan?
Fakta penting yang perlu dipahami:
✔️ Vaksin polio tidak menyebabkan polio liar.
✔️ Risiko kelumpuhan akibat vaksin sangat jarang dan jauh lebih kecil dibandingkan risiko kelumpuhan akibat infeksi polio alami.
Pada OPV, terdapat kondisi yang sangat jarang disebut Vaccine-Associated Paralytic Poliomyelitis (VAPP), yaitu kelumpuhan yang terjadi akibat mutasi virus vaksin. Kejadiannya diperkirakan sekitar 1 kasus per 2,7 juta dosis OPV, angka yang sangat kecil.
Sebaliknya, infeksi polio liar dapat menyebabkan kelumpuhan permanen pada 1 dari 200 infeksi, dengan risiko kematian pada kasus tertentu. Oleh karena itu, manfaat vaksin polio jauh lebih besar dibandingkan risikonya.
Mengapa Vaksin Polio Tetap Sangat Penting?
Beberapa alasan utama vaksin polio tetap krusial, di antaranya:
Organisasi kesehatan dunia seperti World Health Organization dan Centers for Disease Control and Prevention menegaskan bahwa vaksin polio aman, efektif, dan menjadi kunci keberhasilan eliminasi polio secara global.
Isu bahwa vaksin polio menyebabkan kelumpuhan sering kali muncul karena informasi yang tidak lengkap. Secara ilmiah, risiko kelumpuhan akibat vaksin sangat jarang dan jauh lebih kecil dibandingkan risiko infeksi polio tanpa imunisasi. Memberikan vaksin polio sesuai jadwal bukan hanya melindungi anak, tetapi juga berkontribusi pada perlindungan seluruh masyarakat. Jika MomDad masih ragu, jangan ragu untuk berdiskusi langsung dengan tenaga kesehatan agar mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya.
Referensi:
