
Apakah makanan pendamping ASI (MPASI) komersil berbahaya buat bayi?
29 Jan 2018

Author: Tim PrimaKu
19 Mar 2026
Topik: Keterlambatan Bicara, Speech Delay, speech development, Bilingual, Kemampuan Bahasa
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Di banyak keluarga, terutama di era global saat ini, anak sering terpapar lebih dari satu bahasa sejak kecil. Misalnya bahasa Indonesia di rumah dan bahasa Inggris di sekolah, atau bahasa daerah bersama bahasa nasional. Kondisi ini membuat sebagian orang tua bertanya-tanya: apakah anak yang belajar dua bahasa sekaligus (bilingual) berisiko mengalami keterlambatan bicara?
Apa yang Dimaksud dengan Anak Bilingual?
Anak bilingual adalah anak yang terpapar dan menggunakan dua bahasa secara rutin dalam kehidupan sehari-hari. Paparan ini dapat terjadi sejak lahir (simultaneous bilingual) atau setelah anak mulai menguasai satu bahasa terlebih dahulu (sequential bilingual).
Dalam praktiknya, banyak anak di seluruh dunia tumbuh dalam lingkungan bilingual atau bahkan multilingual. Organisasi kesehatan dan pendidikan internasional menyebut bahwa kondisi ini merupakan hal yang sangat umum dan tidak berbahaya bagi perkembangan bahasa anak.
Apakah Anak Bilingual Lebih Lambat Bicara?
Penelitian menunjukkan bahwa anak bilingual biasanya mencapai tahap perkembangan bahasa yang sama dengan anak monolingual, meskipun distribusi kosakata mereka terbagi di dua bahasa.
Misalnya, seorang anak mungkin mengetahui beberapa kata dalam bahasa Indonesia dan beberapa kata lain dalam bahasa Inggris. Jika kedua bahasa digabungkan, jumlah kosakata yang dimiliki sering kali setara dengan anak yang hanya belajar satu bahasa.
Dalam beberapa kasus, anak bilingual mungkin terlihat sedikit lebih lambat mengucapkan kata pertama. Namun perbedaan ini biasanya kecil dan masih berada dalam rentang perkembangan normal.
Yang sering disalahartikan sebagai keterlambatan bicara sebenarnya adalah perbedaan cara anak menggunakan dua bahasa.
Mengapa Anak Bilingual Terlihat Seperti Terlambat Bicara?
Ada beberapa alasan mengapa anak bilingual kadang tampak lebih lambat berbicara, seperti:
Nah, karena anak belajar dua bahasa sekaligus, jumlah kata dalam masing-masing bahasa mungkin tampak lebih sedikit dibandingkan anak yang hanya belajar satu bahasa. Namun jika digabungkan, total kosakata anak biasanya tetap sesuai dengan tahap perkembangannya.
Anak bilingual sering mencampur dua bahasa dalam satu kalimat, misalnya menggunakan kata dari bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sekaligus. Hal ini disebut code-switching dan merupakan bagian normal dari perkembangan bilingual, bukan tanda kebingungan bahasa.
Perkembangan bahasa anak sangat dipengaruhi oleh seberapa sering mereka mendengar dan menggunakan bahasa tersebut. Jika satu bahasa lebih jarang digunakan, kemampuan anak dalam bahasa tersebut mungkin berkembang lebih lambat.
Manfaat Bilingual bagi Perkembangan Anak
Selain tidak menyebabkan keterlambatan bicara, bilingualisme justru memiliki beberapa manfaat bagi perkembangan anak.
Penelitian menunjukkan bahwa anak bilingual sering memiliki fleksibilitas kognitif yang lebih baik, kemampuan memecahkan masalah yang lebih kuat, serta kontrol perhatian yang lebih baik. Paparan dua bahasa juga dapat membantu anak memahami struktur bahasa dengan lebih baik dan mempermudah pembelajaran bahasa lain di masa depan.
Selain itu, kemampuan bilingual juga dapat memperkaya identitas budaya dan membantu anak berkomunikasi dengan lebih banyak orang dalam lingkungan sosialnya.
Kapan Orang Tua Perlu Waspada?
Paparan dua bahasa tidak menyebabkan keterlambatan bicara. Namun MomDad tetap perlu memperhatikan tanda-tanda gangguan perkembangan bahasa yang mungkin muncul pada semua anak, baik monolingual maupun bilingual.
Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:
Jika terdapat kekhawatiran mengenai perkembangan bahasa anak, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut.
Belajar dua bahasa sejak dini tidak membuat anak terlambat bicara. Anak bilingual umumnya tetap mencapai tahapan perkembangan bahasa yang normal, meskipun kosakata mereka terbagi dalam dua bahasa.
Dengan paparan bahasa yang konsisten dan lingkungan komunikasi yang kaya, anak justru dapat memperoleh berbagai manfaat dari kemampuan bilingual, mulai dari perkembangan kognitif hingga kemampuan komunikasi yang lebih luas.
Oleh karena itu, orang tua tidak perlu ragu mengenalkan lebih dari satu bahasa kepada anak. Yang terpenting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk mendengar, menggunakan, dan berinteraksi dengan bahasa secara aktif dalam kehidupan sehari-hari.