primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Pengetahuan tentang tahapan tumbuh kembang anak dapat meningkatkan derajat kesehatan anak menuju anak Indonesia Sehat, Tinggi dan Cerdas

Author:

Topik: bayi, Pra-sekolah, Sekolah, Remaja

Peringati Ulang Tahun ke-62 dan Hari Anak Nasional,

IDAI Jaya Gelar Edukasi di 74 Rumah Sakit

Pengetahuan tentang tahapan tumbuh kembang anak dapat meningkatkan derajat kesehatan anak menuju anak Indonesia Sehat, Tinggi dan Cerdas

 

Jakarta, 4 Juni 2016 – Memperingati Hari Anak Nasional 2016, sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-62, IDAI Jaya menyelenggarakan edukasi serentak di 74 rumah sakit di seluruh Jakarta. Acara ini mendapat piagam penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia  atas rekor temu wicara kesehatan anak secara serentak di lokasi terbanyak di seluruh Jakarta.Tema edukasi kali ini adalah “Menuju Anak Indonesia Sehat, Tinggi dan Cerdas”. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman orang tua akan pentingnya 1.000 hari pertama kehidupan untuk mencapai tumbuh kembang anak yang optimal melalui pemenuhan kebutuhan dasar dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

 

“Masalah kesehatan anak di Indonesia cukup beragam, data nasional melaporkan masih tingginya angka kematian bayi dan Balita. Selain masalah penyakit, beberapa masalah kesehatan anak mencakup tidak terpenuhinya kebutuhan dasar anak juga masih memprihatikan. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menunjukkan bahwa masalah stunting (pendek) pada balita masih cukup serius, dengan prevalensi yang mencapai 37,2 persen. Di sisi lain, prevalensi gemuk pada anak balita juga masih tinggi yaitu 11.9 persen,” ujar Ketua IDAI Jaya, DR. Dr. Rini Sekartini, SpA(K) di sela temu wicara bersama media di Kantor IDAI Jaya, Jakarta.

 

Sesuai dengan tema edukasi IDAI Jaya kali ini yaitu “Menuju Anak Indonesia Sehat, Tinggi dan Cerdas” yang sekaligus dambaan setiap orangtua. Anak dikatakan sehat bila ia jarang sakit, dapat bertumbuh dan berkembang sesuai potensinya. Faktor genetik dan lingkungan memiliki peran penting dalam hal ini. Untuk pertumbuhan yang sehat anak memerlukan nutrisi, imunisasi lengkap, tidur dan aktivitas bermain. Selain itu, anak memerlukan kasih sayang dan stimulasi sesuai tahapan usia anak.

 

“Kebutuhan nutrisi itu terutama perlu diperhatikan pada 1000 hari pertama kehidupan agar anak bertumbuh baik, memiliki imunitas, menjadi cerdas dan sejahtera emosinya. Makanan terbaik bayi adalah Air Susu Ibu, Makanan pendamping ASI perlu diberikan paling lambat pada usia 6 bulan agar kebutuhan energi yang dibutuhkan bayi dapat tercukupi. Ini perlu terus disuarakan, karena di Indonesia prevalensi angka gizi buruk masih tinggi mencapai 5,7% dan gizi kurang 13,9%,” ujar Dr Rini.

 

Selain nutrisi, faktor hormonal berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Agar anak dapat mencapai tinggi badan yang optimal, beberapa hormon berperan penting, yaitu hormon tiroid, hormon pertumbuhan, hormon tulang, dan hormon pubertas. Hormon Tiroid jika tidak tercukupi saat bayi akan mengganggu perkembangan otak dan mengganggu pertumbuhan fisik anak.

 

Hormon lain yang akan memengaruhi tinggi badan anak yaitu hormon pertumbuhan, hormon paratiroid dan hormon pubertas. Untuk menilai pertumbuhan anak berjalan baik, anak perlu dipantau dengan cara mengukur dan memastikan berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala lalu memasukkan data tersebut ke dalam kurva standar secara berkala setiap bulannya pada usia kurang dari 1 tahun. Dengan bertambahnya usia pemantauan dapat dilakukan setiap 3-6 bulan sekali.

 

Dua faktor lain yang berperan terhadap pertumbuhan dan perkembangan otak sebagai pusat kecerdasan adalah nutrisi dan stimulasi. Sebagaimana nutrisi yang telah dibahas sebelumnya, stimulus sejak janin dalam kandungan dibutuhkan untuk mencapai potensi kecerdasan anak yang maksimal. Ibu dapat melakukan stimulasi dengan suara, perabaan atau gerakan, setelah itu berikan stimulasi sesuai tahapan usia meliputi keempat ranah perkembangan yaitu motor kasar, motor halus, bahasa – komunikasi, sosial emosi dan kemandirian.

 

Jadi untuk dapat menjadi anak yang sehat, tinggi, dan cerdas, penuhi kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembangnya (nutrisi, imunisasi, tidur, aktivitas fisik dan bermain) serta pantau tumbuh kembangnya secara berkala. Sayangnya Riskesdas 2013 tentang pemantauan pertumbuhan anak diperoleh data bahwa frekuensi penimbangan anak umur 6-59 bulan selama enam bulan terakhir sangat rendah. 34,3% tidak pernah melakukan pemantauan tumbuh kembang dan sekitar 44,6% melakukan pemantauan lebih dari 4 kali.

 

Permasalahan ini bukannya tidak ada solusinya. Kerjasama terpadu antara pemerintah, swasta dan semua elemen masyarakat dapat menjadi satu solusi untuk memerangi masalah-masalah kesehatan anak. Sehingga kita dapat mendorong potensi-potensi penerus bangsa kita untuk terus melanjutkan perjalanan bangsa menjadi bangsa yang sejahtera di masa mendatang. Itu harapan kami dan sekaligus menjadi dasar kami melakukan kegiatan semacam ini.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: