
Apakah makanan pendamping ASI (MPASI) komersil berbahaya buat bayi?
29 Jan 2018

Author: dr. Afiah Salsabila
8 Jan 2026
Topik: Vaksin HPV, Bulan Kesadaran Kesehatan Serviks, Serviks, Human Papilloma Virus, Ilmiah
Latar Belakang
Human papillomavirus (HPV) merupakan kelompok virus DNA yang sangat sering ditemukan. Infeksi biasanya bersifat asimtomatik dan dapat sembuh spontan, namun infeksi persisten oleh tipe HPV risiko tinggi, khususnya HPV 16 dan 18, dapat menyebabkan transformasi sel epitel dan keganasan serviks .(2)Selain kanker serviks, HPV juga berperan dalam terjadinya kanker anogenital lain serta kanker orofaring, baik pada perempuan maupun laki-laki . (1) (Klik artikel berikut untuk pelajari manifestasi infeksi HPV pada manusia: Jenis Human Papillomavirus dan Spektrum Penyakit yang Ditimbulkannya)
Transmisi HPV paling sering terjadi melalui aktivitas seksual, namun beberapa studi menunjukkan bahwa virus ini juga bisa ditularkan melalui jalur transmisi lain. Peringatan Bulan Kesehatan Serviks menjadi momentum penting untuk menyoroti kembali pemahaman mengenai transmisi HPV, terutama dalam konteks pencegahan primer sejak usia anak dan remaja.
Prevalensi HPV pada Laki-laki dan Perempuan
Infeksi HPV sering terjadi pada perempuan maupun laki-laki. Data epidemiologi menunjukkan bahwa sebagian besar individu yang aktif secara seksual akan terinfeksi HPV setidaknya satu kali dalam hidupnya. Pada perempuan, prevalensi infeksi HPV tertinggi ditemukan pada usia muda setelah onset aktivitas seksual, dengan sebagian besar infeksi bersifat sementara . (1)
Pada laki-laki, prevalensi HPV juga tinggi dan relatif stabil di berbagai kelompok usia. Studi menunjukkan bahwa laki-laki berperan penting sebagai reservoir dan vektor penularan HPV, termasuk tipe risiko tinggi yang berhubungan dengan kanker serviks pada pasangan perempuan . (3) Fakta ini menjadi dasar ilmiah penting bagi rekomendasi pencegahan HPV yang tidak hanya berfokus pada perempuan, tetapi juga laki-laki, terutama pada usia anak dan remaja.
Jenis Kontak yang Dapat Menularkan HPV
Transmisi HPV paling kuat bukti ilmiahnya adalah melalui kontak seksual. Hubungan vaginal, anal, dan oral semuanya dapat menjadi jalur penularan HPV. Kontak genital tanpa penetrasi pun tetap memiliki risiko transmisi karena virus dapat menyebar melalui kontak langsung kulit atau mukosa yang terinfeksi . (2)
HPV juga merupakan penyebab utama kanker orofaring yang ditularkan melalui kontak oral-genital, dan tren ini dilaporkan meningkat secara global. Hal ini memperluas spektrum penyakit terkait HPV dan menegaskan bahwa transmisi tidak terbatas pada hubungan seksual konvensional . (3)
Transmisi Non-Seksual HPV: Apa yang Perlu Dipahami Dokter Anak?
Meskipun transmisi seksual merupakan jalur utama penularan human papillomavirus, sejumlah studi menunjukkan bahwa HPV juga dapat berpindah melalui jalur non-seksual, meskipun kontribusinya terhadap infeksi persisten dan kanker relatif kecil. Tinjauan sistematis oleh Liu dkk. melaporkan bahwa DNA HPV dapat terdeteksi pada individu tanpa riwayat hubungan seksual penetratif, termasuk pada anak dan remaja, sehingga menimbulkan diskusi mengenai mekanisme transmisi alternatif. (5)
Salah satu jalur yang paling sering dilaporkan adalah kontak tangan ke genital dan autoinokulasi, di mana tipe HPV yang sama ditemukan pada jari, kuku, dan area genital individu yang sama maupun pada pasangan. Temuan ini menunjukkan bahwa tangan dapat berperan sebagai media perantara, terutama dalam kontak intim non-penetratif. Selain itu, transmisi perinatal dari ibu ke bayi juga dilaporkan, dengan deteksi HPV pada neonatus dan anak kecil. Mekanisme yang diajukan meliputi pajanan selama persalinan atau kontak kulit erat setelah lahir. Pada sebagian besar kasus, infeksi bersifat sementara dan tidak berkembang menjadi infeksi persisten. HPV DNA juga ditemukan pada alat medis dan permukaan lingkungan, termasuk spekulum, probe ultrasonografi transvaginal, serta benda yang sering disentuh. Walaupun deteksi DNA tidak selalu berarti virus tersebut infeksius, temuan ini menunjukkan bahwa HPV relatif stabil di lingkungan dan berpotensi berpindah jika terdapat mikrotrauma pada epitel . (5)
Dari perspektif klinis, hal ini justru memperkuat rasional pemberian vaksin HPV sejak usia anak dan remaja, karena vaksin bekerja sebelum pajanan virus, terlepas dari jalur penularannya.
Kesimpulan dan Penutup
HPV merupakan virus yang sangat umum dan mudah ditularkan, dengan transmisi utama melalui kontak seksual, namun temuan terbaru menunjukkan bahwa jalur non-seksual juga bisa terjadi. Prevalensi yang tinggi pada laki-laki dan perempuan menegaskan bahwa pencegahan HPV merupakan tanggung jawab bersama. Dalam konteks Bulan Kesehatan Serviks, dokter anak memiliki peran penting dalam edukasi dini dan promosi vaksinasi HPV sebagai langkah efektif untuk menurunkan beban kanker serviks dan penyakit terkait HPV di masa depan. Berikut jadwal vaksin HPV di Indonesia: Catat! Berikut ​Rekomendasi Jadwal Vaksin HPV pada Anak di Indonesia
Ingin baca lebih lanjut mengenai HPV? Jelajahi topik terkait lainnya dengan klik artikel-artikel berikut:
👉 Jenis Human Papillomavirus dan Spektrum Penyakit yang Ditimbulkannya
👉 Catat! Berikut ​Rekomendasi Jadwal Vaksin HPV pada Anak di Indonesia
Daftar Pustaka