primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Menutup Senjang Imunisasi, perspektif Ikatan Dokter Anak Indonesia

Author:

Topik: bayi, Pra-sekolah

Menutup Senjang Imunisasi, perspektif Ikatan Dokter Anak Indonesia

Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro Sp.A(K)

Anggota Satgas Imunisasi IDAI

Ketua Indonesian Technical Advisory Group (ITAGI)

 

Badan Kesehatan Dunia (WHO) membuat tema untuk World Immunization Week 2015 adalah “Close the gap of immunization”. Tema tersebut berdasarkan kesepakatan 194 negara anggota WHO yang telah dicanangkan pada World Health Assembly pada tahun 2012, yaitu mencegah jutaan kematian dengan imunisasi pada semua umur di seluruh masyarakat melalui layanan universal. Hal ini tidak terlepas dari misi Global Vaccine Action Plan, 2020 yang tertuju pada menutup kesenjangan imunisasi & mencapai tingkat kesamaan (equity) dalam program imunisasi. Oleh sebab itu dalam memperingati World Immunisation Week 2015, WHO menganjurkan penggunaan berbagai vaksin untuk mencegah berbagai penyakit pada masyarakat untuk semua umur. Dalam merespons seruan/ajakan WHO tersebut, Kemkes RI mengajak untuk menutup senjang imunisasi dengan tema “Bersama wujudkan cakupan imunisasi yang tinggi dan merata” sehingga Indonesia tidak tertinggal oleh negara lain dan setara dalam mencapai kemajuan di bidang imunisasi.

Global Vaccine Action Plan, 2020

Perlu diperhatikan arah program imunisasi harus mengacu pada Global Vaccine Action Plan 2020, terdiri dari 6 target untuk tahun 2015, yaitu

·         Meningkatkan imunisasi DPT3: target akhir tahun 2015, 65 negara belum dapat mencapai target.

·         Eliminasi rubela: target akhir tahun 2015, ½ anak di dunia belum mendapat imunisasi rubela.

·         Eradikasi polio: target tidak ada lagi kasus polio baru setelah tahun 2014, 3 negara masih endemis polio.

·         Eliminasi campak: target pada 3 kawasan WHO (WHO-regions), 16% anak belum diimunisasi.

·         Eliminasi maternal dan neonatal tetanus: eliminasi global pada akhir tahun 2015, 24 negara masih melaporkan kasus neonatal tetanus.

·         Underutilized vaccine: target 90% negara low dan middle income melakukan imunisasi minimal satu atau lebih vaksin underutilized (vaksin tersedia tetapi kurang dimanfaatkan).

 

Untuk menutup senjang imunisasi, WHO mengemas dalam “tiga langkah” yaitu, melakukan integrasi program imunisasi dengan pelayanan kesehatan nasional lainnya, memperkuat sistem kesehatan nasional sehingga program imunisasi akan tetap berjalan walaupun negara dalam keadaan krisis, dan memastikan vaksin mudah didapat dan terjangkau oleh masyarakat.

Immunization Advocacy Network

Dalam melaksanakan program imunisasi di Indonesia diperlukan kerjasama kemitraan antara pengambil kebijakan & keputusan (policy and decision makers) yang akan menentukan arah program imunisasi, mitra kerja (potential partner) yaitu organisasi profesi, interdepartemen dalam pemerintah, Lembaga Sosial Masyarakat, peneliti, dan organisasi lain yang peduli pada imunisasi, masyarakat, serta mass media. Maka IDAI sebagai partner yang potensial senantiasa berusaha, (1) turut memperkuat program imunisasi di Indonesia sehingga mencapai target yang direncanakan oleh Kemkes RI, (2) secara aktif turut meningkatkan pengendalian penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi dengan tujuan utama (eradikasi polio, difteri, tetanus, eliminasi campak dan rubela) sebagai first milestone, dan (3) berperan aktif dalam penelitian pengembangan vaksin baru yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia untuk mencegah penyakit yang dapat menyebabkan kematian dan kecacatan.

 

*Dipresentasikan pada : World Immunization Week 2015, Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia

Pusat Kesehatan Ibu dan Anak “KIARA” RSCM, Jakarta 22 April 2015

 

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: