
Hari Posyandu Nasional 2025
28 Apr 2025

Author: dr. Afiah Salsabila
16 Jan 2026
Topik: Kanker Anak, Kanker, Hari Kanker Anak Sedunia, Berita
Latar Belakang
Hari Kanker Sedunia yang diperingati pada tanggal 15 Januari silam menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global terhadap beban kanker, termasuk kanker pada anak yang masih sering terabaikan. Secara global, diperkirakan lebih dari 400.000 anak didiagnosis kanker setiap tahun, dengan mayoritas kasus terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Ketimpangan hasil pengobatan masih sangat nyata, di mana angka kesintasan anak dengan kanker dapat melebihi 80% di negara berpenghasilan tinggi, tetapi hanya sekitar 20–30% di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah . (1,2)
International Childhood Cancer Day menekankan bahwa kanker anak bukan hanya masalah klinis, tetapi juga masalah kesehatan masyarakat. Keterlambatan diagnosis, keterbatasan akses terapi, serta kurangnya sistem rujukan yang efektif menjadi faktor utama tingginya mortalitas kanker anak. Oleh karena itu, peningkatan awareness di kalangan tenaga kesehatan, khususnya dokter anak, merupakan langkah krusial dalam memperbaiki luaran klinis dan menurunkan beban penyakit jangka panjang . (1)
Spektrum Kanker Anak dan Karakteristik Klinisnya
Kanker anak berbeda secara biologis dan klinis dibandingkan kanker pada dewasa. Mayoritas kanker anak berasal dari jaringan embrional dan sel prekursor, dengan perjalanan penyakit yang umumnya lebih agresif namun responsif terhadap terapi bila ditangani secara tepat waktu. Enam jenis kanker anak yang paling sering dan menjadi fokus inisiatif global WHO mencakup leukemia limfoblastik akut, limfoma Burkitt, limfoma Hodgkin, retinoblastoma, tumor Wilms, dan glioma derajat rendah . (2)
Leukemia limfoblastik akut merupakan kanker anak tersering dan menyumbang sekitar 50–60% dari seluruh keganasan pediatrik. Penyakit ini berasal dari transformasi maligna prekursor limfoid dan ditandai oleh proliferasi sel blast di sumsum tulang. Meskipun bersifat agresif, ALL memiliki tingkat kesembuhan tinggi bila didiagnosis dini dan diobati dengan protokol standar. Faktor risiko meliputi kelainan genetik tertentu dan paparan lingkungan, meskipun sebagian besar kasus bersifat sporadik . (2)
Klik Link Berikut untuk Baca Lebih Lanjut Mengenai Leukemia pada Anak: Leukemia, Kanker Tersering pada Anak
Limfoma Burkitt merupakan limfoma non-Hodgkin derajat tinggi yang tumbuh sangat cepat dan lebih sering ditemukan di negara berpenghasilan rendah. Penyakit ini memiliki predileksi pada jaringan limfoid dan organ abdominal, dengan patogenesis yang sering berkaitan dengan infeksi virus Epstein–Barr. Limfoma Hodgkin, yang lebih sering terjadi pada remaja, umumnya memiliki perjalanan penyakit yang lebih lambat dan prognosis yang sangat baik dengan terapi yang adekuat . (2,3)
Klik Link Berikut untuk Baca Lebih Lanjut Mengenai Leukemia pada Anak: Burkitt Lymphoma: Keganasan Limfoid Agresif, Namun Responsif pada Terapi
Retinoblastoma adalah kanker mata pada anak yang berasal dari retina dan sering didiagnosis pada usia dini. Penyakit ini dapat bersifat unilateral atau bilateral dan berhubungan dengan mutasi gen RB1. Deteksi dini sangat penting untuk menyelamatkan penglihatan dan kehidupan pasien. Tumor Wilms merupakan keganasan ginjal pada anak yang biasanya terdiagnosis sebelum usia lima tahun dan memiliki tingkat kesembuhan tinggi bila ditangani secara komprehensif . (2,3)
Klik Link Berikut untuk Baca Lebih Lanjut Mengenai Leukemia pada Anak: Pentingnya Diagnosis Dini pada Retinoblastoma
Glioma derajat rendah merupakan tumor otak yang paling sering pada anak. Meskipun umumnya tidak bermetastasis, tumor ini dapat menimbulkan morbiditas jangka panjang akibat lokasi dan dampaknya terhadap fungsi neurologis. Patogenesisnya melibatkan perubahan molekuler yang berbeda dari glioma pada dewasa . (2)
Beban Penyakit dan Faktor Risiko
Beban kanker anak tidak hanya tercermin dari angka mortalitas, tetapi juga dari dampak jangka panjang berupa disabilitas, gangguan tumbuh kembang, serta beban psikososial dan ekonomi keluarga. Faktor risiko kanker anak sebagian besar tidak dapat dimodifikasi dan meliputi faktor genetik, kelainan kongenital, serta paparan lingkungan tertentu. Berbeda dengan kanker dewasa, faktor gaya hidup berperan minimal . (2,3)
WHO menegaskan bahwa sebagian besar kematian akibat kanker anak sebenarnya dapat dicegah melalui diagnosis dini, akses terapi esensial, dan sistem kesehatan yang kuat. Inisiatif Global WHO untuk Kanker Anak menargetkan peningkatan angka kesintasan global hingga minimal 60% pada tahun 2030 . (2)
Kesimpulan dan Penutup
Hari Kanker Sedunia merupakan pengingat penting bahwa kanker anak masih menjadi tantangan kesehatan global dengan kesenjangan luaran yang signifikan antarnegara. Kanker anak memiliki karakteristik biologis dan klinis yang khas, dengan potensi kesembuhan tinggi bila dikenali dan ditangani secara tepat waktu. Dokter anak memegang peran sentral dalam meningkatkan awareness, mempercepat diagnosis, dan memastikan rujukan yang adekuat. Upaya kolektif untuk memperkuat sistem layanan kanker anak merupakan langkah esensial dalam menurunkan beban penyakit dan meningkatkan kualitas hidup anak dengan kanker.
Daftar Pustaka
