7 Agustus 2026
Apa Itu Vaksin Dengue? Ini Manfaat, Jadwal hingga Sasarannya
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin Dengue, Vaksin DBD, DBD, Demam Berdarah
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A.
Vaksin dengue adalah vaksin untuk membantu melindungi seseorang dari penyakit akibat infeksi virus dengue, termasuk menurunkan risiko dengue bergejala, dengue berat, dan perawatan di rumah sakit. Di Indonesia, vaksin dengue dapat menjadi salah satu pilihan perlindungan bagi anak maupun orang dewasa sesuai usia, kondisi kesehatan, jenis vaksin, dan rekomendasi dokter.
Vaksinasi penting dipertimbangkan karena seseorang dapat terinfeksi dengue lebih dari satu kali. Terdapat empat serotipe virus dengue, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4. Infeksi oleh satu serotipe tidak selalu memberikan perlindungan jangka panjang terhadap tiga serotipe lainnya.
Namun, vaksin tidak memberikan perlindungan 100 persen dan tidak menggantikan upaya pemberantasan sarang nyamuk. Perlindungan terbaik tetap memerlukan kombinasi vaksinasi, pengendalian nyamuk, dan kewaspadaan terhadap gejala dengue.
Apa Itu Dengue?
Dengue adalah penyakit akibat infeksi virus dengue yang ditularkan terutama melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Nyamuk ini banyak ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.
Gejala dengue dapat berupa:
- Demam tinggi mendadak.
- Sakit kepala.
- Nyeri di belakang mata.
- Nyeri otot dan sendi.
- Mual atau muntah.
- Ruam.
- Tubuh terasa sangat lemah.
Sebagian infeksi dapat berkembang menjadi dengue berat yang ditandai kebocoran plasma, perdarahan, gangguan organ, atau syok. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan medis segera.
Pernah terkena dengue juga bukan berarti seseorang tidak dapat mengalaminya kembali. Infeksi berikutnya dapat disebabkan oleh serotipe virus yang berbeda.
Bagaimana Cara Kerja Vaksin Dengue?
Vaksin dengue melatih sistem kekebalan untuk mengenali virus dengue sebelum seseorang mengalami infeksi alami.
Vaksin tetravalen mengandung komponen dari keempat serotipe virus dengue. Setelah vaksin diberikan, tubuh membentuk respons imun yang diharapkan dapat mengurangi kemungkinan terjadinya dengue bergejala dan menurunkan risiko penyakit berat maupun perawatan di rumah sakit.
Salah satu vaksin yang digunakan saat ini, TAK-003 atau Qdenga, merupakan vaksin hidup yang dilemahkan. Artinya, virus dalam vaksin telah dilemahkan sehingga dapat merangsang sistem imun tanpa menimbulkan dengue seperti infeksi alami pada penerima yang memenuhi syarat.
Tetap penting dipahami bahwa tidak semua penerima membentuk tingkat perlindungan yang sama terhadap setiap serotipe. Perlindungan juga dapat berubah seiring waktu.
Apa Manfaat Vaksin Dengue?
Manfaat utama vaksinasi adalah mengurangi risiko dampak kesehatan akibat infeksi dengue.
1. Menurunkan risiko dengue bergejala
Uji klinis fase 3 TAK-003 pada lebih dari 20.000 anak dan remaja menunjukkan efikasi awal sebesar 80,2 persen terhadap dengue yang dikonfirmasi secara virologis, dihitung mulai 30 hari sampai 12 bulan setelah dosis kedua.
Angka tersebut tidak berarti delapan dari sepuluh orang pasti tidak akan terinfeksi. Efikasi menggambarkan perbandingan jumlah kasus antara kelompok vaksin dan kelompok plasebo dalam kondisi penelitian.
2. Menurunkan risiko rawat inap
Dalam tindak lanjut awal penelitian, efikasi terhadap rawat inap akibat dengue mencapai 90,4 persen. Data tindak lanjut jangka panjang menunjukkan perlindungan tetap bermakna, meskipun tingkatnya menurun seiring waktu.
Pada analisis hingga sekitar 4,5 tahun setelah dosis kedua, efikasi kumulatif tercatat 61,2 persen terhadap dengue terkonfirmasi dan 84,1 persen terhadap rawat inap akibat dengue.
3. Membantu mengurangi risiko dengue berat
Vaksinasi dapat mengurangi risiko bentuk penyakit yang lebih berat. Manfaat ini penting karena dengue tidak selalu dapat diprediksi hanya dari usia, status gizi, atau kondisi fisik seseorang sebelum terinfeksi.
4. Memberikan perlindungan setelah pernah terkena dengue
Infeksi alami biasanya hanya memberikan perlindungan jangka panjang terhadap serotipe yang menyebabkan infeksi tersebut. Seseorang masih dapat terinfeksi serotipe lain di kemudian hari.
