29 Juli 2026
Jenis hingga Cara Mengolah Pisang yang Tepat untuk MPASI
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Pisang, MPASI Homemade, MPASI Anak, Resep MPASI
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Pisang MPASI merupakan salah satu pilihan buah yang paling sering direkomendasikan sebagai makanan pendamping ASI. Menurut WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi umumnya siap menerima MPASI sekitar usia 6 bulan, dan pisang menjadi pilihan populer karena teksturnya lembut, rasanya manis alami, serta tidak memerlukan tambahan gula.
Namun, tidak semua jenis pisang memiliki karakteristik yang sama, ada yang bisa langsung dilumatkan, ada pula yang sebaiknya dikukus terlebih dahulu. Memilih jenis pisang yang tepat membantu si Kecil menikmati MPASI dengan lebih nyaman sekaligus memenuhi kebutuhan gizinya.
Dalam artikel ini, MomDad bisa mempelajari jenis-jenis pisang yang cocok untuk MPASI, kandungan gizinya, cara menyajikan sesuai usia bayi, resep sederhana, serta mitos seputar pisang dan sembelit.
Bolehkah Bayi Makan Pisang?
Ya. Bayi umumnya boleh mulai mengonsumsi pisang ketika sudah siap menerima MPASI, sesuai rekomendasi WHO dan IDAI. Pada usia ini, ASI tetap menjadi sumber nutrisi utama, sedangkan MPASI berfungsi melengkapi kebutuhan energi dan zat gizi yang semakin meningkat. Pisang sebaiknya diberikan sebagai bagian dari menu MPASI yang beragam, bukan satu-satunya makanan yang dikonsumsi bayi.
Kandungan Gizi Pisang untuk Bayi
Pisang mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat bagi tumbuh kembang bayi:
- Karbohidrat sebagai sumber energi
- Serat yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna
- Kalium yang berperan dalam fungsi otot dan saraf
- Vitamin B6 untuk metabolisme dan perkembangan otak
- Vitamin C sebagai antioksidan yang membantu penyerapan zat besi
- Magnesium dalam jumlah kecil
Pisang matang mengandung pati yang telah berubah menjadi gula alami sehingga rasanya lebih manis dan lebih mudah dicerna dibandingkan pisang mentah.
Jenis Pisang MPASI: Tekstur dan Cara Penyajian
Pisang yang Bisa Langsung Diberikan saat Matang
- Pisang ambon
- Pisang Cavendish
- Pisang mas
- Pisang raja
Pisang yang Lebih Baik Dikukus atau Direbus
- Pisang kepok
- Pisang tanduk
- Pisang nangka (tekstur lebih padat)
Memasak membantu melunakkan tekstur sehingga bayi lebih mudah mengunyah dan menelannya.
Bagaimana Memilih Pisang untuk MPASI?
Agar bayi mendapatkan buah dengan kualitas terbaik, pilih pisang yang sudah matang sempurna, kulit berwarna kuning dengan sedikit bercak cokelat, tidak berbau asam, tidak memar atau busuk, dan tidak terlalu keras. Hindari memberikan pisang yang masih sangat mentah karena teksturnya lebih keras dan kandungan pati resisten lebih tinggi sehingga lebih sulit dicerna.
Cara Menyajikan Pisang Sesuai Usia Bayi
Usia 6 Bulan
Pada awal MPASI, pisang dapat disajikan dengan tekstur lumat: puree pisang, pisang yang dilumatkan menggunakan garpu, atau pisang dicampur bubur oat. Tidak perlu menambahkan gula, madu, atau susu kental manis.
Usia 7–8 Bulan
Saat kemampuan makan meningkat, tekstur dapat dibuat lebih kasar: pisang yang dihancurkan kasar, bubur pisang dan alpukat, atau pisang dicampur yoghurt tanpa gula (sesuai rekomendasi dokter dan usia bayi).
Usia 9–12 Bulan
Pada usia ini, sebagian bayi sudah mulai belajar makan sendiri (finger food). Pisang dapat dipotong memanjang atau menjadi potongan kecil yang mudah digenggam. Selalu dampingi bayi saat makan untuk mengurangi risiko tersedak.
Bolehkah Bayi Makan Pisang Setiap Hari?
Boleh, tetapi tidak dianjurkan menjadi satu-satunya buah yang diberikan setiap hari. WHO dan berbagai organisasi kesehatan menyarankan pemberian MPASI yang beragam agar bayi memperoleh berbagai jenis vitamin, mineral, serat, serta mengenal banyak rasa dan tekstur makanan. AyBun dapat mengombinasikan pisang dengan alpukat, pepaya, pir, apel yang dimasak, atau mangga saat musimnya..
FAQ seputar Pisang MPASI
Q: Apakah pisang menyebabkan sembelit pada bayi?
A: Bukti ilmiah belum menunjukkan bahwa pisang matang secara umum menyebabkan sembelit pada semua bayi. Pisang matang justru mengandung serat yang menjadi bagian dari pola makan sehat. Namun setiap bayi memiliki respons pencernaan berbeda, bila muncul perubahan pola BAB, kurangi porsi sementara dan variasikan buah lain.
Q: Pisang MPASI 6 bulan sebaiknya jenis apa?
A: Pisang ambon, Cavendish, mas, dan raja umumnya cocok karena teksturnya sudah lembut saat matang dan bisa langsung dilumatkan tanpa dimasak.
Q: Apakah pisang kepok boleh untuk MPASI?
A: Boleh, namun sebaiknya dikukus terlebih dahulu hingga lunak karena teksturnya lebih padat dibandingkan pisang ambon.
Q: Apakah perlu menambahkan gula pada pisang MPASI?
A: Tidak perlu. Pisang matang sudah memiliki rasa manis alami sehingga tidak membutuhkan tambahan gula, madu, atau susu kental manis.
Q: Bolehkah bayi alergi terhadap pisang?
A: Alergi terhadap pisang tergolong jarang, namun tetap disarankan memperkenalkan satu jenis makanan baru dalam satu waktu untuk memantau kemungkinan reaksi.
Referensi:
1. World Health Organization. Infant and Young Child Feeding. Fact Sheet.
2. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI).
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA).
4. Centers for Disease Control and Prevention. When, What, and How to Introduce Solid Foods.
5. American Academy of Pediatrics. Pediatric Nutrition, 8th Edition; 2019.
6. U.S. Department of Agriculture (USDA). FoodData Central: Bananas, Raw.
7. Dewey KG, Brown KH. Update on Technical Issues Concerning Complementary Feeding of Young Children in Developing Countries. Food and Nutrition Bulletin; 2003;24(1):5–28.
8. World Health Organization. Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children.






