
Lebih Waspada, Ini Jenis Pelecehan pada Anak yang Orang Tua Wajib Tahu
28 Jun 2022

Author: Tim PrimaKu
13 Mar 2026
Topik: Campak, KLB Campak, Lebaran, penyakit menular
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Lebaran adalah momen yang identik dengan silaturahmi, perjalanan mudik, serta berkumpul bersama keluarga dan kerabat. Dalam waktu singkat, banyak orang saling bertemu, bersalaman, berbagi makanan, hingga berinteraksi dekat dengan anak-anak dan bayi. Namun di balik hangatnya pertemuan ini, terdapat satu hal yang sering luput disadari: meningkatnya risiko penularan penyakit.
Kerumunan, mobilitas tinggi selama perjalanan, serta kontak fisik yang intens membuat berbagai penyakit menular lebih mudah menyebar. Beberapa penyakit bahkan diketahui sering mengalami peningkatan kasus setelah periode libur panjang. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami penyakit apa saja yang rentan muncul saat Lebaran, sekaligus bagaimana cara mencegahnya agar momen berkumpul tetap aman bagi seluruh keluarga.
1. Campak ( Measles )
Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus measles dan dikenal sebagai salah satu penyakit paling menular di dunia. Virus dapat menyebar melalui droplet saat seseorang batuk, bersin, atau bahkan berbicara.
Campak sering kali dianggap sebagai penyakit yang hanya menyebabkan demam dan ruam kulit. Padahal pada bayi dan anak kecil, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, diare berat, infeksi telinga, hingga radang otak (ensefalitis). Dalam beberapa kasus, campak bahkan dapat menyebabkan kematian.
Situasi ini semakin perlu diwaspadai karena laporan menunjukkan bahwa Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus campak yang tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Mobilitas tinggi saat Lebaran serta interaksi dengan banyak orang dapat meningkatkan risiko penularan, terutama pada bayi yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.
Gejala campak biasanya dimulai dengan demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan diikuti munculnya ruam yang dimulai dari wajah lalu menyebar ke seluruh tubuh.
Pencegahan utama campak adalah melalui imunisasi. Vaksin campak atau MMR terbukti sangat efektif dalam mencegah infeksi. Selain vaksinasi, langkah pencegahan lain yang penting dilakukan antara lain:
2. Influenza dan Infeksi Saluran Pernapasan
Selain campak, infeksi saluran pernapasan seperti influenza juga sering meningkat saat musim liburan. Virus influenza dapat menyebar dengan mudah di tempat ramai, seperti terminal, bandara, kendaraan umum, atau saat berkumpul dalam satu rumah dengan banyak orang.
Gejala influenza biasanya meliputi demam, sakit tenggorokan, batuk, nyeri otot, dan rasa lemas. Pada sebagian anak, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi seperti pneumonia atau memperburuk kondisi penyakit lain seperti asma.
Anak-anak, lansia, serta individu dengan daya tahan tubuh yang lebih lemah termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami komplikasi akibat influenza.
Untuk mengurangi risiko penularan, beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, serta memastikan ventilasi ruangan yang baik. Vaksin influenza tahunan juga dapat membantu mengurangi risiko infeksi dan komplikasi.
3. Diare dan Keracunan Makanan
Lebaran juga identik dengan berbagai hidangan khas yang sering dikonsumsi bersama-sama. Namun perubahan pola makan, penyimpanan makanan yang kurang higienis, atau konsumsi makanan yang terlalu lama berada pada suhu ruang dapat meningkatkan risiko diare dan keracunan makanan.
Penyebab diare dapat berasal dari bakteri, virus, maupun parasit yang masuk melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Anak-anak termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami dehidrasi akibat diare.
Gejala yang biasanya muncul antara lain buang air besar cair berulang, muntah, demam, serta nyeri perut. Jika tidak ditangani dengan baik, diare dapat menyebabkan kehilangan cairan yang cukup berat pada anak.
Untuk mencegah diare selama Lebaran, penting memastikan makanan dimasak dengan matang, menjaga kebersihan alat makan, serta mencuci tangan sebelum makan. Selain itu, orang tua juga perlu berhati-hati saat memberikan makanan baru kepada anak, terutama jika sistem pencernaannya masih sensitif.
Menjaga kesehatan selama Lebaran menjadi tanggung jawab bersama. Orang tua dapat melindungi anak dengan memastikan imunisasi lengkap, menjaga kebersihan tangan, serta membatasi kontak dengan orang yang sedang sakit. Sementara itu, tamu atau anggota keluarga juga perlu menghormati batasan yang dibuat orang tua, terutama saat berinteraksi dengan bayi.
Referensi:

28 Jun 2022

21 Jul 2022

30 Sep 2022

12 Nov 2022
