Viral Anak Tidak Disekolahkan, Kenali Bedanya Homeschooling vs Unschooling
Author: Tim PrimaKu
6 Jan 2026
Topik: Homeschooling, Unschooling, Sekolah di Rumah, Anak Sekolah, Pendidikan Anak
Ramai menjadi perbincangan netizen di media sosial TikTok, sepasang orang tua memutuskan untuk tidak menyekolahkan anaknya ke sekolah formal. Hal ini memicu banyak reaksi dari kalangan masyarakat. Masalah yang disoroti adalah anak tersebut “sekolah” di rumah, di mana hanya diajari oleh kedua orang tua tersebut. Banyak netizen yang beranggapan bahwa hal itu bukan lah homeschooling, melainkan unschooling. Lantas, apa sih perbedaan keduanya?
Homeschooling
Homeschooling adalah pendidikan di rumah yang mengikuti kurikulum terstruktur, mirip sekolah formal. Orang tua atau tutor mengajarkan anak sesuai mata pelajaran tertentu seperti Matematika, Bahasa, IPA, atau IPS.
Ciri-ciri homeschooling:
- Ada jadwal belajar dan target materi yang jelas
- Anak mengikuti kurikulum standar, tapi waktunya lebih fleksibel
- Evaluasi dilakukan melalui tugas, tes, atau proyek
Kelebihan homeschooling:
- Materi dan kecepatan belajar bisa disesuaikan dengan kemampuan anak
- Memungkinkan interaksi intensif antara anak dan orang tua
- Memberikan kontrol penuh atas kualitas pendidikan
Unschooling
Unschooling adalah bentuk pendidikan rumah yang sangat fleksibel, mengutamakan minat dan rasa ingin tahu anak sebagai panduan belajar. Anak belajar melalui pengalaman sehari-hari, eksplorasi, proyek, atau kegiatan yang mereka sukai, tanpa jadwal atau target akademik yang kaku.
Ciri-ciri unschooling:
- Tidak ada kurikulum baku
- Anak memimpin proses belajar sesuai minat dan ketertarikan mereka
- Evaluasi bersifat alami, melalui kemampuan anak menyelesaikan proyek atau aktivitas
Kelebihan unschooling:
- Menumbuhkan kreativitas dan kemandirian anak
- Membantu anak belajar dari pengalaman nyata
- Mengikuti ritme belajar alami anak
Secara garis besar, perbedaan kunci antara homeschooling dan unschooling adalah sebagai berikut:
Keputusan menyekolahkan anak, baik melalui homeschooling, unschooling, maupun sekolah formal, pada akhirnya adalah hak dan pilihan setiap orang tua. Yang terpenting, metode yang dipilih tidak merugikan anak maupun orang tua, dan tetap mendukung perkembangan, rasa aman, serta kebahagiaan anak. Jadi, MomDad bebas memilih cara belajar yang paling sesuai dengan keluarga masing-masing, selama anak bisa tumbuh mandiri, percaya diri, dan tetap bahagia.
Referensi:
- Ray, B. D. (2017). A Review of Research on Homeschooling and What Might Educators Learn?
- Medlin, R. G. (2013). Homeschooling and the Question of Socialization.
- Green, C. L., & Hoover-Dempsey, K. V. (2007). Why Do Parents Homeschool
- Gray, P., & Riley, R. W. (2013). The Playful Child: How Unschooling Supports Natural Learning.
- Holm, A. (2010). Unschooling: An Alternative Approach to Education.
- Neuman, R. (2018). Learning Outside the Box: Unschooling in Practice.