Vaksin dengue tetravalen dirancang untuk membentuk respons terhadap keempat serotipe. Karena itu, riwayat pernah terkena dengue bukan alasan otomatis untuk tidak divaksinasi.
Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin Dengue?
Vaksin dengue dapat dipertimbangkan terutama untuk orang yang tinggal atau beraktivitas di wilayah dengan penularan dengue tinggi.
Kelompok yang dapat mendiskusikannya dengan dokter meliputi:
- Anak yang telah memenuhi batas usia pemberian.
- Anak yang tinggal di daerah dengan kasus dengue tinggi.
- Anak yang pernah mengalami dengue.
- Anak yang belum pernah didiagnosis dengue tetapi tinggal di daerah endemis.
- Orang dewasa dalam rentang usia indikasi produk.
- Orang yang sering beraktivitas di lingkungan dengan banyak kasus dengue.
- Keluarga yang ingin menambah perlindungan selain pengendalian nyamuk.
Di Indonesia, informasi produk BPOM terkini mencantumkan usia 4–60 tahun untuk Qdenga. Sementara itu, keputusan pada setiap individu tetap mempertimbangkan rekomendasi profesi medis, kondisi kesehatan, riwayat infeksi, dan manfaat-risikonya.
Apakah Orang yang Pernah Terkena DBD Masih Perlu Vaksin?
Masih dapat dipertimbangkan. Terdapat empat serotipe virus dengue, sementara infeksi alami biasanya terjadi akibat satu serotipe tertentu. Seseorang tetap dapat terinfeksi kembali oleh serotipe lainnya.
Riwayat pernah dirawat karena DBD juga bukan alasan untuk memilih produk vaksin sendiri. Konsultasikan dengan dokter untuk memastikan:
- Diagnosis dengue sebelumnya.
- Jenis vaksin yang akan digunakan.
- Usia saat vaksin diberikan.
- Waktu yang tepat setelah pemulihan.
- Kondisi kesehatan saat ini.
- Kontraindikasi atau terapi yang sedang dijalani.
Vaksin tidak diberikan ketika seseorang sedang mengalami dengue akut. Penerima harus pulih terlebih dahulu dan menjalani evaluasi tenaga kesehatan.
Siapa yang Tidak Boleh atau Perlu Menunda Vaksin Dengue?
Karena TAK-003 merupakan vaksin hidup yang dilemahkan, vaksin ini tidak dapat diberikan pada kondisi tertentu.
Berdasarkan informasi produk BPOM, Qdenga dikontraindikasikan pada:
- Orang yang pernah mengalami reaksi hipersensitivitas terhadap dosis sebelumnya atau bahan vaksin.
- Orang dengan gangguan sistem imun bawaan maupun didapat.
- Orang yang sedang mendapat terapi imunosupresif tertentu, termasuk kortikosteroid sistemik dosis tinggi atau kemoterapi.
- Orang dengan HIV bergejala atau HIV tanpa gejala yang disertai gangguan fungsi imun.
- Ibu hamil.
- Ibu menyusui.
Perempuan yang dapat hamil dianjurkan menghindari kehamilan setidaknya selama satu bulan setelah vaksinasi TAK-003.
Vaksinasi juga perlu ditunda apabila penerima sedang mengalami penyakit akut berat disertai demam. Pilek atau infeksi ringan tidak selalu menjadi alasan untuk menunda, tetapi keputusan akhir tetap berada pada tenaga kesehatan setelah skrining.
Sampaikan kepada dokter jika calon penerima:
- Memiliki alergi berat.
- Sedang mengonsumsi obat yang menekan sistem imun.
- Baru menerima imunoglobulin, transfusi darah, atau produk plasma.
- Memiliki penyakit ginjal atau hati.
- Sedang merencanakan kehamilan.
- Pernah mengalami reaksi berat setelah vaksinasi.
- Sedang mengalami demam atau gejala infeksi.
Apakah Vaksin Dengue Bisa Mencegah DBD Sepenuhnya?
Tidak. Seseorang masih dapat terkena dengue setelah divaksinasi. Vaksin bertujuan menurunkan risiko infeksi bergejala, penyakit berat, dan rawat inap, bukan menghasilkan perlindungan mutlak.
Orang yang telah divaksinasi tetap perlu:
- Menguras dan membersihkan tempat penampungan air.
- Menutup rapat wadah air.
- Mendaur ulang atau membuang barang yang dapat menampung air.
- Menggunakan losion antinyamuk sesuai petunjuk.
- Memasang kasa atau kelambu jika diperlukan.
- Mengenakan pakaian yang mengurangi paparan kulit.
- Memeriksa lingkungan rumah secara berkala.
