Meta Pixel

12 Juli 2026

Catat, Ini Jadwal Imunisasi Bayi Usia 0-3 Bulan dari IDAI 2024

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Jadwal Imunisasi, Jadwal Imunisasi Bayi 0-3 Bulan, Vaksin Bayi Baru Lahir, Vaksin BCG, Imunisasi Rotavirus

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Jadwal imunisasi bayi 0–3 bulan adalah fondasi perlindungan kesehatan yang paling kritis dalam kehidupan seorang anak. WHO memperkirakan imunisasi mencegah 3,5–5 juta kematian setiap tahun akibat penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, dan sebagian besar kematian tersebut terjadi pada bayi di bawah usia 1 tahun. Di Indonesia, program imunisasi nasional Kemenkes RI menjamin akses vaksin dasar secara gratis untuk seluruh bayi. Artikel ini menyajikan jadwal imunisasi terlengkap berdasarkan rekomendasi IDAI 2024, manfaat masing-masing vaksin, tabel cepat untuk mudah dipahami, serta panduan praktis agar MomDad dapat memastikan tidak ada satu pun vaksin si Kecil yang terlewat. 


Mengapa Jadwal Imunisasi Bayi Tidak Boleh Ditunda? 

Pada 3 bulan pertama kehidupan, sistem kekebalan tubuh bayi masih sangat imatur. Bayi memang memiliki antibodi bawaan dari ibu melalui plasenta, namun perlindungan ini bersifat sementara dan menurun dalam minggu-minggu pertama. Beberapa penyakit bahkan lebih mematikan justru pada bayi muda:

• Pertusis (batuk rejan): risiko kematian tertinggi pada bayi <6 bulan, maka vaksinasi dimulai sejak 2 bulan 

• Hepatitis B: penularan dari ibu ke bayi saat persalinan terjadi dalam hitungan jam, HB-0 harus diberikan <24 jam 

• Meningitis TB: komplikasi TB paling berat pada bayi, BCG diberikan sedini mungkin 

• Rotavirus: ada batas usia maksimal memulai vaksin, menunda berarti bayi tidak bisa mendapat perlindungan 

✔ Fakta Kunci WHO & IDAI: 

• Imunisasi adalah intervensi kesehatan masyarakat paling hemat biaya kedua setelah air bersih.

• Setiap Rp1 yang diinvestasikan untuk imunisasi menghasilkan Rp 44 manfaat ekonomi (WHO, 2024).

• Indonesia menargetkan cakupan imunisasi dasar lengkap ≥95% melalui program BIAS dan PIN. 


Tabel Jadwal Imunisasi Bayi 0–3 Bulan (IDAI 2024)

Gunakan tabel ini sebagai panduan cepat yang bisa disimpan dan dibawa ke setiap kunjungan imunisasi: 

Usia

Vaksin

Penyakit yang Dicegah

Lokasi Tersedia

Lahir (<24

jam)

Hepatitis B (HB-0)

Hepatitis B, penularan ibu ke bayi

RS, Puskesmas

1 bulan

BCG

TB berat (meningitis TB, TB milier)

Puskesmas, RS (Gratis)

bOPV (Polio Oral)

Polio, kelumpuhan permanen

Puskesmas (Gratis)

2 bulan

DPT-HB-Hib


(Pentavalen)

Difteri, Pertusis, Tetanus, Hep B, Hib

Puskesmas (Gratis)

IPV (Polio Suntik)

Polio (perlindungan tambahan)

Puskesmas (Gratis)

Rotavirus (RV)

Diare berat, dehidrasi rotavirus

RS, Klinik (Mandiri)

PCV (Pneumokokus)

Pneumonia, Meningitis, Sepsis

Puskesmas (Gratis sejak 2023)

3 bulan

DPT-HB-Hib (dosis 2)

Difteri, Pertusis, Tetanus, Hep B, Hib

Puskesmas (Gratis)

bOPV

Polio lanjutan

Puskesmas (Gratis)

Rotavirus (dosis 2)

Diare berat rotavirus

RS, Klinik (Mandiri)

PCV (dosis 2)

Pneumonia, Meningitis

Puskesmas (Gratis)

Gratis = tersedia dalam program imunisasi nasional Kemenkes RI. Mandiri = tidak termasuk program gratis, dapat dilakukan di RS atau klinik swasta. Jadwal dapat disesuaikan dokter berdasarkan kondisi dan jenis vaksin yang digunakan. 

Cek harga vaksin terbaik yang ditawarkan PrimaKu di sini.


Detail Vaksin berdasarkan Usia Bayi 

■ Saat Lahir (0–24 Jam Pertama)

Inilah momen paling kritis dalam jadwal imunisasi. Dua vaksin ini diberikan di rumah sakit atau fasilitas persalinan sebelum bayi pulang ke rumah:

Vaksin

Penyakit yang Dicegah

Catatan Penting

Hepatitis B (HB-0)

Hepatitis B — kerusakan hati kronis, sirosis,


kanker hati

Wajib <24 jam setelah lahir. Semakin

cepat diberikan, semakin efektif

mencegah penularan dari ibu. Jika ibu

HBsAg+, bayi juga mendapat HBIG.


■ Usia 1 Bulan 

Idealnya vaksin BCG diberikan segera setelah lahir, namun paling lambat sebelum usia 1 bulan. Bersamaan dengan dosis pertama polio oral: 

Vaksin

Penyakit yang Dicegah

Catatan Penting

BCG

Tuberkulosis (TB), khususnya meningitis TB dan TB milier pada bayi

Satu kali seumur hidup; tidak diulang. Akan membentuk bekas suntikan kecil di lengan kiri yang normal dan merupakan tanda keberhasilan vaksin.

bOPV (Polio Oral)

Polio, kelumpuhan permanen akibat virus polio tipe 1 dan 3

Diberikan sebagai tetes melalui mulut. Membentuk kekebalan usus yang kuat. Dilanjutkan pada usia berikutnya.


■ Usia 2 Bulan: Kunjungan Imunisasi Terbanyak 

Diberikan sebagai tetes melalui mulut. Membentuk kekebalan usus yang kuat. Dilanjutkan pada usia berikutnya. Kunjungan usia 2 bulan adalah yang paling padat dalam jadwal imunisasi. Bayi akan menerima hingga 4 suntikan dan 1–2 tetes/kapsul vaksin. Ini aman dan sesuai panduan WHO, pemberian bersamaan tidak meningkatkan risiko efek samping secara bermakna: 

Vaksin

Penyakit yang Dicegah

Catatan Penting

DPT-HB-Hib

(Pentavalen)

Difteri, Pertusis (batuk rejan), Tetanus, Hepatitis B, Hib (meningitis, pneumonia,epiglotitis)

5 perlindungan dalam 1 suntikan. Dosis pertama dari 4 dosis total. Efek

samping: demam, nyeri suntikan,

normal 1–2 hari.

IPV (Polio Suntik)

Polio, melengkapi perlindungan bOPV terhadap semua tipe virus polio 1,2,3

Diberikan bersama bOPV untuk

proteksi optimal. Tidak menyebabkan

polio karena menggunakan virus yang dimatikan.

Rotavirus (RV)

Diare berat, dehidrasi, rawat inap & kematian akibat rotavirus

Ada batas usia KETAT untuk memulai: <14 minggu 6 hari (Rotarix) atau <12 minggu (RotaTeq). JANGAN TUNDA karena tidak bisa diganti setelahnya.

PCV (Pneumokokus)

Pneumonia, meningitis, otitis media, sepsis oleh Streptococcus pneumoniae

Masuk program nasional gratis sejak

2023. Streptococcus pneumoniae

adalah penyebab pneumonia anak

terbesar di dunia (WHO, 2024).

*Klik setiap item vaksin untuk cek harga terbaik dan booking melalui PrimaKu.

■ Perhatian Khusus untuk Vaksin Rotavirus: 

• Vaksin Rotarix (2 dosis): dosis 1 paling lambat usia 14 minggu 6 hari. 

• Vaksin RotaTeq (3 dosis): dosis 1 paling lambat usia 12 minggu. 

• Melewati batas usia ini berarti bayi TIDAK BISA lagi mendapat vaksin rotavirus. 

• Segera jadwalkan jika belum mendapat vaksin rotavirus di usia 2 bulan. 


■ Usia 3 Bulan: Lanjutan Dosis 

Kunjungan usia 3 bulan melanjutkan perlindungan dari vaksin-vaksin yang dimulai pada usia 2 bulan. Dosis lanjutan ini penting untuk membangun kekebalan yang optimal, tidak ada manfaatnya jika dosis pertama sudah diberikan tetapi dosis berikutnya tidak dilanjutkan: 

Vaksin

Penyakit yang Dicegah

Catatan Penting

DPT-HB-Hib (Dosis

2)

Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, Hib

Melanjutkan seri primer. Efektivitas

meningkat signifikan setelah dosis

kedua.

bOPV / IPV

(Lanjutan)

Polio: membangun kekebalan mukosa dan sistemik

Jenis vaksin polio disesuaikan dengan yang diberikan sebelumnya.

