Apakah Pertumbuhan Gigi Memengaruhi Tekstur MPASI?
Author: Dhia Priyanka
11 Apr 2026
Topik: Tumbuh Gigi, Gigi Anak, Tekstur MPASI, Naik tekstur MPASI, MPASI Anak, Tumbuh Kembang
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Banyak orang tua menunggu gigi pertama bayi muncul sebelum mulai menaikkan tekstur MPASI. Alasannya sederhana: takut anak belum bisa mengunyah jika belum tumbuh gigi. Pertanyaannya, benarkah tekstur MPASI harus menunggu gigi tumbuh dulu?
Pertumbuhan gigi memang berperan dalam proses makan, tetapi bukan penentu utama kesiapan bayi untuk menerima tekstur makanan.
Apa yang Sebenarnya Menentukan Kesiapan Tekstur MPASI?
Kemampuan bayi untuk menerima tekstur makanan lebih dipengaruhi oleh perkembangan motorik oral dan koordinasi, bukan sekadar jumlah gigi.
Beberapa kemampuan penting yang perlu diperhatikan:
- Kontrol kepala dan leher yang baik
- Kemampuan duduk dengan stabil
- Koordinasi lidah untuk mendorong makanan ke belakang
- Refleks mengunyah (munching)
Menariknya, bayi sebenarnya sudah bisa “mengunyah” makanan lunak menggunakan gusi, bahkan sebelum memiliki gigi.
Peran Gigi dalam Proses Makan
Gigi membantu dalam:
- Menggigit makanan
- Menghancurkan makanan yang lebih keras
- Transisi ke makanan keluarga
Namun, pada tahap awal MPASI (6–9 bulan), bayi belum membutuhkan gigi untuk makan. Gusi bayi cukup kuat untuk menghaluskan makanan dengan tekstur lembut.
Tahapan Tekstur MPASI berdasarkan Usia
Alih-alih menunggu gigi, tekstur MPASI sebaiknya mengikuti usia dan perkembangan anak:
- 6 bulan → puree halus (lumat)
- 7–8 bulan → tekstur lebih kasar (mashed)
- 9–11 bulan → makanan cincang halus / finger food lunak
- ≥12 bulan → makanan keluarga
Menunda kenaikan tekstur terlalu lama justru dapat membuat anak:
- Sulit menerima makanan padat
- Menjadi picky eater
- Berisiko mengalami keterlambatan keterampilan makan
Risiko jika Terlalu Lama di Tekstur Halus
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan pemberian tekstur dapat berdampak pada:
- Masalah oromotor
- Kesulitan makan di kemudian hari
- Penolakan terhadap makanan bertekstur
Oleh karena itu, penting untuk menaikkan tekstur secara bertahap sesuai usia, bukan berdasarkan jumlah gigi.
Kapan Gigi Mulai Berpengaruh?
Gigi mulai lebih berperan saat anak:
- Mengonsumsi makanan yang lebih padat dan membutuhkan pengolahan terlebih dahulu di mulut
- Mulai makan makanan keluarga
- Belajar menggigit makanan yang lebih keras
Biasanya ini terjadi setelah usia 9–12 bulan, ketika beberapa gigi sudah mulai tumbuh, namun akan disesuaikan kembali dengan kemampuan masing-masing anak.
Tips Aman Memberikan Tekstur MPASI
Agar anak tetap aman dan nyaman saat belajar makan:
- Pastikan tekstur sesuai usia (tidak terlalu keras atau besar)
- Awasi anak saat makan
- Hindari makanan berisiko tersedak (keras, bulat, licin)
- Biarkan anak belajar secara bertahap
Pertumbuhan gigi memang membantu proses makan, tetapi bukan faktor utama dalam menentukan tekstur MPASI. Bayi sudah mampu belajar mengunyah dengan gusi sejak awal MPASI.
Yang lebih penting adalah mengikuti kesiapan perkembangan anak dan menaikkan tekstur secara bertahap sesuai usia. Dengan pendekatan yang tepat, anak dapat mengembangkan kemampuan makan dengan optimal tanpa harus menunggu gigi tumbuh terlebih dahulu. Jika ingin mempelajari MPASI lebih dalam, yuk klik banner di atas dan join Kelasnya!
Referensi:
- World Health Organization. Guiding Principles for Complementary Feeding. WHO; 2003.
- American Academy of Pediatrics. Infant Food and Feeding. AAP; 2021.
- Coulthard H, Harris G, Emmett P. Delayed introduction of lumpy foods to children during the complementary feeding period affects child’s food acceptance. Maternal & Child Nutrition. 2009;5(1):75–85.
- Morris SE, Klein MD. Pre-Feeding Skills: A Comprehensive Resource for Mealtime Development. 2nd ed. Therapy Skill Builders; 2000.





