
10 pesan penting tentang Imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
25 Agu 2017

Author: Tim PrimaKu
5 Mar 2026
Topik: Campak, KLB Campak
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Campak sebenarnya bukan penyakit baru. Penyakit yang disebabkan oleh virus measles yang telah dikenal selama ratusan tahun dan termasuk salah satu penyakit paling menular pada manusia. Namun ironisnya, di era ketika vaksin sudah tersedia dan terbukti sangat efektif, campak justru kembali meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Laporan global menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus campak tertinggi di dunia. Bahkan dalam beberapa laporan surveilans internasional, Indonesia disebut berada di peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus campak, setelah beberapa negara dengan cakupan imunisasi rendah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi tenaga kesehatan dan pemerintah, karena campak sebenarnya dapat dicegah hampir sepenuhnya melalui vaksinasi.
Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan meningkatnya kasus campak adalah penurunan cakupan imunisasi, termasuk akibat berkembangnya misinformasi dan gerakan antivaksin di masyarakat.
Indonesia Peringkat Kedua Dunia dalam Kasus Campak
Berdasarkan data yang disampaikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam jumlah kasus campak yang dilaporkan dalam enam bulan terakhir.
Berikut lima negara dengan jumlah kasus campak tertinggi:
Data tersebut menunjukkan bahwa campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius. Angka kasus yang tinggi juga menandakan bahwa penularan virus campak masih terjadi secara aktif di masyarakat.
Mengapa Kasus Campak Bisa Meningkat?
Meningkatnya kasus campak di berbagai negara umumnya berkaitan dengan penurunan cakupan imunisasi. Ketika semakin banyak anak yang tidak mendapatkan vaksin, virus campak akan lebih mudah menyebar.
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap peningkatan kasus campak antara lain:
1. Penurunan Cakupan Imunisasi
Menurut World Health Organization (WHO), untuk mencegah wabah campak diperlukan cakupan imunisasi minimal 95% populasi anak. Jika angka ini menurun, maka kekebalan kelompok (herd immunity) tidak terbentuk secara optimal.
2. Misinformasi dan Gerakan Antivaksin
Di berbagai negara, penyebaran informasi yang tidak akurat mengenai vaksin juga berperan dalam meningkatnya kasus campak. WHO bahkan menyebut keraguan terhadap vaksin (vaccine hesitancy) sebagai salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan global.
Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikan bahwa vaksin campak aman dan efektif. Misalnya studi besar yang melibatkan lebih dari 650.000 anak di Denmark menunjukkan bahwa vaksin MMR tidak berhubungan dengan autisme.
3. Gangguan Program Imunisasi
Selama pandemi COVID-19, banyak layanan imunisasi rutin di berbagai negara mengalami gangguan. Akibatnya, banyak anak yang melewatkan jadwal vaksinasi.
Bahaya Campak pada Anak
Campak sering dianggap sebagai penyakit ruam biasa, padahal penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada anak kecil.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), komplikasi campak dapat meliputi:
Selain itu, virus campak juga dapat melemahkan sistem imun anak selama beberapa bulan setelah infeksi, sehingga anak lebih rentan terkena penyakit lain.
Vaksin Campak: Perlindungan Paling Efektif
Cara paling efektif untuk mencegah campak adalah melalui imunisasi. WHO menyatakan bahwa dua dosis vaksin campak dapat memberikan perlindungan hingga 97% terhadap infeksi.
Di Indonesia, imunisasi campak diberikan melalui vaksin MR (Measles-Rubella) dengan jadwal:
Melengkapi imunisasi anak tidak hanya melindungi anak sendiri, tetapi juga membantu mencegah penyebaran virus di masyarakat.
Data dari IDAI yang menunjukkan Indonesia berada di peringkat kedua dunia dalam jumlah kasus campak menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman. Campak sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi, namun penurunan cakupan imunisasi dan misinformasi mengenai vaksin dapat memicu kembali munculnya wabah.
Referensi:

25 Agu 2017

29 Jan 2018

29 Jan 2018

6 Feb 2018
