8 September 2026
Bahaya Abu Vulkanik bagi Mata dan Kulit
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: bahaya abu vulkanik, abu vulkanik di mata, iritasi kulit akibat abu vulkanik, cara membersihkan mata dari abu, pertolongan pertama paparan abu, dampak abu vulkanik pada anak
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A.
Bahaya abu vulkanik bagi mata dan kulit perlu diwaspadai karena partikelnya bersifat abrasif dan dapat menimbulkan iritasi. Kementerian Kesehatan menyarankan abu yang masuk ke mata tidak dikucek, sementara CDC menyebut partikel kecil dapat menggores bagian depan mata.
Abu vulkanik tersusun dari fragmen batuan, mineral, dan kaca vulkanik. Partikel halus dapat menempel pada bulu mata, masuk ke lipatan kulit, atau bergesekan dengan permukaan mata. Keasaman abu dan gas yang menyertai erupsi juga dapat menambah iritasi. Dampaknya berbeda bergantung pada konsentrasi, lama paparan, komposisi abu, kondisi kulit, dan perlindungan yang digunakan.
Bahaya Abu Vulkanik bagi Mata
- Iritasi dan Sensasi Mengganjal
Gejala yang paling umum adalah mata terasa berpasir atau seperti kemasukan benda asing, perih, gatal, merah, dan berair. Keluhan dapat memburuk bila mata dikucek karena abu bergesekan dengan permukaan mata.
2. Konjungtivitis Iritatif
Abu dapat meradangkan konjungtiva, yaitu selaput tipis yang melapisi bagian putih mata dan sisi dalam kelopak. Gejalanya meliputi mata merah, rasa terbakar, air mata berlebih, dan sensitif terhadap cahaya. Konjungtivitis akibat iritasi tidak selalu merupakan infeksi.
3. Abrasi Kornea
CDC dan IVHHN menjelaskan bahwa partikel kecil dan tajam dapat menggores kornea. Abrasi kornea dapat menyebabkan nyeri, sulit membuka mata, rasa mengganjal yang menetap, air mata berlebihan, serta penglihatan kabur. Kondisi ini perlu dinilai tenaga kesehatan.
Risiko pada Pengguna Lensa Kontak
Lensa kontak dapat menjebak partikel di antara lensa dan kornea sehingga meningkatkan gesekan. Lepaskan lensa bila mudah dilakukan, jangan memakainya kembali selama paparan abu, dan gunakan kacamata sebagai pengganti. Jangan memaksa melepas lensa bila mata sangat nyeri; cari bantuan medis.
Bahaya Abu Vulkanik bagi Kulit
- Iritasi dan Kemerahan
IVHHN menyebut iritasi kulit tidak seumum keluhan mata atau pernapasan, tetapi dapat terjadi terutama jika abu bersifat asam. Kulit dapat terasa gatal, kering, perih, atau tampak kemerahan.
2. Dermatitis Kontak
Gesekan abu, kelembapan, keringat, dan bahan kimia yang menempel pada partikel dapat memicu dermatitis kontak. Anak dengan eksim atau kulit sensitif dapat lebih mudah mengalami kekambuhan.
3. Luka Garukan dan Infeksi Sekunder
Menggaruk kulit yang gatal dapat menyebabkan lecet. Luka terbuka meningkatkan risiko infeksi bakteri sekunder. Potong kuku anak, hindari menggaruk, dan periksa bila muncul nanah, nyeri bertambah, atau demam.
Gejala dan Tindakan yang Tepat
Pertolongan Pertama jika Abu Masuk ke Mata
1. Cuci tangan sebelum menyentuh area sekitar mata.
2. Jangan mengucek, menekan, atau mencoba mengambil partikel dengan jari, pinset, atau kapas.
3. Lepaskan lensa kontak bila dapat dilakukan dengan mudah.
4. Bilas mata secara perlahan menggunakan air bersih atau cairan saline. Biarkan air mengalir dari sudut dekat hidung ke arah luar.
5. Berkediplah selama pembilasan agar partikel ikut terangkat.
6. Jangan menggunakan obat tetes yang mengandung antibiotik, steroid, atau obat “pemutih mata” tanpa arahan tenaga kesehatan.
