20 Juli 2026
Perbedaan Mpox & Cacar Air, Kenali Ruam, Gejala, serta Penanganannya
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Mpox, Vaksin MPox, Cacar Air, Vaksin Cacar Air, perbedaan mpox dan cacar air
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Memahami perbedaan Mpox dan cacar air menjadi semakin penting sejak WHO menetapkan Mpox sebagai Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada Agustus 2024, kedua kalinya dalam dua tahun terakhir. Data WHO menunjukkan lebih dari 99.000 kasus Mpox dilaporkan dari 116 negara sejak wabah global 2022. Di Indonesia, Kemenkes RI telah mengeluarkan pedoman pencegahan dan pengendalian Mpox secara resmi. Ruam kedua penyakit ini memang dapat terlihat mirip, namun perbedaan lokasi, bentuk lesi, gejala penyerta, dan perjalanan penyakit dapat membantu membedakannya. Yuk, pelajari secara lengkap 7 perbedaan utama Mpox dan cacar air, tanda bahaya yang harus segera ke dokter, dan cara pencegahan untuk melindungi seluruh anggota keluarga.
Sekilas tentang Mpox dan Cacar Air
■ MPOX
• Penyebab: Monkeypox virus (MPXV), genus Orthopoxvirus
• Penularan: kontak langsung ruam/cairan tubuh, droplet erat, benda terkontaminasi, hewan terinfeksi • Kelompok berisiko: semua usia; lebih berat pada bayi, ibu hamil, & imunokompromais
• Status: PHEIC WHO Agustus 2024; ada 2 klad (I dan II)
• Durasi: 2–4 minggu
■ CACAR AIR
• Penyebab: Varicella-zoster virus (VZV), genus Alphaherpesvirus
• Penularan: SANGAT mudah, droplet saluran napas & kontak cairan lepuhan (R0 ~10–12)
• Kelompok berisiko: anak belum imunisasi atau belum pernah terinfeksi
• Status: endemis di banyak negara; dapat dicegah vaksin varicella
• Durasi: 5–10 hari
Perbedaan Utama Ruam Mpox dan Cacar Air
Berikut ini adalah perbedaan paling mendasar yang dapat dinilai secara visual:
■ Tip kunci: Jika di satu area tubuh melihat lesi yang semua terlihat 'sama umur' dan berbentuk serupa → lebih curiga Mpox. Jika lesi tampak campuran (ada yang baru merah, ada yang sudah bernanah, ada yang sudah keropeng di area yang sama) → lebih mengarah ke cacar air
Cara Penularan dan Tingkat Menular
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Ruam tidak selalu dapat dibedakan hanya dengan mata, diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan dokter. Segera cari pertolongan medis dalam kondisi berikut:
■ SEGERA ke Dokter / IGD jika Ruam Disertai:
• Demam tinggi (>39°C) yang tidak membaik
• Sesak napas atau sulit bernapas
• Lepuhan atau lesi pada mata (dapat menyebabkan kebutaan)
• Lesi di mulut yang menyebabkan tidak bisa makan atau minum
• Penurunan kesadaran atau sangat lemas
• Tanda infeksi sekunder: lesi bernanah dengan bau khas, kemerahan menyebar luas
• Bayi, ibu hamil, lansia, atau orang dengan daya tahan tubuh lemah
• Ruam menyebar sangat cepat dalam hitungan jam
• Ruam disertai pembengkakan kelenjar getah bening yang nyeri
■ Penting: Diagnosis Klinis Saja Tidak Cukup untuk Mpox
• Tampilan ruam Mpox dan cacar air (bahkan cacar ular/herpes zoster) dapat sangat mirip secara visual.
• Untuk diagnosis Mpox yang pasti, diperlukan pemeriksaan PCR dari swab lesi.
• Jika MomDad mencurigai Mpox, segera hubungi fasilitas kesehatan dan informasikan riwayat kontak atau perjalanan.
• Jangan memaksakan diri ke fasilitas kesehatan tanpa protokol - informasikan kondisi sebelum datang untuk mencegah penularan.
Penanganan Mpox dan Cacar Air
Penanganan Mpox:
Saat ini belum ada antivirus spesifik yang disetujui luas untuk Mpox. Tecovirimat (TPOXX) tersedia di beberapa negara untuk kasus berat, sesuai kebijakan otoritas kesehatan setempat. Penanganan utama bersifat suportif:
• Isolasi mandiri selama masa infeksius (hingga semua lesi mengering dan krusta terlepas)
• Parasetamol atau ibuprofen untuk nyeri dan demam
• Jaga kebersihan lesi - jangan ditusuk atau dipecah
• Gunakan sarung tangan saat merawat lesi
• Minum cairan cukup dan istirahat
• Tutup lesi dengan perban untuk mencegah penularan ke lingkungan
• Laporkan ke Dinas Kesehatan setempat (Mpox adalah penyakit yang wajib dilaporkan di Indonesia)
Penanganan Cacar Air:
Pada anak sehat, cacar air umumnya sembuh sendiri. Penanganan bertujuan meredakan gejala dan mencegah komplikasi:
• Antihistamin oral untuk mengurangi rasa gatal
• Kompres dingin dan losion kalamin untuk gatal lokal
• Potong kuku anak pendek untuk mencegah garukan dan infeksi sekunder
• Parasetamol untuk demam - HINDARI aspirin (risiko sindrom Reye)
• Acyclovir (antiviral) direkomendasikan untuk kelompok berisiko tinggi (remaja, dewasa, ibu hamil, imunokompromais) dalam 24 jam pertama ruam
• Isolasi hingga semua lepuhan kering dan berkrusta
Apakah Mpox Berbahaya untuk Anak?
