
Mengenal Maureen Hitipeuw, Sosok yang Merangkul Sesama Ibu Tunggal Lewat Komunitas Single Mom Indonesia
18 Jul 2022

Author: Tim PrimaKu
3 Feb 2026
Topik: Parenting Lifestyle, Screen Time, Role Model, Inspirasi Anak, Parenting
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Di era digital, anak tidak hanya belajar dari apa yang dikatakan orang tua, tetapi juga dari apa yang mereka lihat setiap hari. Tanpa disadari, kebiasaan orang tua menatap layar, mulai dari ponsel, laptop, hingga televisi, membentuk cara anak memandang dan menggunakan gawai. Inilah mengapa peran orang tua sebagai role model screen time yang sehat menjadi sangat penting. Bukan sekadar membatasi anak, tetapi menunjukkan contoh penggunaan gawai yang bijak dan seimbang.
Kenapa Peran Role Model Orang Tua Itu Penting?
Anak belajar melalui observasi dan peniruan. Ketika orang tua sering menggunakan ponsel saat makan, berbicara, atau menemani anak bermain, anak akan menganggap perilaku tersebut sebagai hal yang normal. Penelitian menunjukkan bahwa screen time orang tua berkaitan langsung dengan durasi screen time anak, serta memengaruhi kualitas interaksi orang tua–anak.
Menurut World Health Organization, pola asuh dan lingkungan rumah memegang peran kunci dalam membentuk kebiasaan sehat anak, termasuk kebiasaan penggunaan layar.
Dampak Screen Time yang Tidak Sehat pada Anak
Screen time berlebihan tidak hanya berdampak pada mata, tetapi juga pada:
Jika MomDad sendiri kesulitan lepas dari layar, anak akan lebih sulit diajak menerapkan batasan screen time.
Tips Menjadi Role Model Screen Time yang Sehat
1. Tunjukkan Contoh, Bukan Sekadar Aturan
Jika orang tua meminta anak mengurangi screen time, pastikan orang tua juga melakukan hal yang sama. Anak lebih mudah mengikuti contoh nyata dibandingkan larangan verbal.
2. Tetapkan Zona Bebas Gadget di Rumah
Misalnya, tidak menggunakan ponsel saat makan bersama, sebelum tidur, atau ketika sedang berbincang dengan anak.
3. Gunakan Gadget Secara Sadar dan Bertujuan
Hindari scrolling tanpa tujuan di depan anak. Tunjukkan bahwa gawai digunakan untuk hal yang jelas, seperti bekerja, belajar, atau komunikasi penting.
4. Prioritaskan Interaksi Langsung
Luangkan waktu bermain, membaca buku, atau berbincang tanpa distraksi layar. Quality time tanpa gadget memberi pesan kuat pada anak bahwa interaksi langsung itu penting.
5. Libatkan Anak dalam Aktivitas Non-Layar
Ajak anak melakukan aktivitas fisik, membantu pekerjaan rumah ringan, atau bermain di luar. Anak yang punya alternatif aktivitas cenderung tidak bergantung pada layar.
6. Konsisten dan Fleksibel
Konsistensi penting, tetapi tetap realistis. Pada kondisi tertentu, screen time bisa digunakan secara terkontrol tanpa rasa bersalah.
Imbauan dan Rekomendasi dari Otoritas Kesehatan
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengimbau orang tua untuk:
Sementara itu, American Academy of Pediatrics merekomendasikan pembatasan screen time dan menekankan pentingnya co-viewing (menemani anak saat menggunakan layar), terutama pada usia dini.
Menjadi role model screen time yang sehat bukan berarti anti-gadget. Yang terpenting adalah keseimbangan, kesadaran, dan keterlibatan orang tua. Anak perlu melihat bahwa teknologi adalah alat, bukan pusat dari seluruh aktivitas keluarga.
Referensi:

18 Jul 2022

18 Jul 2022

18 Jul 2022

24 Jul 2022