Rotavirus (Dosis 2)

Diare berat rotavirus

Dosis 2 dari 2 (Rotarix) atau dosis 2

dari 3 (RotaTeq). Pastikan tidak

melewati batas usia maksimal.

PCV (Dosis 2)

Pneumonia, meningitis oleh Streptococcus pneumoniae

Melanjutkan perlindungan pneumokokus. Booster


Profil Lengkap Setiap Vaksin: Manfaat, Efek Samping & Penanganan 

Tabel berikut merangkum profil klinis masing-masing vaksin yang diberikan pada periode 0–3 bulan:

Vaksin 

Efektivitas 

Efek Samping Umum 

Yang Harus Dilakukan

HB-0 

~95% cegah 

infeksi kronik 

Nyeri suntikan ringan 

Kompres dingin; tidak perlu obat

BCG 

70–80% cegah 

TB berat

Benjolan kecil → ulkus → bekas di lengan (4–6 mgg)

Normal dan diharapkan. Jangan 

dipencet/dibersihkan

bOPV 

>95% per seri 

lengkap 

Sangat minimal 

Tidak perlu tindakan khusus

DPT-HB-H 

ib

>90% cegah 

penyakit berat

Demam, nyeri suntikan, rewel (1–2 hari)

Kompres dingin; parasetamol sesuai dosis jika perlu

IPV 

>99% per seri 

lengkap 

Nyeri ringan di area suntikan 

Kompres dingin

Rotavirus 

85–98% cegah 

diare berat

Rewel ringan, diare cair sesaat (jarang)

Berikan ASI/cairan; umumnya membaik dalam 1 hari

PCV

~70% cegah 

pneumonia 

invasif

Demam, nyeri suntikan, 

kemerahan lokal

Sama dengan DPT; parasetamol hanya bila anak tidak nyaman


Bagaimana Jika Jadwal Imunisasi Terlambat? Panduan Imunisasi Kejar 

Melewatkan jadwal imunisasi bukan berarti semua harus diulang dari awal. Prinsip imunisasi kejar (catch-up immunization) berlaku untuk hampir semua vaksin, artinya, bayi melanjutkan dari titik yang terlewat. 

Situasi 

Yang Harus Dilakukan 

Catatan Khusus

1 dosis terlewat 

Berikan segera tanpa mengulang dosis sebelumnya 

Berlaku untuk semua vaksin

Beberapa dosis terlewat 

Konsultasikan ke dokter untuk jadwal catch-up individual

Dokter akan menyusun ulang jadwal optimal

Rotavirus terlewat batas usia

TIDAK bisa diberikan setelah batas usia maksimal

<14 mg 6 hari (Rotarix) / <12 mg (RotaTeq) untuk dosis 1

BCG terlewat dari 1 bulan 

Dapat diberikan hingga usia 1 tahun 

(dengan pertimbangan dokter)

Sebelum 1 tahun lebih efektif; setelah itu perlu evaluasi

HB-0 terlewat dari 24 jam 

Tetap berikan sesegera mungkin dan lengkapi seri HB

Jika ibu HBsAg+, konsultasi dokter untuk langkah tambahan


Tips Praktis agar Imunisasi Bayi Berjalan Lancar 

Sebelum Kunjungan Imunisasi: 

• Catat vaksin apa saja yang sudah dan belum diterima bayi 

• Bawa buku KMS (Kartu Menuju Sehat) dan catatan imunisasi sebelumnya 

• Informasikan ke dokter/petugas jika ada riwayat reaksi vaksin sebelumnya 

• Susui atau beri makan bayi sebelum berangkat agar tidak terlalu lapar 

• Kenakan pakaian longgar yang mudah dibuka di area lengan/paha 

Saat dan Setelah Imunisasi: 

• Gendong dan tenangkan bayi, pelukan orang tua adalah pereda nyeri terbaik 

• Susui bayi segera setelah suntikan, ASI mengandung faktor penenang alami 

• Pantau suhu tubuh bayi 6–12 jam setelah imunisasi 

• Kompres dingin di bekas suntikan jika terasa nyeri atau bengkak 

• Berikan parasetamol dosis tepat hanya jika bayi tampak tidak nyaman akibat demam

• Jangan memijat atau mengoleskan bahan apapun pada bekas suntikan

■ Bolehkah Imunisasi jika Bayi Sedang Sakit? 

• Batuk pilek ringan, demam ringan (<38°C), diare ringan: BOLEH diimunisasi selama kondisi umum baik.