Anak-anak, terutama balita dan anak dengan gangguan imun, termasuk kelompok yang lebih berisiko mengalami penyakit Mpox yang lebih berat. Berdasarkan laporan WHO 2024, anak di bawah 5 tahun memiliki case fatality rate (CFR) yang lebih tinggi pada wabah klad I di Afrika Tengah:
• Lesi lebih banyak dan lebih besar
• Lebih rentan mengalami superinfeksi bakteri pada kulit
• Risiko komplikasi seperti pneumonia, ensefalitis, dan sepsis lebih tinggi
• Bayi yang baru lahir dari ibu terinfeksi Mpox berisiko tinggi untuk penularan vertikal
• Penularan di sekolah atau daycare dapat terjadi melalui kontak erat
FAQ - Pertanyaan tentang Mpox dan Cacar Air
Q: Apa perbedaan paling mudah untuk membedakan Mpox dan cacar air?
A: Dua perbedaan paling mudah dinilai tanpa alat: pertama, LOKASI ruam, jika ruam ada di telapak tangan atau telapak kaki, ini sangat mengarah ke Mpox karena cacar air jarang di sana. Kedua, KELUHAN, jika ruam terasa sangat nyeri (bukan gatal), lebih curiga Mpox. Ketiga, LIMFADENOPATI, pembengkakan kelenjar getah bening yang terasa menonjol lebih khas pada Mpox.
Q: Apakah cacar air bisa terjadi pada anak yang sudah divaksin varicella?
A: Bisa, tetapi sangat jarang dan gejalanya jauh lebih ringan (breakthrough varicella). Vaksin varicella 2 dosis memberikan perlindungan sekitar 97% terhadap cacar air berat. Anak yang breakthrough varicella biasanya hanya memiliki sedikit lesi, demam ringan, dan sembuh lebih cepat.
Q: Apakah Mpox sama dengan cacar (smallpox)?
A: Tidak, keduanya berbeda meskipun disebabkan virus dari genus yang sama (Orthopoxvirus). Cacar (smallpox) telah dinyatakan eradikasi oleh WHO pada 1980 dan tidak lagi ada di alam. Mpox lebih ringan dari cacar dan memiliki angka kematian yang lebih rendah. Namun, tidak ada kekebalan silang yang memadai antara keduanya tanpa vaksinasi.
Q: Bisakah orang yang pernah kena cacar air terkena Mpox?
A: Ya. Kekebalan terhadap cacar air (VZV) tidak melindungi dari Mpox (MPXV) karena keduanya disebabkan virus yang berbeda. Namun, vaksin cacar lama (smallpox vaccine) yang diterima sebelum tahun 1980 memberikan perlindungan parsial terhadap Mpox - inilah mengapa orang yang lahir sebelum 1980 umumnya memiliki kekebalan lebih terhadap Mpox.
Q: Kapan anak dengan cacar air boleh kembali ke sekolah?
A: Anak boleh kembali ke sekolah setelah SEMUA lepuhan mengering dan berkrusta (tidak ada lesi baru yang basah). Ini biasanya terjadi sekitar 5–7 hari setelah ruam pertama muncul. Jangan kembali lebih awal karena anak masih infeksius selama ada lepuhan yang belum kering.
Q: Bagaimana cara melapor jika mencurigai Mpox?
A: Di Indonesia, Mpox adalah penyakit yang wajib dilaporkan ke Dinas Kesehatan setempat. Jika mencurigai Mpox, segera hubungi Hotline Kemenkes RI di 119 ext 8 atau hubungi Puskesmas/RS terdekat sebelum datang agar dapat disiapkan ruang isolasi yang tepat. Informasikan riwayat kontak, perjalanan, dan gejala yang dialami.
Referensi:
1. World Health Organization. Mpox. WHO Fact Sheet; Updated 2024.
2. World Health Organization. 2022–2023 Mpox (Monkeypox) Outbreak: Global Trends. WHO; 2024.
3. Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Overview of Mpox. CDC; Updated 2024.
4. Centers for Disease Control and Prevention. Chickenpox (Varicella). CDC; Updated 2024.
5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox (Monkeypox). Kemenkes RI; Updated 2024.
6. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi IDAI 2024. IDAI; 2024.
7. Adler H, Gould S, Hine P, et al. Clinical Features and Management of Human Monkeypox: A Retrospective Observational Study in the UK. The Lancet Infectious Diseases. 2022;22(8):1153-1162.
8. Thornhill JP, Barkati S, Walmsley S, et al. Monkeypox Virus Infection in Humans across 16 Countries. New England Journal of Medicine. 2022;387:679-691.
9. American Academy of Pediatrics. Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases. 33rd ed. AAP; 2024-2027.
10. Kliegman RM, St Geme JW, Blum NJ, et al. Nelson Textbook of Pediatrics. 22nd ed. Elsevier; 2024.






