17 Juli 2026
12 Penyakit yang Umum Dialami Toddler, Begini Cara Mencegahnya!
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Penyakit Toddler, Toddler, Imunisasi Toddler, Pencegahan
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Penyakit yang umum dialami anak usia 1–3 tahun/toddler, merupakan bagian alami dari proses perkembangan sistem kekebalan tubuh. Menurut CDC, anak usia di bawah 5 tahun dapat mengalami 6–8 episode batuk pilek per tahun, dan risiko ini meningkat saat toddler mulai aktif bersosialisasi di daycare atau tempat bermain. Di usia ini, si Kecil mulai berjalan, berlari, dan mengeksplorasi lingkungannya, termasuk memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut, yang membuat mereka lebih mudah terpapar virus dan bakteri.
Artikel ini merangkum 12 penyakit toddler yang paling sering terjadi, lengkap dengan gejala khas, tanda bahaya yang harus segera ditangani, serta langkah pencegahan berdasarkan rekomendasi WHO, CDC, IDAI, dan American Academy of Pediatrics.
Mengapa Toddler Lebih Mudah Sakit?
Meskipun sistem imun toddler sudah lebih berkembang dibandingkan bayi, daya tahan tubuhnya masih terus belajar mengenali berbagai kuman baru. Beberapa faktor yang membuat toddler lebih rentan sakit:
- Sering memasukkan tangan atau benda ke dalam mulut.
- Mulai berinteraksi dengan banyak orang di daycare atau tempat bermain.
- Belum memahami kebiasaan menjaga kebersihan diri secara mandiri.
- Sistem imun masih dalam tahap perkembangan.
- Aktivitas fisik yang tinggi meningkatkan paparan terhadap berbagai sumber infeksi.
Data CDC: Anak usia di bawah 5 tahun rata-rata mengalami 6–8 episode infeksi saluran napas atas (batuk pilek) per tahun. Angka ini meningkat pada anak yang berada di lingkungan daycare atau PAUD karena paparan terhadap lebih banyak virus secara bersamaan.
12 Penyakit Toddler yang Paling Sering Terjadi
1. Batuk dan Pilek (Common Cold)
Penyebab paling umum: rhinovirus, adenovirus, RSV. Penyakit terbanyak pada toddler, bisa terjadi 6–8 kali per tahun.
Gejala:
- Hidung meler/tersumbat
- Bersin, batuk
- Demam ringan
- Nafsu makan menurun
Penanganan: Cairan cukup, istirahat, bersihkan hidung. Jangan beri antibiotik, penyebabnya virus.
2. Influenza
Lebih berat dari batuk pilek biasa; gejala muncul mendadak.
Gejala:
- Demam tinggi mendadak
- Nyeri otot
- Batuk, nyeri tenggorokan
- Anak tampak sangat lemas
Penanganan: Vaksin influenza tahunan sejak usia 6 bulan (CDC/IDAI).
3. Diare
Penyebab: virus (rotavirus), bakteri, atau makanan terkontaminasi.
Komplikasi utama: dehidrasi.
Tanda Dehidrasi:
- Mulut kering, mata cekung
- Jarang BAK
- Menangis tanpa air mata
- Anak lemas
Penanganan: Cairan lebih banyak, oralit bila dianjurkan, lanjutkan makan.
4. HFMD (Flu Singapura)
Disebabkan Coxsackievirus/Enterovirus 71. Sangat mudah menular di daycare.
Gejala:
- Demam
- Sariawan di mulut
- Ruam/lepuh di tangan & kaki
- Nafsu makan turun
Sembuh dalam 7–10 hari dengan perawatan suportif.
5. Otitis Media (Infeksi Telinga)
Sering muncul setelah pilek. Lebih umum pada toddler karena anatomi saluran Eustachius yang lebih horizontal.
Gejala:
- Demam
- Anak tarik/pegang telinga
- Menangis saat berbaring
- Kadang keluar cairan telinga
6. Pneumonia
Infeksi paru, salah satu penyebab utama rawat inap anak (<5 tahun).