- Segera memeriksakan diri saat mengalami gejala dengue.
Vaksinasi, pengendalian nyamuk, dan pengenalan tanda bahaya merupakan strategi yang saling melengkapi.
FAQ seputar Vaksin Dengue
Q: Apa bedanya vaksin dengue dan vaksin DBD?
A: Keduanya merujuk pada vaksin untuk melindungi dari penyakit akibat virus dengue. Istilah “vaksin dengue” lebih tepat karena spektrum infeksinya mencakup dengue ringan hingga dengue berat, bukan hanya demam berdarah dengue.
Q: Vaksin dengue mulai usia berapa?
A: Informasi produk Qdenga yang disetujui BPOM pada Juli 2025 mencantumkan usia 4–60 tahun. WHO merekomendasikan penggunaannya dalam program kesehatan masyarakat terutama untuk anak usia 6–16 tahun di daerah dengan beban dengue tinggi. Konsultasikan kelayakan individual dengan dokter.
Q: Vaksin dengue diberikan berapa kali?
A: Qdenga diberikan dua dosis dengan jarak tiga bulan. Kebutuhan dosis penguat setelah seri tersebut belum ditetapkan.
Q: Apakah perlu tes darah sebelum vaksin dengue?
A: Untuk Qdenga, tes infeksi dengue sebelumnya tidak menjadi persyaratan rutin. Untuk Dengvaxia, bukti pernah terinfeksi dengue diperlukan sebelum vaksinasi.
Q: Apakah pernah DBD berarti tidak perlu vaksin?
A: Tidak. Seseorang masih dapat terkena dengue akibat serotipe berbeda. Vaksin tetap dapat dipertimbangkan setelah pulih dan menjalani evaluasi dokter.
Q: Apakah vaksin dengue bisa diberikan bersamaan dengan vaksin lain?
A: Informasi produk BPOM menyebutkan Qdenga dapat diberikan bersamaan dengan beberapa vaksin tertentu, termasuk vaksin HPV, dengan lokasi penyuntikan berbeda. Namun, pengaturan jadwal perlu ditentukan dokter berdasarkan usia dan vaksin lain yang dibutuhkan.
Q: Apakah vaksin dengue termasuk imunisasi BIAS?
A: Saat ini vaksin dengue bukan bagian dari imunisasi BIAS. BIAS memberikan vaksin sesuai program nasional, seperti MR, DT, Td, dan HPV berdasarkan sasaran kelas.
Q: Apakah vaksin dengue aman untuk ibu hamil?
A: Qdenga tidak diberikan kepada ibu hamil karena merupakan vaksin hidup yang dilemahkan. Perempuan dianjurkan menghindari kehamilan setidaknya satu bulan setelah vaksinasi.
Q: Apakah vaksin dengue aman untuk ibu menyusui?
A: Berdasarkan informasi produk BPOM terkini, Qdenga dikontraindikasikan selama menyusui. Konsultasikan pilihan dan waktu vaksinasi dengan dokter.
Q: Setelah vaksin, apakah masih mungkin terkena dengue?
A: Masih mungkin. Segera periksakan diri apabila mengalami gejala dengue meskipun sudah divaksinasi.
Konsultasikan usia, kondisi kesehatan, riwayat dengue, rencana kehamilan, dan obat yang sedang dikonsumsi sebelum vaksinasi. Setelah menerima vaksin, perlindungan terhadap gigitan nyamuk tetap harus dilakukan karena vaksin tidak dapat mencegah seluruh kasus dengue.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau rekomendasi langsung dari dokter. Indikasi, ketersediaan, dan rekomendasi vaksin dapat diperbarui sesuai hasil penelitian serta kebijakan regulator.
Referensi:
1. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. [Informasi Produk Qdenga yang Disetujui BPOM, Juli 2025].
2. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. [Riwayat Registrasi dan Informasi Produk Qdenga].
3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. [Sekilas tentang Vaksin Dengue].
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. [Vaksin Dengue dan Manfaatnya].
5. World Health Organization. [WHO Position Paper on Dengue Vaccines—May 2024].
6. World Health Organization. [Vaccines and Immunization: Dengue].
7. Tricou V, et al. “Long-term efficacy and safety of a tetravalent dengue vaccine (TAK-003): 4.5-year results from a phase 3, randomised, double-blind, placebo-controlled trial.” *The Lancet Global Health*. 2024;12(2):e257–e270. [PubMed].
8. Rivera L, et al. “Three-year efficacy and safety of Takeda’s dengue vaccine candidate (TAK-003).” *Clinical Infectious Diseases*. 2022;75(1):107–117.
9. Kaswandani N, et al. “Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2024.” *Sari Pediatri*. 2025;26(5):328–336.





