Lingkar Lengan Anak Kecil, Apakah Tanda Kurang Gizi?
Author: Dhia Priyanka
2 Apr 2026
Topik: LILA, Lingkar Lengan Atas Anak, Kurang Gizi, Tumbuh Kembang, Lingkar Lengan Atas
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Banyak orang tua fokus memantau berat dan tinggi badan anak, tapi sering melewatkan satu indikator penting: lingkar lengan atas (LILA). Padahal, ukuran sederhana ini bisa memberikan gambaran cepat tentang status gizi anak.
Ketika orang tua melihat lengan anak tampak kecil atau “kurus”, wajar muncul kekhawatiran: apakah ini tanda anak kurang gizi? Jawabannya, bisa iya, tetapi tidak selalu. Untuk memahaminya, kita perlu melihat LILA secara lebih tepat dan ilmiah.
Apa Itu LILA dan Kenapa Penting?
Lingkar Lengan Atas (LILA) adalah pengukuran lingkar bagian tengah lengan atas, tepatnya di antara bahu dan siku. Pengukuran ini digunakan untuk menilai cadangan lemak dan massa otot, yang berkaitan dengan status gizi anak.
Berbeda dengan berat badan yang bisa naik turun karena banyak faktor, LILA cenderung lebih stabil dan sering digunakan sebagai alat skrining cepat untuk mendeteksi malnutrisi, terutama pada anak usia 6–59 bulan.
Organisasi seperti WHO dan UNICEF menggunakan LILA dalam program kesehatan masyarakat karena:
- Praktis dan cepat
- Tidak membutuhkan alat kompleks
- Dapat mendeteksi gizi kurang akut (wasting)
Apakah LILA Kecil Selalu Tanda Kurang Gizi?
Tidak selalu. LILA kecil bisa menjadi tanda kurang gizi, tetapi harus dilihat bersama faktor lain.
Menurut WHO, pada anak usia 6–59 bulan:
- < 11,5 cm → gizi buruk (severe acute malnutrition)
- 11,5 – 12,5 cm → gizi kurang (moderate acute malnutrition)
- > 12,5 cm → umumnya normal
Namun, interpretasi ini perlu mempertimbangkan:
- Usia anak
- Riwayat pertumbuhan
- Kondisi kesehatan secara keseluruhan
Artinya, LILA kecil tidak langsung berarti anak pasti kurang gizi, tetapi menjadi tanda awal yang perlu diperhatikan lebih lanjut.
Kenapa LILA Bisa Kecil?
Ada beberapa penyebab yang dapat membuat lingkar lengan anak tampak kecil:
1. Asupan Nutrisi Tidak Optimal
Kekurangan energi dan protein dalam jangka waktu tertentu dapat menyebabkan berkurangnya massa otot dan lemak, sehingga LILA menjadi kecil.
2. Anak Sering Sakit
Infeksi berulang seperti diare atau batuk pilek dapat:
- Menurunkan nafsu makan
- Mengganggu penyerapan nutrisi
- Meningkatkan kebutuhan energi
Akibatnya, cadangan energi tubuh berkurang.
3. Faktor Genetik
Anak dengan postur tubuh kecil secara genetik bisa memiliki lengan yang tampak lebih kecil. Namun, tetap perlu dipastikan apakah pertumbuhannya sesuai kurva.
4. Aktivitas Tinggi Tanpa Asupan Cukup
Anak yang sangat aktif membutuhkan energi lebih banyak. Jika asupan tidak mencukupi, tubuh bisa menggunakan cadangan energi sehingga LILA mengecil.
LILA vs Berat Badan: Mana Lebih Penting?
Keduanya sama penting, tetapi memiliki fungsi berbeda.
- Berat badan → menggambarkan perubahan jangka pendek
- LILA → menggambarkan cadangan energi tubuh
Dalam beberapa kasus, anak bisa terlihat “cukup berat”, tetapi LILA kecil—ini bisa mengindikasikan kualitas gizi yang kurang optimal.
Sebaliknya, LILA juga membantu mendeteksi kondisi malnutrisi akut yang mungkin belum terlihat jelas dari berat badan saja, misalnya pada anak dengan bengkak atau hidrosefalus.
Kapan Orang Tua Perlu Waspada?
Segera lakukan evaluasi jika:
- LILA < 12,5 cm (untuk usia 6–59 bulan)
- Berat badan tidak naik atau menurun
- Anak tampak lemas atau kurang aktif
- Nafsu makan buruk dalam waktu lama
Pengukuran LILA sebaiknya dilakukan bersama pemantauan pertumbuhan lain, seperti berat dan tinggi badan.
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Untuk menjaga status gizi anak tetap optimal:
- Berikan makanan bergizi seimbang (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral)
- Pastikan asupan protein cukup (telur, ikan, daging, kacang-kacangan)
- Lanjutkan ASI sesuai usia anak
- Cegah infeksi dengan imunisasi dan kebersihan
- Pantau pertumbuhan secara rutin di posyandu atau fasilitas kesehatan
Jika terdapat kekhawatiran, konsultasi dengan tenaga kesehatan sangat dianjurkan untuk evaluasi lebih lanjut.
Lingkar lengan atas (LILA) merupakan indikator sederhana namun penting dalam menilai status gizi anak. LILA yang kecil memang dapat menjadi tanda awal kurang gizi, tetapi tidak bisa dinilai secara terpisah.
MomDad perlu melihat gambaran besar: pertumbuhan anak secara keseluruhan, pola makan, dan kondisi kesehatannya. Dengan pemantauan yang tepat dan intervensi sejak dini, risiko gangguan gizi dapat dicegah dan pertumbuhan anak tetap optimal.
Referensi:
- World Health Organization. Guideline: Updates on the Management of Severe Acute Malnutrition in Infants and Children. WHO; 2013.
- United Nations Children’s Fund (UNICEF). Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) Measurement Guidelines. UNICEF; 2017.
- Grellety E, Golden MH. Weight-for-height and MUAC: which one to use? Field Exchange. 2016.
- Briend A, Maire B, Fontaine O, Garenne M. Mid-upper arm circumference and weight-for-height to identify high-risk malnourished children. The American Journal of Clinical Nutrition. 2012;95(2):443–447.