Penyebab: virus atau bakteri.
Gejala Bahaya:
- Napas cepat/sesak
- Tarikan dinding dada
- Demam tinggi + batuk
- Anak tampak sangat sakit
Segera ke dokter, pneumonia tidak boleh dirawat di rumah tanpa evaluasi medis.
7. Gastroenteritis (Muntaber)
Muntah dan diare bersamaan. Penanganan utama: cegah dehidrasi.
Gejala:
- Muntah
- Diare cair
- Demam
- Nyeri perut
Vaksin Rotavirus sejak bayi terbukti mengurangi keparahan gastroenteritis viral.
8. Eksim (Dermatitis Atopik)
Penyakit kulit kronis non-menular; sering kambuh sejak bayi hingga usia toddler.
Gejala:
- Kulit kering, gatal
- Kemerahan di lipatan siku, lutut, leher
Penanganan: Pelembap rutin, hindari pemicu alergi. Konsultasi dokter bila meluas.
9. Cacar Air (Varicella)
Disebabkan virus varicella-zoster. Sangat menular melalui udara & kontak.
Gejala:
- Demam
- Ruam → lepuh berisi cairan → keropeng
- Sangat gatal
Pencegahan: Imunisasi varicella (IDAI: usia 12–18 bulan) sangat efektif.
10. Konjungtivitis (Mata Merah)
Penyebab: virus, bakteri, atau alergi. Mudah menular antar anak di daycare.
Gejala:
- Mata merah, belekan
- Mata berair
- Gatal/mengganjal
Konsultasi dokter untuk menentukan penyebab dan terapi yang tepat.
11. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Lebih umum pada anak perempuan. Bisa tidak bergejala khas pada toddler.
Gejala:
- Demam tanpa sebab jelas
- Nyeri saat BAK
- Urine berbau menyengat
- Lebih rewel
Memerlukan antibiotik bila disebabkan bakteri, wajib ke dokter.
12. Cacingan
Masih umum di daerah sanitasi kurang.
Penyebab: Ascaris, cacing kremi, Trichuris.
Gejala:
- Nafsu makan berubah
- Berat badan sulit naik
- Perut buncit
- Gatal di sekitar anus
Pencegahan: cuci tangan, makanan bersih, program obat cacing
Tanda Bahaya yang Harus Segera Ditangani
⚠ Segera Bawa ke Dokter / IGD Jika Toddler Mengalami:
- Demam tinggi berlangsung lebih dari 3 hari.
- Sesak napas, napas cepat, atau tarikan dinding dada.
- Kejang.
- Tidak mau makan atau minum sama sekali selama lebih dari 8 jam.
- Diare atau muntah berulang hingga tampak tanda dehidrasi.
- Mengantuk terus atau sulit dibangunkan.
- Bibir atau kuku tampak kebiruan.
- Ruam disertai penurunan kesadaran atau tampak perdarahan di bawah kulit.
6 Cara Mencegah Penyakit Toddler
- Lengkapi imunisasi sesuai jadwal IDAI: vaksin campak, varicella, influenza, pneumokokus (PCV), hepatitis A, difteri, pertusis, polio, dan Hib melindungi dari penyakit serius.
- Biasakan cuci tangan dengan sabun sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah bermain, cara paling efektif memutus rantai penularan infeksi.
- Berikan gizi seimbang: karbohidrat, protein hewani, lemak sehat, vitamin, dan mineral setiap hari untuk mendukung daya tahan tubuh optimal.
- Pastikan tidur cukup: toddler membutuhkan 11–14 jam tidur per hari (termasuk tidur siang) untuk mendukung pertumbuhan dan fungsi sistem imun.
- Hindari paparan asap rokok: meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, asma, dan otitis media secara signifikan.
- Jaga kebersihan lingkungan: bersihkan mainan, perlengkapan makan, dan area bermain secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembangnya kuman.
FAQ seputar Penyakit Toddler
Q: Apakah normal jika toddler sering sakit, berapa kali per tahun?
