
Rekomendasi WHO Terkait Profilaksis Kotrimoksazol pada Anak dengan HIV
21 Jul 2025

Author: dr. Afiah Salsabila
6 Jul 2025
Topik: Tetanus, Vaksin DPT, Profilaksis, Guideline
Tetanus adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh eksotoksin Clostridium tetani, bakteri gram positif anaerob yang membentuk spora. Spora tersebut banyak ditemukan di tanah, debu, dan kotoran, serta dapat masuk ke tubuh melalui luka terbuka, terutama yang kotor atau dalam. Toksin yang diproduksi, tetanospasmin, menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan kekakuan otot, spasme, dan pada kasus berat dapat menyebabkan gagal napas dan kematian. (1,2)
Data global memperkirakan angka kematian akibat tetanus neonatal mencapai 25.000 jiwa pada tahun 2018. Tetanus non-neonatal juga masih menjadi masalah kesehatan yang mengancam, terutama di negara berkembang dan pada kelompok yang tidak divaksinasi.Anak-anak yang belum menerima vaksinasi lengkap atau memiliki luka berisiko tinggi membutuhkan perhatian khusus untuk pencegahan melalui profilaksis yang sesuai. (1,)
Jenis Vaksin Tetanus dan Indikasi Pemberian
Terdapat beberapa jenis vaksin tetanus yang digunakan dalam praktik klinis. Vaksin tetanus toksoid (TT) merupakan komponen utama dalam berbagai vaksin kombinasi, seperti DTP (difteri, tetanus, pertusis), DT, Tdap (tetanus, difteri, pertusis aselular), dan Td (tetanus, difteri). Vaksinasi primer diberikan pada usia bayi dalam bentuk DTP atau DTaP sebanyak tiga dosis, diikuti booster sesuai jadwal imunisasi nasional, yaitu pada usia 18 bulan dan 5 tahun. Booster tambahan direkomendasikan pada usia remaja dan dewasa untuk mempertahankan kadar antibodi protektif. (1)
Indikasi pemberian vaksin tetanus didasarkan pada riwayat imunisasi sebelumnya dan jenis luka yang dialami pasien. Anak dengan jadwal imunisasi lengkap yang mengalami luka bersih dan kecil tidak memerlukan intervensi tambahan. Namun, pada kasus luka risiko tinggi seperti luka yang dalam, terkontaminasi tanah, terkena logam berkarat, atau terdapat jaringan yang terdevitalisasi, diperlukan pertimbangan pemberian profilaksis. (1)
Indikasi Profilaksis Berdasarkan Status Imunisasi dan Jenis Luka
Berdasarkan panduan CDC dan WHO, profilaksis tetanus pasca-paparan terdiri dari dua komponen: vaksinasi ulang dengan toksoid tetanus dan/atau pemberian imunoglobulin tetanus (TIG). (1) Indikasi profilaksis ditentukan oleh dua faktor: status imunisasi pasien, dan klasifikasi luka.
Klasifikasi luka terdiri atas:
Panduan klinis menyatakan bahwa anak dengan imunisasi lengkap (≥3 dosis tetanus toksoid) dalam 5 tahun terakhir dan mengalami luka ringan tidak memerlukan profilaksis tambahan. Namun, jika luka kotor dan sudah lebih dari 5 tahun sejak dosis terakhir, maka vaksin booster tetanus dianjurkan. Anak yang tidak lengkap imunisasinya atau statusnya tidak diketahui, harus mendapatkan vaksinasi dan, jika lukanya berisiko tinggi, diberikan tambahan TIG. (1)
Penting untuk dicatat bahwa pemberian TIG hanya diberikan satu kali sebanyak 250 IU secara intramuskular dan harus diberikan di lokasi yang berbeda dari tempat injeksi vaksin. TIG bersifat pasif dan memberikan perlindungan langsung, tetapi jangka pendek. Sementara itu, vaksin tetanus toksoid merangsang pembentukan antibodi aktif yang bertahan lama, namun memerlukan waktu untuk terbentuk. Rangkuman dari rekomendasi ini dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Algoritma profilaksis tetanus. TIG = imunoglobulin tetanus (1,3)
Dokter anak memiliki peran penting dalam edukasi orang tua dan pengambilan keputusan klinis terkait profilaksis tetanus, khususnya dalam kasus cedera atau paparan lingkungan berisiko. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam praktik:
Kesimpulan
Tetanus merupakan penyakit berpotensi fatal yang sepenuhnya dapat dicegah dengan imunisasi dan profilaksis pasca-paparan yang tepat. Dengan memahami klasifikasi luka, status imunisasi, serta prinsip pemberian vaksin dan imunoglobulin, dokter anak dapat mengoptimalkan perlindungan terhadap tetanus pada pasien anak. Kombinasi tindakan cepat, edukasi keluarga, dan pencatatan imunisasi yang baik merupakan kunci utama dalam mencegah kasus tetanus pada populasi anak.
Daftar Pustaka
2. George EK, De Jesus O, Tobin EH, et al. Tetanus (Clostridium tetani Infection) [Updated 2024 Feb 26]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482484/
3. Minnesota Department of Health. Summary Guide to Tetanus Prophylaxis in Routine Wound Management [Internet]. Saint Paul (MN): Minnesota Department of Health; 2023 [cited 2025 Jul 14]. Available from: https://www.health.state.mn.us/diseases/tetanus/hcp/tetwdmgmt.html