7. Periksa ke fasilitas kesehatan jika rasa mengganjal, nyeri, kemerahan, atau gangguan penglihatan menetap.
Pertolongan Pertama jika Abu Mengenai Kulit
1. Pindah dari area paparan dan lepaskan pakaian yang berdebu dengan hati-hati.
2. Singkirkan abu lepas tanpa menggosok kulit.
3. Bilas kulit dengan air bersih, lalu mandi menggunakan sabun lembut.
4. Keringkan dengan menepuk handuk, bukan menggosok.
5. Jangan mengoleskan bahan dapur, minyak esensial, atau obat keras pada kulit anak.
6. Jika anak memiliki eksim, lanjutkan obat yang sudah diresepkan dokter dan konsultasikan bila memburuk.
Cara Melindungi Mata dan Kulit Anak
- Batasi aktivitas di luar dan ikuti informasi resmi PVMBG, BNPB, BMKG, Kemenkes, serta pemerintah daerah.
- Tutup pintu dan jendela; jauhkan anak dari area pembersihan.
- Gunakan kacamata pelindung yang menutup sisi mata bila harus keluar. Kacamata biasa memberi perlindungan lebih terbatas.
- Pakaikan baju lengan panjang, celana panjang, dan alas kaki tertutup.
- Mandi dan ganti pakaian setelah dari luar.
- Simpan air bersih untuk membilas, obat rutin anak, dan nomor fasilitas kesehatan.
Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis
Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan bila terjadi penglihatan kabur atau menurun, nyeri mata berat, sulit membuka mata, sangat sensitif terhadap cahaya, perdarahan, benda asing menempel, atau keluhan tidak membaik setelah pembilasan. Untuk kulit, waspadai lepuh, bengkak luas, luka terbuka, nanah, demam, atau reaksi yang menyebar cepat.
FAQ tentang Abu Vulkanik pada Mata dan Kulit
Q: Apakah mata yang terkena abu boleh dikucek?
A: Tidak. Mengucek dapat menggesekkan partikel tajam pada kornea dan memperberat cedera. Bilas perlahan menggunakan air bersih.
Q: Berapa lama mata harus dibilas?
A: Tidak ada durasi tunggal untuk semua kondisi. Mulailah membilas segera dan lanjutkan hingga partikel serta rasa mengganjal berkurang. Jika nyeri atau gangguan penglihatan menetap, cari pertolongan medis.
Q: Bolehkah memakai obat tetes mata?
A: Air bersih atau saline dapat digunakan untuk pembilasan. Hindari antibiotik, steroid, dan obat pemutih mata tanpa pemeriksaan atau arahan tenaga kesehatan.
Q: Apakah abu vulkanik menyebabkan kulit melepuh?
A: Iritasi ringan lebih umum. Lepuh dapat menandakan paparan yang lebih berat, luka bakar, atau penyebab lain sehingga perlu diperiksa.
Q: Apakah anak dengan eksim lebih berisiko?
A: Kulit sensitif atau eksim dapat lebih mudah teriritasi. Kurangi paparan, bilas kulit, dan ikuti rencana perawatan dari dokter.
Bahaya abu vulkanik bagi mata dan kulit dapat dikurangi dengan tindakan sederhana yang tepat: jangan mengucek mata, bilas dengan air bersih, bersihkan kulit tanpa menggosok, dan jauhkan anak dari area berabu. Kenali tanda bahaya dan jangan menunda pemeriksaan bila muncul nyeri berat, gangguan penglihatan, lepuh, atau tanda infeksi.
Referensi:
- Kementerian Kesehatan RI. Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Menkes Meminta Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah. Kemenkes RI; 2026.
- Kementerian Kesehatan RI. Hindari Abu Vulkanik, Masyarakat Disarankan Tidak Banyak Keluar Rumah. Kemenkes RI; 2014.
- Centers for Disease Control and Prevention. Volcanoes and Your Safety. CDC; 2024.
- World Health Organization. Volcanic Eruptions. WHO; 2026.
- International Volcanic Health Hazard Network. Health Impacts of Volcanic Ash: A Guide for the Public. IVHHN; 2026.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun Rekomendasi IDAI Tahun 2024. IDAI; 2025.
- World Health Organization. Pneumococcal Conjugate Vaccines in Infants and Children Aged Under 5 Years. WHO; 2025