A: Ya, sangat normal. Menurut CDC, anak usia di bawah 5 tahun dapat mengalami 6–8 episode batuk pilek per tahun, dan angka ini bisa lebih tinggi pada anak yang bersekolah atau di daycare. Ini bukan tanda sistem imun yang lemah, melainkan proses belajar sistem imun mengenali dan melawan patogen baru.
Q: HFMD (flu Singapura) pada toddler berapa hari sembuh?
A: Sebagian besar kasus HFMD pada toddler sembuh dalam 7–10 hari dengan perawatan suportif (istirahat, cairan cukup, analgesik untuk nyeri mulut). Orang tua perlu waspadai bila anak menolak minum sama sekali karena nyeri sariawan, kondisi ini bisa menyebabkan dehidrasi dan perlu segera dikonsultasikan ke dokter.
Q: Demam toddler kapan harus langsung ke dokter?
A: Segera ke dokter jika demam berlangsung lebih dari 3 hari, suhu di atas 39°C yang tidak turun dengan obat penurun demam, atau disertai tanda bahaya seperti sesak napas, kejang, anak tampak sangat lemas, atau tidak mau minum sama sekali. Pada bayi di bawah 3 bulan, demam berapa pun perlu langsung diperiksa dokter.
Q: Apa penyebab toddler sering batuk pilek terus menerus?
A: Batuk pilek berulang pada toddler paling sering disebabkan oleh infeksi virus yang berbeda-beda (ada lebih dari 200 jenis rhinovirus), bukan karena satu infeksi yang tidak sembuh-sembuh. Faktor risiko yang memperparah antara lain: paparan asap rokok, tidak mendapatkan imunisasi lengkap, gizi kurang, dan tidur tidak cukup. Jika batuk berlangsung lebih dari 3 minggu, konsultasikan ke dokter untuk menyingkirkan kemungkinan lain seperti alergi atau asma.
Q: Bagaimana cara mencegah diare pada toddler?
A: Pencegahan diare pada toddler mencakup: vaksin Rotavirus sejak bayi (terbukti mengurangi keparahan diare viral), cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah ke toilet, memastikan makanan dan air minum bersih, serta menjaga kebersihan perlengkapan makan anak. Hindari memberikan obat antidiare tanpa rekomendasi dokter pada anak.
Penyakit toddler yang paling umum meliputi batuk pilek, influenza, diare, HFMD, otitis media, pneumonia, gastroenteritis, eksim, cacar air, konjungtivitis, ISK, hingga cacingan. Sebagian besar dapat sembuh dengan perawatan yang tepat di rumah, tetapi beberapa kondisi dapat berkembang serius bila terlambat ditangani. Kenali tanda bahaya sejak dini, lengkapi imunisasi sesuai jadwal IDAI, dan jangan ragu berkonsultasi ke dokter bila kondisi anak mengkhawatirkan.
Referensi:
1. World Health Organization. Integrated Management of Childhood Illness (IMCI). WHO; 2024.
2. Centers for Disease Control and Prevention. Common Colds: Protect Yourself and Others. CDC; Updated 2024.
3. American Academy of Pediatrics. Red Book: 2024–2027 Report of the Committee on Infectious Diseases. 33rd ed. AAP; 2024.
4. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi IDAI 2024. IDAI; 2024.
5. Kliegman RM, St. Geme JW, Blum NJ, et al. Nelson Textbook of Pediatrics. 22nd ed. Elsevier; 2024.
6. Hockenberry MJ, Wilson D. Wong's Nursing Care of Infants and Children. 12th ed. Elsevier; 2024.
7. National Institute for Health and Care Excellence. Fever in Under 5s: Assessment and Initial Management (NG143). NICE; 2021.
8. Troeger C, et al. Global burden of diarrhoeal diseases among children under 5 years. The Lancet Infectious Diseases. 2018;18(11):1211–1228.
9. Rudan I, et al. Epidemiology and etiology of childhood pneumonia. Bulletin of the World Health Organization. 2008;86(5):408–416. 10. UNICEF. Child Health: Pneumonia and Diarrhoea. UNICEF; 2023.