• Penyakit akut sedang–berat: sebaiknya tunda dan jadwalkan ulang sesegera mungkin. 

• Jangan tunda tanpa alasan medis, risiko penyakit jauh lebih besar dari risiko imunisasi saat kondisi ringan. 


FAQ: Pertanyaan Orang Tua tentang Imunisasi Bayi 0–3 Bulan 

Q: Vaksin apa saja yang diberikan saat bayi baru lahir? 

A: Segera setelah lahir (dalam 24 jam pertama), bayi mendapat vaksin Hepatitis B dosis pertama (HB-0). Dalam 1 bulan pertama, ditambah BCG (tuberkulosis) dan bOPV (Polio Oral). Pemberian ini dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan sebelum bayi pulang ke rumah. 

Q: Apakah boleh memberikan beberapa vaksin sekaligus pada usia 2 bulan?

A: Ya, dan ini direkomendasikan. WHO dan IDAI menyatakan pemberian beberapa vaksin sekaligus (ko-administrasi) aman dan tidak mengurangi efektivitas masing-masing vaksin. Hal ini bahkan mengurangi jumlah kunjungan dan suntikan total, membuat jadwal lebih efisien untuk orang tua dan anak. 

Q: Mengapa bekas BCG membengkak dan bernanah? Apakah ini normal? 

A: Ya, sangat normal. Reaksi BCG yang khas adalah benjolan kecil muncul 2–4 minggu setelah suntikan, kemudian berkembang menjadi ulkus kecil (luka terbuka) dalam 4–6 minggu, lalu sembuh dan meninggalkan bekas scar (jaringan parut) kecil. Ini menandakan vaksin BCG berhasil dan sistem imun merespons dengan benar. Jangan dipencet atau dibersihkan dengan antiseptik. 

Q: Apa itu vaksin rotavirus dan apakah wajib? 

A: Vaksin rotavirus melindungi dari diare berat akibat virus rotavirus, penyebab utama dehidrasi dan rawat inap pada bayi. Vaksin ini tidak termasuk program imunisasi gratis nasional (bersifat mandiri), namun sangat direkomendasikan IDAI. Yang paling penting: ada BATAS USIA KETAT untuk memulai vaksin ini, tidak bisa diberikan jika sudah melewati batas usia, sehingga jangan ditunda. 

Q: Apakah PCV sudah gratis di Puskesmas? 

A: Ya! Sejak 2023, vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) telah masuk ke dalam program imunisasi nasional Kemenkes RI dan tersedia gratis di seluruh Puskesmas. Jadwal: usia 2, 3, dan 12 bulan. Sebelum program ini, PCV hanya tersedia secara mandiri di RS/klinik swasta. 

Q: Bagaimana cara mengetahui apakah bayi sudah dapat semua vaksin yang seharusnya?

A: Periksa buku KMS (Kartu Menuju Sehat) bayi, semua vaksin yang sudah diberikan harus tercatat dengan tanggal pemberian. Buku KMS dibagikan gratis saat lahir. MomDad juga bisa menggunakan fitur riwayat imunisasi di aplikasi PrimaKu untuk melacak vaksin yang sudah dan belum diterima, serta mendapatkan pengingat otomatis untuk jadwal berikutnya. 


Referensi: 

[1] Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi IDAI 2024. IDAI; 2024. 

[2] World Health Organization. Immunization Agenda 2030: A Global Strategy to Leave No One Behind. WHO; 2020 (updated 2024). 

[3] World Health Organization. Essential Programme on Immunization. WHO; 2024. 

[4] World Health Organization. Rotavirus Vaccines: WHO Position Paper. Weekly Epidemiological Record. 2013;88(5):49-64. 

[5] World Health Organization. Pneumococcal Vaccines: WHO Position Paper. Weekly Epidemiological Record. 2019;94(14):229-252. 

[6] Centers for Disease Control and Prevention. Recommended Child and Adolescent Immunization Schedule for Ages 18 Years or Younger. CDC; 2025. 

[7] American Academy of Pediatrics. Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases. 32nd ed. AAP; 2024–2027.

[8] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Penyelenggaraan Program Imunisasi Nasional. Kemenkes RI; 2023. 

[9] Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Teknis Imunisasi Dasar Lengkap. Kemenkes RI; 2022.

[10] Plotkin SA, Orenstein WA, Offit PA, Edwards KM. Plotkin's Vaccines. 8th ed. Elsevier; 2024. 

[11] Ota MOC, Kwong Yew C, Ndow P, et al. Immunogenicity of Infant Vaccines. Vaccine. 2022;40(Suppl 1):A1-A240.